Info Burinyay
Kegiatan KepramukaanPeristiwa

Kemeriahan Api Unggun Jadi Simbol Sukses Jambore Ranting Gerakan Pramuka Rancaekek 2025

Kemeriahan Api Unggun Jadi Simbol Sukses Jambore Ranting Gerakan Pramuka Rancaekek 2025. (photo-denjaya)

Sumedang, Info Burinyay – Malam minggu di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Jatinangor, Sumedang, berlangsung penuh semangat. Ratusan peserta Jambore Ranting Kwaran Rancaekek berkumpul untuk melaksanakan puncak kegiatan berupa Api Unggun. Acara ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga menegaskan keberhasilan rangkaian kegiatan yang sudah berjalan selama dua hari.

Ketua Kwartir Ranting Kecamatan Rancaekek, Asep Nandang Iskandar, S.Pd., memimpin langsung acara api unggun. Ia menjelaskan bahwa api unggun menyimbolkan pencerahan sekaligus persaudaraan.

“Di hari yang akan datang, dengan cahaya di depan kita, mari menatap masa depan dengan lebih semangat. Lingkaran persaudaraan kita semakin erat, dan Tri Satya serta Dasa Dharma akan terus memandu langkah kita,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan peran Tri Satya dan Dasa Dharma sebagai panduan utama anggota Pramuka. Ia berkata, “Satya di tangan kanan dan Dharma di tangan kiri selalu menuntun kita. Api Dharma malam ini menjadi simbol perjalanan, rasa syukur, dan pengingat atas suka serta duka yang sudah kita alami.” Dengan demikian, ia mengajak semua peserta untuk terus menjaga semangat pengabdian di kehidupan nyata.

Sementara itu, Coach Adv. Agus Gandara, SH., MH., M.Pd., Ketua Mabigus Skye Digipreneur, menyampaikan pandangan. Ia menegaskan bahwa api unggun tidak boleh dimaknai sebagai ritual. Menurutnya, api unggun justru melambangkan semangat.

“Api unggun menandakan semangat juang yang wajib menyala dalam diri setiap anggota Pramuka. Semangat muda ini harus terus membara dalam hal-hal positif. Saya merasa bangga karena pengurus Kwaran dan Ketua Kwarran mampu menjalankan kegiatan besar ini dengan lancar,” katanya.

Kemudian ia mengingatkan, jambore tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin. Lebih jauh, jambore harus memberi makna mendalam, terutama dalam latihan kepemimpinan, kebersamaan, dan pengembangan karakter.

Baca Juga
SPIRIT BEDAS JOB FAIR 2025: Dorong Pemerataan Kesempatan Kerja di Kabupaten Bandung

Di sisi lain, K. Saeful Akbar, S.Pd., M.Pd., Ketua Mabigus SMPN 2 Rancaekek, menghubungkan makna api unggun dengan budaya.

“Anak-anak kita perlu dibakar semangatnya seperti api unggun. Selain itu, api unggun merupakan warisan budaya nenek moyang yang mempersatukan suku-suku, menjadi sarana silaturahmi, serta mengasah kreativitas. Api juga berfungsi menghangatkan tubuh dan melindungi dari binatang buas. Semua itu adalah bagian dari survival seorang Pramuka.”

Tidak hanya itu, Ujang Toyib Taopik, S.Pd.I., perwakilan Mabigus, menyoroti sisi religius kegiatan ini. Ia menekankan bahwa jambore menanamkan nilai agama sekaligus membentuk karakter.

“Peserta harus menerapkan ilmu yang mereka peroleh. Nilai kepramukaan harus hadir di kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya tumbuh pintar, tetapi juga sholeh dan berkarakter,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, Dita Atini, Ketua Dewan Kerja Ranting Rancaekek, memberikan motivasi.

“Tetap semangat, sabar, dan hadapi setiap tantangan. Api unggun yang membara menjadi gambaran semangat kita di masa depan. Ilmu yang kita dapatkan di jambore harus diamalkan dan disebarkan di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Tidak hanya pembina, suara peserta juga memberi warna. Reza Nur Alamasyah (SDIK Nur Alifa), Alexa Challista (SDIT At Taqwa), Asila Shakila Zahra, dan Qayla Siti Hanifa (SDN Cangkuang 01) berbagi pengalaman dengan antusias.

“Jambore ini seru, asik, dan penuh pengalaman. Kami berterima kasih kepada bapak-ibu guru yang sudah mengajak kami camping. Selama dua hari, kami mengikuti senam, upacara, dan pembukaan. Terima kasih juga kepada kakak-kakak pembina yang mendampingi sejak awal,”uangkap mereka

Dengan demikian, api unggun bukan hanya penutup acara. Api unggun juga meninggalkan pesan kuat tentang perjuangan, persaudaraan, budaya, sekaligus religiusitas. Walau api perlahan meredup, semangat yang tumbuh dalam diri peserta justru semakin membara.

Baca Juga
Studi Lapangan Ke BUMDes Niagara: Inspirasi Pengelolaan BUMDes dari Wangisagara

Oleh karena itu, Jambore Ranting Kwaran Rancaekek tahun 2025 membuktikan bahwa gerakan Pramuka tetap relevan di tengah perubahan zaman. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kerja sama pembina, pengurus, dan peserta mampu menghasilkan pengalaman berharga.

Akhirnya, semangat kebersamaan yang tercipta di bumi perkemahan Kiarapayung akan menjadi bekal berharga. Dengan kobaran api unggun sebagai saksi, generasi muda Pramuka Rancaekek siap melanjutkan perjalanan dengan penuh semangat. Mereka akan menjunjung tinggi nilai Tri Satya dan Dasa Dharma, lalu tumbuh sebagai pribadi tangguh, berkarakter, serta bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Related posts

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.