Pangalengan, Info Burinyay – Situ Cileunca kembali menjadi saksi pencapaian membanggakan. Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, meraih predikat Desa Anti Korupsi. Pada 2024, desa ini menempati peringkat keempat tingkat Provinsi Jawa Barat. Prestasi tersebut lahir dari komitmen warga dan pemerintah desa untuk mengelola wilayah secara transparan dan partisipatif.
Namun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan agar semua pihak tidak lengah. Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, menegaskan pentingnya mempertahankan konsistensi serta memastikan keterbukaan informasi berjalan nyata.
“Jangan sampai label Desa Anti Korupsi hanya menjadi pajangan. Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi, memastikan keterbukaan informasi, dan melibatkan warga mengawasi kebijakan,” ujarnya dalam Saresehan Percontohan Desa Anti Korupsi bertajuk Ngariung: Dari Kita untuk Kita, Partisipasi Aktif Menuju Desa Sejahtera di Grand Situ Cileunca, Rabu (13/8/2025).
Wawan menilai bahwa keberhasilan ini memperkuat citra positif Kabupaten Bandung di mata publik. Ia mengingatkan bahwa potensi besar selalu membawa risiko besar, sehingga peran masyarakat menjadi kunci.
“Warga harus berani melapor jika menemukan kejanggalan. Pengawasan akan efektif jika semua pihak terlibat aktif,” tegasnya.
Kepala Desa Pulosari, Agus Rusman, mengungkapkan kebanggaannya. Menurutnya, prestasi ini membuktikan bahwa desa bisa meraih kepercayaan publik meski ia sendiri hanya lulusan SMA.
“Kami buktikan bahwa tata kelola transparan membuat desa dipercaya dan maju,” ujarnya.
Agus memimpin langsung proses musyawarah untuk setiap pendapatan dan belanja desa bersama BPD, LPMD, RT, RW, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat. Ia menegaskan seluruh perangkat desa wajib melayani warga dengan tulus tanpa gratifikasi.
“Prinsip ini tidak bisa ditawar. Saya akan memberi sanksi jika ada pelanggaran,” tegasnya.
Selain menjaga integritas, Agus menggagas program peduli lingkungan. Setiap calon pengantin wajib membawa atau menghibahkan dua bibit pohon. Pegiat lingkungan dan Karang Taruna menanam serta merawat pohon tersebut.
“Langkah sederhana ini menjadi warisan hijau untuk desa kita,” jelasnya.
Desa Pulosari memiliki sekitar 10 ribu penduduk. Sebagian besar bekerja di sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata. Situ Cileunca menjadi magnet wisata yang menarik ribuan pengunjung setiap bulan. Potensi ekonomi ini besar, namun perlu pengelolaan yang bersih agar tidak menimbulkan penyalahgunaan.
Melalui langkah-langkah tersebut, Desa Pulosari membuktikan bahwa predikat anti korupsi adalah awal perjalanan menjaga integritas. Pemerintah desa bersama masyarakat bertekad mempertahankan kepercayaan publik dan memberikan teladan bagi daerah lain di Indonesia.