Sumedang, Info Burinyay – SMP Negeri 1 Jatinangor menggelar acara Gelar Karya Siswa sebagai bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Kamis, 20 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong siswa dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui pembuatan kerajinan manik-manik yang memiliki nilai ekonomi. Acara ini menjadi wujud nyata penerapan pembelajaran berbasis proyek dalam Kurikulum Merdeka.
Kepala SMPN 1 Jatinangor, Dr. H. Sutarman, M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap dukungan berbagai pihak, termasuk komite sekolah dan orang tua siswa. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan berwirausaha.
“Terima kasih atas dukungan dari semua pihak, terutama orang tua siswa yang turut serta dalam program ini. Anak-anak diajarkan untuk berwirausaha, merancang produk, memasarkan, dan akhirnya menampilkan hasil karya mereka dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menanamkan jiwa kewirausahaan pada siswa sehingga mereka mampu menciptakan lapangan kerja sendiri di masa depan.
Ketua Koordinator P5, Sigit Widiarsono, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan berwirausaha siswa.
“Ini merupakan bagian dari implementasi Profil Pelajar Pancasila. Siswa dilatih untuk membuat kerajinan manik-manik yang memiliki nilai ekonomi. Alhamdulillah, sebanyak 184 kelompok dengan total hampir 800 siswa terlibat dalam proyek ini,” jelasnya.
Ia berharap siswa dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini dan mengembangkan keterampilan mereka lebih lanjut.
Sementara itu, salah satu tim penilai, Irma Rosmayanti, S.H., mengungkapkan bahwa kreativitas siswa sangat terlihat dalam proyek ini.
“Seluruh siswa dari kelas 7A hingga 7K, serta kelas 8A hingga 8K, turut serta dalam pembuatan kerajinan manik-manik. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga memberikan peluang bagi mereka untuk menjadikan produk mereka sebagai komoditas yang bernilai jual,” jelasnya.
Ia berharap siswa lebih kreatif, rajin, dan terus menggali potensi diri agar dapat mengembangkan usaha mereka di masa mendatang.
Rini Kurnia Dewi, S.Pd., yang juga merupakan tim penilai, memberikan apresiasi terhadap usaha keras siswa selama dua minggu terakhir.
“Saya mengucapkan selamat kepada anak-anak yang telah bekerja keras dalam proyek ini. Semoga apa yang mereka pelajari dapat menjadi bekal untuk masa depan mereka. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah meningkatkan kreativitas agar hasil karya mereka semakin menarik dan bermanfaat,” tambahnya.
Wali kelas 7A, Ritta Qori Rihardini, S.Pd., turut menyampaikan harapannya kepada siswa. Ia menekankan bahwa kegiatan ini dapat menumbuhkan kreativitas siswa sekaligus memberikan peluang untuk memperoleh penghasilan.
“Semoga proyek kewirausahaan ini membuat anak-anak lebih kreatif. Insyaallah, dari hobi ini mereka bisa mendapatkan penghasilan,” ujarnya.
Ketua Komite SMPN 1 Jatinangor, Ajang Supriatna, menyampaikan apresiasinya terhadap pihak sekolah yang telah memperhatikan pengembangan keterampilan siswa melalui Kurikulum Merdeka.
“Terima kasih kepada sekolah yang telah memperkenalkan konsep kewirausahaan dalam kurikulum. Ini membentuk karakter serta keterampilan siswa agar siap menghadapi dunia nyata. Dukungan dari orang tua juga sangat penting dalam keberhasilan program ini,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Adelia Siti Rahayu, siswi kelas 7A, mengaku mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman dari kegiatan ini.
“Saya mendapatkan banyak ilmu, kreativitas, dan pengalaman. Ini akan menjadi bekal saya ke depan,” katanya. Ia juga berharap teman-temannya dapat lebih kreatif dan mampu bekerja sama dalam proyek-proyek selanjutnya.
Senada dengan Adelia, Salsabila, siswi kelas 8H, menyatakan harapannya agar kegiatan P5 ini semakin meningkatkan kreativitas siswa.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini, kami dan teman-teman di SMP Negeri 1 Jatinangor dapat lebih kreatif dan inovatif,” katanya.
Acara Gelar Karya Siswa ini membuktikan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek dalam Kurikulum Merdeka mampu memberikan pengalaman berharga bagi siswa. Mereka tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga belajar tentang proses kewirausahaan secara langsung.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan pelajar. Ke depannya, sekolah berencana untuk terus mengembangkan program ini agar semakin banyak siswa yang mendapatkan manfaatnya.