Info Burinyay
Kegiatan OrganisasiPeristiwa

Pasanggiri Reog Wanoja Pasundan Istri Kabupaten Bandung Semarakkan HUT ke-80 RI

Pasanggiri Reog Wanoja Pasundan Istri Kabupaten Bandung Semarakkan HUT ke-80 RI. (photo-denjaya)

Ciparay, Info Burinyay – Suasana GOR PGRI Ciparay, Jalan Laswi No. 383, Desa Gujung Leutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung pada Minggu pagi tampak meriah. Ratusan peserta dan penonton berkumpul untuk menyaksikan Pasanggiri Reog Wanoja Pasundan Istri Kabupaten Bandung yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

Dengan mengusung tema “Ngajungjung Budaya Luhung, Ciri Bakti Istri Sunda Sajati, Malar Hurip Lemah Cai”, kegiatan ini bukan sekadar lomba kesenian, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya Sunda. Melalui acara ini, Pasundan Istri Kabupaten Bandung ingin menegaskan perannya dalam menjaga nilai budaya dan memperkokoh jati diri bangsa.

Acara dimulai dengan senam bersama yang diikuti oleh peserta dari berbagai kecamatan. Setelah itu, suasana semakin hangat dengan lomba liwet, lomba reog, serta beragam permainan rakyat. Tidak hanya itu, panitia juga menyiapkan puluhan doorprize, sertifikat penghargaan, dan piala sebagai bentuk apresiasi bagi peserta. Seluruh hadiah ini merupakan kontribusi dari anggota dan pengurus Pasundan Istri Kabupaten Bandung.

Kemeriahan semakin terasa berkat penampilan dari berbagai lingkung seni reog, di antaranya Reog Borohol Baleendah, Reog Malati Majalaya, serta Reog Bringka Margahayu. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri, sekaligus menunjukkan bahwa seni reog di Tatar Sunda masih hidup dan mendapat tempat di hati masyarakat.

Ketua Pasundan Istri Pusat, Dra., Ir. Hj. Eni Sumarni, M.Kes., hadir langsung sekaligus secara resmi membuka acara, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, Pasundan Istri Kabupaten Bandung telah menjalankan visi dan misi organisasi dengan baik, terutama dalam hal melestarikan budaya Sunda.

“Kami dari pusat sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ibu Ketua beserta jajaran PASI Kabupaten Bandung telah bekerja keras melestarikan budaya. Reog adalah salah satu ciri khas budaya di Tatar Sunda. Maka, kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Baca Juga
Kapilah Kabupaten Bandung Diprediksi Raih Juara Umum MTQH ke-39, Ketua PWI: Saya Yakin!

Ia juga menambahkan bahwa regenerasi menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, kegiatan seni tradisional sebaiknya mulai melibatkan generasi muda. “Kami yang hadir di sini sebagian besar sudah pra-lansia. Maka penting sekali bagi PASI untuk menyiapkan generasi penerus. Seni budaya harus diperkenalkan sejak dini agar tidak punah,” jelasnya.

Dalam momentum peringatan kemerdekaan, Eni Sumarni menekankan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan penguatan jati diri bangsa. Ia mengingatkan nilai-nilai luhur orang Sunda seperti cageur, bageur, bener, pinter, singer, jujur, junun, akur, dan teneung. Semua nilai tersebut harus menjadi pedoman hidup untuk menjaga tanah air dan bangsa.

Sementara itu, Ketua Pasundan Istri Kabupaten Bandung, Hj. Rida Restuti Suryana, S.Pd., M.MPd., menyampaikan harapan agar seluruh masyarakat tetap melestarikan budaya Sunda. Menurutnya, Pasanggiri Reog Wanoja menjadi salah satu cara PASI untuk menjaga budaya tetap hidup.

“Melalui pasanggiri ini, kami ingin memberi contoh. Walau awalnya hanya tiga kegiatan, kami berharap ke depan setiap kecamatan di Kabupaten Bandung bisa termotivasi untuk mengadakan acara serupa,” ucap Rida.

Ia juga mengingatkan para anggota PASI agar selalu siap menjalankan visi dan misi organisasi. Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan program pemerintah daerah yang terus mendorong pelestarian bahasa dan budaya Sunda.

Dalam kesempatan yang sama, Rida juga menyampaikan masukan untuk pemerintah. Menurutnya, pelestarian seni reog tidak akan berjalan baik tanpa dukungan sarana dan prasarana. “Kami berharap pemerintah bisa menyalurkan bantuan melalui musrenbang. Minimal, setiap kecamatan memiliki fasilitas waditra. Dengan begitu, kesenian reog buhun bisa berkembang,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengusulkan adanya sosialisasi dan pelatihan khusus terkait teknik menabuh gamelan. Hal ini penting agar keterampilan tradisional tidak hilang dan tetap bisa diwariskan.

Baca Juga
Aksi Cepat BAZNAS Dan BRADER ! Rumah Warga Tak Mampu Kini Terang Berkat Program “Sedekah Cahaya”

Dukungan dan apresiasi juga datang dari Kabid Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Bandung, R. Lidiyawati, SH., MH. Ia menegaskan bahwa PASI Kabupaten Bandung selalu aktif berperan dalam kegiatan budaya. “Harapan kami, PASI juga ikut mengedukasi masyarakat tentang program pemerintah. Dengan demikian, peran wanita Kabupaten Bandung semakin kuat dan bermanfaat,” ungkapnya.

Sebagai Ketua Panitia, Hj. Rohaeni Hidayah menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota PASI yang sudah mendukung acara. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tahun ini merupakan hasil kerja sama yang solid. Ia berharap ke depan partisipasi semakin luas.

“Untuk saat ini baru 19 kecamatan yang ikut serta. Kami berharap tahun depan semua kecamatan bisa berpartisipasi. Dengan begitu, pasanggiri ini menjadi agenda kebanggaan Kabupaten Bandung,” jelas Rohaeni.

Rangkaian kegiatan Pasanggiri Reog Wanoja Pasundan Istri Kabupaten Bandung menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal tetap hidup jika ada dukungan dari berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara PASI pusat, PASI kabupaten, pemerintah daerah, hingga masyarakat, kesenian Sunda dapat terus berkembang.

Semangat yang ditunjukkan dalam acara ini juga mencerminkan nilai kemerdekaan. Bahwa mengisi kemerdekaan bukan hanya dengan pembangunan fisik, tetapi juga dengan menjaga identitas budaya. Reog sebagai bagian dari warisan Sunda kini kembali mendapat panggung, sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenalnya.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya sebatas peringatan HUT RI, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat rasa cinta terhadap budaya lokal. Melalui semangat kebersamaan, masyarakat Kabupaten Bandung bertekad menjadikan seni tradisi sebagai fondasi jati diri bangsa yang berkarakter dan berdaya saing.

Related posts

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.