Info Burinyay
Kegiatan PemerintahanPemerintahanTenaga Kerja

Kadisnaker Tegaskan Komitmen Peningkatan SDM Lewat Pelatihan Bahasa Jepang dan Program Pemagangan

H. Dadang Komara, S.T.,M.T., Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kab Bandung, saat memberikan sambutanya pada Pembukaan Pelatihan Bahasa Jepang Serta Pelepasan Pemagang Ke Jepang, di Rumah Dinas Bupati Bandung Komplek Pemda Soreang Kab bandung, Jumat. 15 Agustus 2025. (photo-lee)

Soreang, Info Burinyay — Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung, H. Dadang Komara, S.T., M.T., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing internasional. Ia menyampaikan hal itu ketika membuka Pelatihan Bahasa Jepang dan Pelepasan Peserta Pemagangan ke Jepang di Rumah Dinas Bupati Bandung, Kompleks Pemda Soreang, Jumat (15/8).

Dalam sambutannya, Dadang menjelaskan bahwa program ini melaksanakan visi dan misi Bupati Bandung untuk mewujudkan daerah yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera. Ia menilai peluang kerja di Jepang semakin terbuka lebar karena negara tersebut mengalami penurunan jumlah penduduk usia produktif.

“Oleh karena itu, generasi muda Kabupaten Bandung harus memanfaatkan kesempatan ini. Dengan kemampuan bahasa Jepang dan pemahaman budaya, mereka akan lebih siap bersaing di pasar kerja internasional,” ujarnya

Lebih lanjut, Dadang menegaskan bahwa pemerintah daerah menargetkan lahirnya 10.000 entrepreneur. Oleh sebab itu, pelatihan dan pemagangan ke Jepang menjadi bagian penting dalam strategi penciptaan lapangan kerja.

Ia percaya bahwa pengalaman bekerja di luar negeri akan memperluas wawasan para peserta. Setelah itu, mereka bisa mengembangkan usaha sendiri atau mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di daerah. “Dengan keterampilan dan pengalaman yang diperoleh, peserta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung,” tegasnya.

Pada tahun ini, pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp6 miliar untuk mendukung program tersebut. Dana itu membiayai pelatihan di LPK Sekai dengan lima batch untuk 200 peserta, LPK OHM untuk 200 peserta, dan LPK Y Seolina untuk 80 peserta.

Kegiatan pelatihan yang dibuka kali ini sudah dimulai sejak dua hari lalu. Khusus untuk LPK Sekai, program ini memasuki batch keempat. Selanjutnya, batch kelima akan dimulai setelah tahap ini selesai.

Baca Juga
Forkopimcam Cikancung Gelar Santunan dan Buka Bersama Anak Yatim, Dhuafa, dan Jompo dalam Semangat Ramadan

Setiap batch menempuh 400 jam pelatihan atau sekitar 40 hari. Peserta mempelajari bahasa Jepang, budaya kerja, dan etika profesional di perusahaan Jepang.

Dadang mengingatkan bahwa pihak Jepang langsung melakukan wawancara penerimaan kerja. Oleh karena itu, peserta harus menguasai bahasa dan memahami budaya dengan baik. “Kami memastikan peserta siap secara bahasa, mental, dan keterampilan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bandung menyediakan fasilitas lengkap bagi seluruh peserta pelatihan. Fasilitas tersebut meliputi asrama, perlengkapan alat tulis, konsumsi harian, dan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, pemerintah membiayai seluruh program ini melalui APBD Kabupaten Bandung Tahun 2025. Dengan demikian, peserta dapat fokus belajar tanpa terbebani biaya pribadi.

Selain membuka pelatihan, acara ini juga melepas 42 peserta yang akan mengikuti pemagangan di Jepang selama tiga tahun. Dadang berharap keberangkatan mereka memberi motivasi bagi peserta lain yang masih menjalani pelatihan.

“Setiap peserta harus memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. Kami ingin mereka berhasil bekerja di Jepang dan membawa pulang pengalaman berharga,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada LPK Sekai yang konsisten mendukung program ini. “Kemitraan ini menunjukkan sinergi nyata antara pemerintah daerah dan lembaga pelatihan,” tambahnya.

Program pelatihan bahasa Jepang dan pemagangan tidak hanya menjawab tantangan ketenagakerjaan lokal. Lebih dari itu, program ini meningkatkan posisi Kabupaten Bandung di tingkat internasional.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, para peserta diharapkan mampu menjadi duta kerja yang membawa nama baik daerah. Selain itu, pengalaman di Jepang akan membentuk etos kerja disiplin, keterampilan teknis unggul, dan wawasan budaya yang luas.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bandung berencana memperluas kerja sama dengan negara lain yang membutuhkan tenaga kerja asing. Langkah ini akan membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda.

Baca Juga
Warga Ciwidey Antusias Ikuti Rangkaian HUT ke-80 RI, Puncaknya Jalan Sehat dan Tabligh Akbar

“Tujuan kami menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi, terampil, dan siap bersaing di tingkat global. Kami ingin Kabupaten Bandung menjadi pusat lahirnya tenaga kerja profesional yang diakui dunia,” tutup Dadang.

Program Pelatihan Bahasa Jepang dan Pemagangan ke Jepang merupakan inisiatif Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM dan membuka peluang kerja internasional. Pelatihan dilakukan bersama LPK Sekai, LPK OHM, dan LPK Y Seolina, dengan pembiayaan penuh dari APBD 2025.

Related posts

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.