Rancaekek, Info Burinyay – Perayaan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-102 dan PRNU Bojongloa ke-4 berlangsung khidmat. Acara ini juga menjadi momen pelantikan Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU) se-Ranting Bojongloa.
Kegiatan digelar pada Ahad, 2 Februari 2025, bertepatan dengan Sya’ban 1446 H. Lokasi acara berada di Masjid Jami Al-Ansor, RT 03/13 Kampung Walini, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Dengan tema “Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat”, acara semakin semarak. Hadroh Rohban Ar-Rasyid turut memeriahkan suasana. Sejumlah tokoh penting hadir, seperti perwakilan PCNU Kabupaten Bandung KH. Sofyan Yahya, MA., Camat Rancaekek Ir. H. Diar Hadi Gusdinar, M.Si., serta Kepala Desa Bojongloa H. Ayeng.
Selain itu, turut hadir jajaran Tanfidziyah NU, LPNU, MWCNU, Fatayat NU, PRNU, Rois Syuriah NU, Lembaga Barser, Banom NU Rancaekek, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
KH. Sofyan Yahya, MA., Mustasyar PCNU Kabupaten Bandung sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ma’arif Cigondewah, menekankan peran besar NU.
“NU lahir sebelum negara ini berdiri. NU berdiri tahun 1926, sedangkan negara kita merdeka tahun 1945. Tentara berasal dari santri, karena awalnya belum ada tentara,” ujarnya.
Ketua Panitia Harlah NU, Ustad Pepen Supendi, menyoroti pentingnya mengambil hikmah dari acara ini. Menurutnya, Harlah NU ke-102 dan PRNU ke-4 memiliki dua hikmah utama. Pertama, menjadi momentum kebangkitan kembali anak-anak remaja dalam mempelajari Al-Qur’an di Masjid Al-Huda dan Al-Ansor. Kedua, mendorong kaum bapak berusia lanjut untuk lebih aktif mengikuti kegiatan rutin.
“Jika kita tidak mengambil hikmahnya, acara ini hanya akan berlalu begitu saja. Semoga peringatan ini memberikan manfaat bagi umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama di Desa Bojongloa,” katanya.
Katib Syuriah PRNU Bojongloa, Ustad Endin Amirudin, S.Ag., menegaskan kesiapan ranting NU di Desa Bojongloa.
“Kami siap mendukung kemajuan Nahdlatul Ulama dan negara. Harapan ke depan, pengurus NU semakin maju dalam aspek keagamaan maupun kenegaraan,” ujarnya.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Rancaekek, KH. Ending Jauharuddin, S.Pd., juga memberikan apresiasi. Ia berharap kegiatan Harlah NU dapat memperkuat aktivitas NU di masyarakat.
“Semoga keberadaan NU di Bojongloa semakin terasa manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
Ajengan Hasan Syarif, Ketua Tanfidziyah Ranting NU Bojongloa, mengungkapkan rasa bangganya.
“Kami bersyukur dapat mengadakan Harlah NU ke-102. Terima kasih kepada seluruh Nahdliyin di Desa Bojongloa dan Kecamatan Rancaekek yang telah berpartisipasi. Juga kepada para donatur yang mendukung suksesnya acara ini,” ungkapnya.
Ia berharap momentum ini semakin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap NU serta meningkatkan kesadaran berorganisasi dalam bingkai Nahdlatul Ulama.
Camat Rancaekek, Ir. H. Diar Hadi Gusdinar, M.Si., didampingi Kepala Desa Bojongloa, H. Ayeng, menegaskan pentingnya kolaborasi.
“Alhamdulillah, acara ini berjalan lancar dan dihadiri KH. Sofyan Yahya. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan solidaritas dan kebersamaan anggota NU dalam pembangunan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada pengurus Anak Ranting NU yang baru saja dilantik.
“Semoga semakin solid dan berkembang. Dengan kepengurusan yang semakin kuat, NU di Kecamatan Rancaekek dapat terus berkontribusi bagi masyarakat, terutama dalam bidang sosial dan keagamaan,” tambahnya.
Ia juga menyoroti meningkatnya aktivitas NU menjelang peringatan Isra Mi’raj, Nisfu Sya’ban, dan Ramadan.
“Di bulan Rajab, Sya’ban, hingga Ramadan, kegiatan keagamaan semakin padat. Insyaallah akan ada berbagai acara seperti Tarling (Tarawih Keliling) yang melibatkan masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan Harlah NU ke-102 dan PRNU Bojongloa ke-4 menjadi ajang silaturahmi serta penguatan komitmen bersama. Dengan pelantikan pengurus baru, diharapkan peran NU di Desa Bojongloa semakin aktif dalam aspek keagamaan dan sosial.
Dengan semangat kebersamaan, NU di Kecamatan Rancaekek bertekad terus berkembang dan berkontribusi. Sesuai dengan tema, “Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan NU terletak pada sinergi dan kebersamaan seluruh anggotanya.
