Baleendah, Info Burinyay – Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., mendampingi Bupati Bandung, Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.I.P., M.Si., dalam acara groundbreaking pembangunan Jembatan Roda 2 Cijeruk di Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Jumat (22/8/2025). Kehadiran keduanya menunjukkan sinergi nyata antara legislatif dan eksekutif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Kabupaten Bandung.
Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Bojongsoang dan Baleendah ini akan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan akses transportasi yang lebih baik, warga bisa beraktivitas lebih efisien, membuka peluang usaha, serta memperluas pasar bagi produk daerah.
Dalam paparannya, Hj. Renie menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur selalu menjadi fondasi utama peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia memandang jembatan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan penopang utama kemajuan ekonomi dan sosial.
“Infrastruktur adalah tulang punggung pembangunan daerah. Jembatan ini akan menjadi penghubung vital yang langsung meningkatkan mobilitas serta ekonomi masyarakat,” ujarnya penuh keyakinan.
Hj. Renie menambahkan, pemerintah hanya bisa sukses membangun infrastruktur apabila masyarakat ikut mendukung. Karena itu, ia mengajak warga untuk berpartisipasi sejak tahap perencanaan hingga pemanfaatan jembatan.
Menurut Hj. Renie, pembangunan berkelanjutan hanya terwujud apabila pemerintah bekerja bersama masyarakat. Pemerintah memang mengatur perencanaan dan penganggaran, tetapi masyarakat berperan sebagai pengawas dan pengguna utama infrastruktur.
“Kita semua bertanggung jawab untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian,” tegasnya.
Dengan melibatkan masyarakat, hasil pembangunan akan lebih sesuai kebutuhan. Partisipasi publik juga menumbuhkan rasa memiliki sehingga warga akan menjaga jembatan secara bersama-sama.
Selain mendorong kolaborasi, Hj. Renie menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan pengawasan konstruksi. Ia menilai jembatan harus kokoh, aman, dan berfungsi dalam jangka panjang. Karena itu, pihak terkait wajib memastikan setiap tahap pembangunan mengikuti standar teknis yang ketat.
“Kita harus memastikan pembangunan ini tidak hanya memberi manfaat sesaat, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” jelasnya.
Hj. Renie juga menyoroti potensi ekonomi yang muncul dari pembangunan Jembatan Roda 2 Cijeruk. Dengan konektivitas yang lebih baik, warga bisa mengembangkan usaha baru, mempercepat distribusi barang, hingga menarik investor untuk menanamkan modal di wilayah ini.
Namun, ia mengingatkan agar pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Menurutnya, pemerintah harus merancang pembangunan yang ramah lingkungan agar generasi mendatang tetap bisa menikmati alam yang sehat.
“Pembangunan harus ramah lingkungan dan berorientasi pada masa depan. Kita harus memastikan generasi berikut tetap memiliki lingkungan yang layak huni,” ungkapnya.
Acara groundbreaking berlangsung meriah. Masyarakat, tokoh daerah, organisasi pemuda, serta perangkat pemerintah hadir dengan penuh antusias. Kehadiran mereka membuktikan bahwa warga menaruh harapan besar pada pembangunan jembatan ini.
Bupati Bandung, Dr. H.M. Dadang Supriatna, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur. Ia optimis jembatan akan mengurangi kepadatan lalu lintas Bojongsoang–Baleendah sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di kawasan tersebut.
Menutup sambutannya, Hj. Renie mengajak seluruh pihak menjaga semangat gotong royong. Ia menilai pembangunan harus berjalan sebagai gerakan bersama, bukan hanya sebagai pekerjaan pemerintah.
“Mari kita satukan langkah membangun Kabupaten Bandung yang lebih baik. Kita semua bagian dari perubahan ini,” pungkasnya.
Dukungan Hj. Renie terhadap pembangunan infrastruktur menunjukkan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat. Kehadirannya bersama masyarakat bukan hanya simbol politik, melainkan bukti nyata keberpihakan terhadap kebutuhan warga.
Dengan pembangunan Jembatan Roda 2 Cijeruk, masyarakat Kabupaten Bandung mendapatkan bukti konkret bahwa aspirasi mereka terwujud. Proyek ini juga membuktikan bahwa pemerintah bersama DPRD berkomitmen menjadikan infrastruktur sebagai jalan menuju kesejahteraan.