Bandung, Info Burinyay – Keluarga Intelektual Muda Partai Golkar Jawa Barat (KIM-PG) sukses mengadakan seminar bertajuk *Peranan Indonesia dalam Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Acara ini berlangsung di Ruang Data, DPD Partai Golkar Jawa Barat. Adapun narasumber utama dalam diskusi ini adalah Dr. H. Asep Kamaluddin Nashir, S.Ag., M.Si., seorang dosen hubungan internasional dari UPN Veteran Jakarta. Seminar ini dimoderatori oleh Rizky Prasetya Handani, S.E., M.M., dan dimulai tepat pada pukul 10.45-11.45 WIB.
Acara ini menarik perhatian banyak kalangan. Bahkan, Ketua KIM-PG Partai Golkar Jawa Barat, Yosi Wihara, S.E., turut hadir bersama mahasiswa UPN Veteran Jakarta, wiraswasta, guru, serta aktivis partai. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang ini menunjukkan antusiasme besar terhadap isu pembangunan berkelanjutan yang menjadi fokus diskusi.
Oleh karena itu, seminar ini menjadi momentum penting untuk membahas peran Indonesia dalam implementasi SDGs. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi serta berbagi perspektif mengenai tantangan dan peluang dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dalam pembukaan, Rizky Prasetya Handani, S.E., M.M., selaku ketua pelaksana sekaligus moderator yang mewakili KIM-PG, menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih karena telah mendukung jalannya kegiatan kepada Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dr. TB. H. Ace Hasan Syadzily, M.Si., Sekretaris DPD, Ir. M.Q. Iswara, serta Bendahara Umum DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dr. Ir. Hj. Metty Triantika, M.T.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat berperan dalam terselenggaranya seminar ini. Oleh sebab itu, forum ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi para peserta. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam mendukung dan mengawal implementasi SDGs agar dapat berjalan dengan optimal di Indonesia.
Dalam sesi utama, Dr. H. Asep Kamaluddin Nashir, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa SDGs merupakan komitmen global yang bertujuan untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat dalam implementasi SDGs di Indonesia. Menurutnya, tanpa sinergi yang kuat, pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan akan sulit terwujud. Oleh karena itu, perlu ada regulasi yang lebih jelas serta program yang dapat mengintegrasikan kepentingan berbagai pihak.
Lebih lanjut, Dr. Asep menjelaskan bahwa Indonesia telah melakukan berbagai langkah dalam mengimplementasikan SDGs, seperti mengembangkan kebijakan yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan akses terhadap pendidikan berkualitas, serta memperkuat ketahanan pangan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi. Salah satu tantangan terbesar adalah kesenjangan sosial dan ekonomi yang masih cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan strategi kebijakan yang tepat agar implementasi SDGs dapat berjalan efektif.
Selama diskusi berlangsung, peserta aktif mengajukan pertanyaan. Dengan demikian, sesi tanya jawab menjadi sangat interaktif. Salah satu pertanyaan menarik datang dari seorang mahasiswa yang menyoroti tantangan utama dalam penerapan SDGs di Indonesia. Menanggapi hal itu, Dr. Asep menjelaskan bahwa kendala terbesar adalah kurangnya koordinasi antarinstansi dalam menjalankan program SDGs. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor yang lebih terarah dan efisien.
Selain itu, seorang peserta lain yang berasal dari kalangan guru juga mengajukan pertanyaan mengenai peran dunia pendidikan dalam implementasi SDGs. Dr. Asep menjawab bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam menciptakan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya pembangunan berkelanjutan. Oleh sebab itu, kurikulum pendidikan harus lebih banyak memasukkan materi mengenai SDGs agar generasi muda dapat lebih memahami serta berkontribusi dalam pencapaiannya.
Di penghujung acara, Rizky Prasetya Handani, S.E., M.M., menyampaikan rangkuman diskusi. Ia menegaskan bahwa seminar ini memberikan banyak wawasan terkait strategi serta tantangan dalam implementasi SDGs di Indonesia. Selain itu, ia berharap agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang lebih baik.
Lebih jauh lagi, ia menekankan bahwa partisipasi aktif semua pihak, termasuk masyarakat sipil, dunia usaha, serta akademisi, menjadi kunci keberhasilan implementasi SDGs khususnya di Jawa Barat lebih umumnya di Indonesia.
Sebagai penutup, ia kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Dengan demikian, seminar ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Harapannya, diskusi yang telah dilakukan dapat memberikan dampak nyata dalam kebijakan serta program-program yang berkaitan dengan SDGs. Oleh karena itu, kolaborasi antara berbagai pihak harus terus diperkuat agar Indonesia dapat mencapai target SDGs secara optimal.
Ke depan, KIM-PG Partai Golkar Jawa Barat berencana untuk mengadakan lebih banyak forum akademis yang membahas isu-isu strategis lainnya demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia agar dapat terwujudnya generasi emas 2045. Dengan demikian, komunitas intelektual muda dapat terus berkontribusi dalam pemikiran serta aksi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara. Sebagai langkah nyata, diharapkan akan ada lebih banyak program yang dapat melibatkan masyarakat luas dalam mendukung implementasi SDGs di berbagai sektor kehidupan.