Soreang, Info Burinyay – Bupati Bandung Dr. H. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si. secara resmi membuka Pelatihan Bahasa Jepang dan melepas peserta Program Pemagangan ke Jepang di Rumah Dinas Bupati Bandung, Komplek Pemda Soreang, Jumat (15/8). Pemerintah Kabupaten Bandung menjalankan kegiatan ini melalui Dinas Tenaga Kerja dengan menggandeng LPK Sekai, LPK OHM, dan LPK Soelina.
Bupati Dadang Supriatna menjelaskan bahwa ia mulai menggagas program ini sejak menjabat anggota DPRD Kabupaten Bandung pada tahun 2009. Saat itu, ia menyaksikan langsung tingginya angka pengangguran di daerah.
“Sejak duduk di Komisi D, saya memikirkan solusi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Pelatihan bahasa asing dan pemagangan ke luar negeri menjadi salah satu jawabannya,” ujarnya.
Ia bersama pihak terkait menyusun konsep dan membangun kerja sama dengan berbagai mitra. Hasilnya, pelatihan bahasa Jepang dan Korea serta kegiatan Job Fair mulai terlaksana. Setelah terpilih menjadi Bupati pada 2020 dan dilantik pada 2021, ia menempatkan program ini sebagai prioritas unggulan di Pemkab Bandung.
Bupati memilih LPK Sekai, OHM, dan Soelina karena ketiganya memiliki legalitas resmi di Jepang dan Korea. Ia bahkan mendatangi langsung negara mitra untuk memastikan rekam jejaknya.
“Saya sudah mengecek langsung di Jepang dan Korea. LPK ini terdaftar resmi dan benar-benar bekerja profesional,” tegasnya.
Pada periode kedua kepemimpinan, Bupati menargetkan penciptaan 50 ribu wirausaha muda dan perluasan lapangan kerja. Ia membagi target tersebut menjadi 10 ribu per tahun dengan peningkatan kualitas program hingga 100 persen.
“Tahun ini kita memberangkatkan 500 peserta. Setiap peserta mengikuti pelatihan bahasa intensif hingga mahir, dengan biaya Rp 12 juta per orang yang sepenuhnya dibiayai APBD,” paparnya.
Bupati mengajak generasi muda Kabupaten Bandung memanfaatkan peluang emas ini. Ia menilai, pelatihan dan penempatan kerja di Jepang atau Korea memberikan masa depan yang lebih cerah.
“Daripada menganggur tanpa arah, lebih baik belajar bahasa, berangkat, dan bekerja di luar negeri. Tetapi jangan lupa kampung halaman dan ibadah,” pesannya.
Ia melaporkan bahwa program ini sudah memberangkatkan 4.127 orang. Ditambah 2 ribu lulusan terbaru, totalnya menjadi 6.137 peserta.
“Angka ini membuktikan program ini memberi hasil nyata. Saya ingin jumlahnya terus meningkat hingga target tercapai,” ungkapnya.
Bupati menegaskan bahwa ia ingin peserta bekerja sesuai keterampilan, bukan sekadar menjadi tenaga kerja umum. Ia meminta LPK mitra membekali peserta dengan bahasa, keterampilan teknis, mental yang kuat, serta iman dan takwa.
“Saya ingin mereka pulang membawa prestasi, pengalaman, dan kemampuan untuk membangun Kabupaten Bandung,” tegasnya.
Pelatihan bahasa Jepang berlangsung selama 40 hari. Peserta mempelajari bahasa hingga mahir sekaligus memahami budaya kerja di Jepang. Bupati menitipkan peserta kepada LPK Sekai untuk membina mereka secara maksimal.
“Siapkan anak-anak Kabupaten Bandung ini sebaik mungkin, supaya mereka benar-benar siap ketika sampai di Jepang,” ucapnya.
Ia mengingatkan peserta muslim agar tetap disiplin beribadah.
“Sesibuk apapun, jangan tinggalkan sholat lima waktu. Iman dan takwa menjadi bekal penting,” katanya.
Bupati Dadang Supriatna menutup sambutannya dengan pesan motivasi.
“Kalian adalah orang-orang terpilih. Gunakan kesempatan ini untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Raih cita-cita dan buktikan bahwa anak Kabupaten Bandung mampu bersaing di dunia internasional,” pungkasnya.
Melalui program ini, Pemkab Bandung menegaskan komitmen untuk menekan angka pengangguran, meningkatkan kualitas SDM, dan memperluas peluang kerja bagi warga. Langkah strategis ini menjadi bagian dari visi Bupati Dadang Supriatna untuk membangun Kabupaten Bandung yang maju, mandiri, dan berdaya saing global.