Ciwidey, Info Burinyay — Masjid Besar Ciwidey, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Pada Senin pagi, ratusan jamaah dari berbagai kalangan memadati masjid dengan penuh antusias. Mereka hadir untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarumat Islam di wilayah Pacira (Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali).
Sejak pagi, jamaah datang memenuhi halaman dan ruangan utama. Mereka melantunkan sholawat, bersalaman, dan saling mendoakan. Suasana terasa hangat, sebab perayaan ini tidak hanya bernilai seremonial, tetapi juga menanamkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Camat Ciwidey, Nardi Sunardi, S.E., M.Si., hadir langsung dalam acara. Ia menyampaikan apresiasi atas semangat jamaah yang begitu besar.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berlangsung rutin setiap tahun. Tidak hanya warga Ciwidey, jamaah dari Pasirjambu dan Rancabali juga turut hadir. Kehadiran Ustadzah Aah dari Pangandaran menambah kemeriahan. Antusias masyarakat, terutama ibu-ibu majelis taklim, luar biasa. Pemerintah kecamatan mengapresiasi penuh, karena kegiatan ini berjalan sukses,” ujarnya.
Selain itu, ia menghubungkan nilai Maulid Nabi dengan semangat kemerdekaan. Menurutnya, keduanya sama-sama mengajarkan perjuangan, meskipun dalam dimensi berbeda.
“Jika 17 Agustus mengingatkan kita pada perjuangan bangsa, maka Maulid Nabi mengingatkan kita pada kewajiban spiritual. Sholat 17 rakaat menjadi pengingat ibadah yang harus kita jalankan. Silaturahmi dan nilai keagamaan adalah kunci utama kegiatan ini,” tambahnya.
Ketua DKM Masjid Besar Ciwidey, dr. H. Dudi Warsudin, S.H., M.H., menuturkan bahwa peringatan Maulid Nabi tahun ini berlangsung meriah sejak awal rangkaian.
“Alhamdulillah, lomba berjanji dan karaoke sholawat antar-majelis taklim se-Pacira berlangsung dengan semangat. Hari ini menjadi puncak kegiatan, karena tabligh akbar menghadirkan Umi Hj. Aah Nurul Muhibah dari Pangandaran. Kehadiran beliau menambah semarak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjadikan syiar Islam bukan hanya tampilan luar.
“Syiar Islam tidak boleh berhenti pada kemeriahan, tetapi harus masuk ke hati. Dengan peringatan ini, silaturahmi antar-majelis taklim semakin erat. Agama tidak mengenal batas wilayah administratif, selama itu untuk syiar, kita harus bergerak bersama,” jelasnya.
Puncak acara semakin khidmat ketika mubaligah Hj. Aah Nurul Muhibah menyampaikan tausiyahnya. Beliau berpesan agar jamaah selalu menjaga keimanan dan ketakwaan.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa hadir di Ciwidey. Antusias masyarakat sangat luar biasa. Mari kita semua memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Insya Allah, acara ini membawa berkah untuk kita semua,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, jamaah mendengarkan dengan penuh perhatian. Banyak di antara mereka yang merasa tercerahkan, bahkan semakin termotivasi untuk meneladani akhlak Rasulullah.
Ketua Panitia, Cecep Rahmat Hidayat, M.Pd., menjelaskan secara rinci rangkaian acara Maulid Nabi tahun ini.
“Acara puncak hari ini menutup rangkaian kegiatan. Sebelumnya, lomba pembacaan al-Barzanji berlangsung pada 20 Agustus, kemudian lomba sholawat dilaksanakan 21 Agustus. Hari ini tabligh akbar menjadi acara inti dengan menghadirkan Hj. Aah Nurul Muhibah,” jelasnya.
Menurut Cecep, panitia merancang kegiatan dengan tujuan memperkuat persaudaraan antarjamaah.
“Dengan adanya lomba dan tabligh akbar, kami berharap tali silaturahmi semakin kokoh. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Insya Allah, keberkahan akan lahir dari ukhuwah yang kuat,” tegasnya.
Tidak hanya meriah, suasana pengajian akbar juga memperlihatkan nilai kebersamaan. Jamaah dari tiga kecamatan hadir bersama tanpa melihat perbedaan. Mereka duduk berdampingan, bersholawat bersama, dan saling menyemangati.
Di samping itu, acara ini juga mengingatkan pentingnya berbagi. Jamaah saling menguatkan, baik dengan doa, senyum, maupun bantuan kecil kepada sesama. Dengan demikian, pengajian ini bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga praktik nyata kepedulian sosial.
Pada akhirnya, pengajian akbar Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Besar Ciwidey menegaskan peran masjid sebagai pusat syiar Islam di Bandung Selatan.
Acara ini menghubungkan jamaah lintas kecamatan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan semangat umat dalam menjaga nilai agama. Dukungan dari pemerintah kecamatan, DKM, panitia, dan masyarakat menjadikan acara ini berjalan lancar serta penuh makna.
Sebagai hasilnya, Maulid Nabi tidak hanya menjadi perayaan, melainkan juga momentum untuk meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga semangat Maulid Nabi ini terus menyala. Mari kita rawat persaudaraan dan tingkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW,” tutup Cecep Rahmat Hidayat mewakili panitia.