Info Burinyay
Parlementer

Drainase Jadi Sorotan Utama Reses Anggota DPRD Fraksi Gerindra Kabupaten Bandung Dedi Saepul Rohman di Rancaekek Wetan

Drainase Jadi Sorotan Utama Reses Anggota DPRD Fraksi Gerindra Kabupaten Bandung Dedi Saepul Rohman di Rancaekek Wetan. (photo-denjaya)

Rancaekek, Info Burinyay – Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Gerindra, Dedi Saepul Rohman, SH., menggelar reses Masa Sidang III Tahun 2025 di GOR Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek. Warga dan tokoh masyarakat hadir dengan antusias. Mereka menyampaikan berbagai aspirasi, dan isu drainase jalan Rancaekek–Majalaya muncul sebagai persoalan paling krusial.

Sejak awal kegiatan, Dedi Saepul Rohman langsung menyoroti kebutuhan perbaikan drainase. Ia menekankan bahwa masalah tersebut sudah lama muncul dalam musyawarah desa. Pemerintah desa juga mengusulkan hal yang sama. Karena itu, ia berjanji mengawal persoalan tersebut hingga ke mitra DPRD dan meminta Dinas PUPR segera menindaklanjuti.

“Alhamdulillah kita reses di Rancaekek Wetan. Warga kembali menyoroti drainase jalan Rancaekek–Majalaya. Pemerintah desa sudah mengusulkannya, dan saya siap mendorong PUPR agar memberi perhatian serius,” ujar Dedi.

Ia menjelaskan bahwa semua aspirasi warga harus masuk ke sistem perencanaan pembangunan ICPD. Sistem itu mencatat dan memilah usulan. Namun ia menegaskan, aspirasi yang paling mendesak tetap ia kawal secara langsung. Ia berharap drainase dan infrastruktur dasar bisa segera diproses sehingga masyarakat melihat hasil nyata.

Beberapa tokoh desa langsung memperkuat pernyataan Dedi. Kobul Akbar, tokoh masyarakat Rancaekek Wetan, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Dedi. Ia berharap reses ini membawa hasil nyata, terutama dalam penanganan banjir.

“Pak Dedi datang langsung ke desa. Kami mengapresiasi langkah itu. Kami berharap pembangunan jalan dan gorong-gorong segera terwujud supaya warga tidak kebanjiran,” kata Kobul.

Sementara itu, Iwan Setiawan, Sekretaris RW 9, menyoroti drainase mangkrak yang tidak kunjung dikerjakan. Ia menegaskan bahwa proyek yang sudah terbuka sejak Maret masih terbengkalai. Karena itu, ia berharap kehadiran Dedi mempercepat realisasi.

Baca Juga
Faisal Radi Reses Di Desa Linggar, Berikan Perhatian Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat

“Saya mempertegas kembali. Drainase di RW 9 dan RW 22 mangkrak sejak 12 Maret. Belum ada tindakan apa-apa. Saya minta melalui reses ini, pengerjaan segera berjalan,” ungkap Iwan.

Selain RW 9, RW 22 juga menyampaikan hal serupa. Dadan Samsudin, Ketua RW 22, menjelaskan bahwa proyek pengurukan saluran air di wilayahnya sudah enam bulan terbengkalai. Ia mengaku terus memperjuangkan penyelesaian, namun hasilnya belum terlihat.

“Proyek solokan di RW 22 dan RW 99 sudah enam bulan terbuka. Saya sudah berulang kali menyuarakan. Hari ini saya sampaikan langsung ke Pak Dedi. Saya harap usulan ini bisa segera terealisasi melalui reses Gerindra,” tegas Dadan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Dedi menegaskan komitmennya. Ia menilai reses bukan hanya agenda formal DPRD. Bagi dia, reses menjadi ruang komunikasi langsung dengan masyarakat. Karena itu, ia berjanji mengawal setiap aspirasi yang muncul.

“Setiap usulan harus masuk ke sistem resmi agar sah. Tetapi saya tidak akan berhenti di administrasi. Saya akan mengawal langsung yang benar-benar mendesak. Drainase dan pengendalian banjir masuk prioritas. Dengan kerja sama, masalah ini bisa selesai,” tegasnya.

Dedi juga menambahkan bahwa aspirasi tidak hanya soal drainase. Warga meminta pengaspalan jalan gang, penyediaan ambulans, dan penyelesaian serah terima perumahan. Ia menyebut semua kebutuhan itu penting, namun drainase tetap harus berada di garda terdepan.

Masyarakat berharap reses tidak sekadar seremonial. Mereka ingin DPRD membawa aspirasi ke tahap realisasi. Menurut warga, banjir yang terus berulang menjadi bukti bahwa drainase tidak bisa diabaikan. Mereka menilai, jika perbaikan segera dilakukan, kualitas hidup warga meningkat.

Karena itu, warga mendukung langkah Dedi yang berkomitmen mengawal aspirasi. Mereka ingin agar DPRD bersama pemerintah daerah bergerak cepat. Dengan begitu, warga bisa melihat hasil nyata dari partisipasi mereka dalam reses.

Baca Juga
Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA/PPAS Tahun 2025 dan Persetujuan Propemperda 2025

Dedi juga menegaskan bahwa penyelesaian masalah tidak mungkin berjalan sendiri. Ia menyebutkan bahwa pemerintah desa, masyarakat, DPRD, dan mitra kerja teknis harus berkolaborasi. Tanpa itu, pembangunan akan kembali tertunda.

“Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak bekerja sama. Pemerintah desa sudah bergerak. Masyarakat sudah menyuarakan. Tinggal bagaimana kita di DPRD mengawal hingga masuk ke program kabupaten,” tegas Dedi.

Reses Masa Sidang III Tahun 2025 di Rancaekek Wetan mencatat drainase sebagai isu paling mendesak. Aspirasi warga muncul dengan tegas, mulai dari RW 9, RW 22, hingga tokoh masyarakat. Mereka semua meminta percepatan pengerjaan drainase untuk mengurangi banjir.

Dengan sikap aktif, Dedi Saepul Rohman memastikan dirinya akan mengawal aspirasi tersebut. Ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi warga agar benar-benar masuk program pembangunan Kabupaten Bandung.

Kegiatan reses kali ini menegaskan bahwa komunikasi langsung antara wakil rakyat dan masyarakat tetap relevan. Aspirasi warga tidak berhenti sebagai catatan. DPRD bersama mitra kerja harus menindaklanjuti sehingga hasilnya dapat dirasakan masyarakat.

Related posts

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.