Info Burinyay
Kegiatan PemerintahanPemerintahan

Pengukuhan Paskibra Rancaekek 2025: Disiplin dan Kebanggaan Menuju Hari Kemerdekaan

Pengukuhan Paskibra Rancaekek 2025 Disiplin dan Kebanggaan Menuju Hari Kemerdekaan. (photo-denjaya)

Rancaekek, Info Burinyay – Jumat malam, 15 Agustus 2025, GSG Kelurahan Rancaekek Kencana menjadi pusat perhatian. Sebanyak 31 pelajar terbaik resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Rancaekek. Mengusung tema “Jayalah Indonesia”, acara berlangsung khidmat namun penuh semangat kebangsaan.

Proses seleksi anggota Paskibra sudah dimulai sejak Mei 2025. Panitia menyeleksi siswa dari 17 sekolah SMA, SMK, dan MA di wilayah Rancaekek. Hanya yang memenuhi kriteria fisik, mental, dan disiplin yang terpilih. Setelah itu, latihan ketat dilakukan selama berbulan-bulan demi memastikan kesiapan teknis dan mental jelang peringatan HUT RI ke-80.

Camat Rancaekek, Ir. H. Diar Hadi Gusdinar, M.Si., menegaskan pentingnya pengukuhan ini. Menurutnya, Paskibra bukan sekadar pengibar bendera, tetapi simbol kehormatan negara. “Mudah-mudahan pelaksanaan upacara 17 Agustus berjalan lancar dan baik. Keberhasilan ini ada di tangan Paskibra,” ujarnya tegas.

Ketua Pengurus Paskibra Kecamatan Rancaekek, Andriana, S.Pd., memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengibaran bendera adalah penentu khidmatnya upacara kemerdekaan. “Anak-anak harus yakin, mampu, dan bertanggung jawab. Tidak ada ruang untuk kesalahan,” tegasnya.

Dari sisi organisasi kepemudaan, Ketua Kwarran Rancaekek, Asep Nandang Iskandar, S.Pd., mengungkapkan rasa bangga. Ia menilai generasi muda Rancaekek telah menunjukkan kekompakan dan mental juang. “Latihan berbulan-bulan harus berbuah sukses. Tugas ini bukan main-main,” ujarnya.

Kepala MA La-Tahzan, Dr. Novi Rizal Umam, S.Pd., M.Si., menilai keberhasilan siswanya masuk Paskibra sebagai bukti kualitas pendidikan di sekolahnya. Ia berharap pengalaman ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berprestasi dan membangun jiwa kepemimpinan. “Generasi muda harus berani tampil, memimpin, dan memberikan kontribusi nyata,” katanya.

Tidak kalah bersemangat, dukungan keluarga juga hadir. Imas, orang tua dari Lutfia Sa’adah, siswi SMK Pasundan Rancaekek, mengaku bangga sekaligus haru. Putrinya bercita-cita menjadi anggota Korps Wanita Angkatan Darat. “Saya selalu mendoakan dan memotivasi agar ia sukses pada hari H,” ujarnya.

Baca Juga
Program KARASA Hadir di Desa Sukaresmi, Camat Rancabali Jemput Bola Berikan Pelayanan Administrasi dan Pendataan UMKM

Pengukuhan malam itu tidak hanya soal seremonial. Ia menjadi ujian nyata hasil pembinaan karakter, disiplin, dan tanggung jawab. Paskibra harus siap menghadapi tekanan mental di lapangan, sekaligus menjaga kehormatan bendera merah putih. Gagal bukan pilihan.

Namun, apresiasi saja tidak cukup. Dukungan pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat harus berlanjut, bukan hanya menjelang 17 Agustus. Pembinaan generasi muda membutuhkan kesinambungan agar semangat nasionalisme tidak hanya muncul di hari besar.

Malam pengukuhan berakhir dengan janji setia para anggota Paskibra untuk bertugas tanpa cela. Semua mata kini tertuju pada upacara 17 Agustus 2025. Masyarakat menanti bukti bahwa latihan panjang dan disiplin keras akan terbayar.

Dengan mengusung tema “Jayalah Indonesia”, Kecamatan Rancaekek mengirim pesan jelas: generasi muda adalah garda terdepan mempertahankan martabat bangsa. Mereka bukan sekadar simbol, melainkan pelaku sejarah yang akan menentukan masa depan Indonesia.

Related posts

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.