Jumat, Jan 16, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratKegiatan Organisasi

Imam Syafei: Karang Taruna Jabar Harus Jadi Pusat Pemberdayaan Pemuda

Imam Syafei Ketua Unit Teknis Karang Taruna Akademi Provinsi Jawa Barat saat memberikan keterangan usai acara Tasyakur Hari Jadi Karang Taruna ke-65 di Kota Cimahi.
Imam Syafei, Ketua Unit Teknis Karang Taruna Akademi Provinsi Jawa Barat, saat diwawancarai usai kegiatan Tasyakur Hari Jadi Karang Taruna ke-65 Tahun di Aula Dewi Sri Difabel, Dinas Sosial Jawa Barat, Kota Cimahi, Kamis, 23/10/2025. (Foto:InfoBurinyay/Denjaya)

Cimahi, Info Burinyay— Karang Taruna Provinsi Jawa Barat merayakan Hari Jadi ke-65 dengan semangat pembaruan dan kerja nyata. Acara bertajuk “Tasyakur Hari Jadi Karang Taruna ke-65 Tahun” berlangsung di Gedung Aula Dewi Sri Difabel, Komplek Dinas Sosial Jawa Barat, Jalan Jenderal Amir Machmud No. 331, Cigugur Tengah, Kota Cimahi, pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Acara ini menjadi momentum penting bagi Karang Taruna Jawa Barat untuk memperluas kiprah sosial dan ekonomi pemuda. Selain syukuran, kegiatan tersebut juga menampilkan peluncuran empat inovasi besar: Unit Teknis Agro Taruna Tani, Unit Teknis Karang Taruna Academy, media online kabarkarangtaruna.com, dan penandatanganan nota kesepahaman antara Karang Taruna Jawa Barat dengan KMP Taskin untuk program T1P4K.

Ketua Unit Teknis Karang Taruna Akademi Provinsi Jawa Barat, Imam Syafei, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa organisasi sosial ini harus bergerak lebih cepat. Ia ingin Karang Taruna menjadi pusat pemberdayaan pemuda yang fokus pada kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.

“Pada momentum ulang tahun Karang Taruna ini, Ketua Taufik dan Sekjen Heri menugaskan saya untuk mengembangkan kabarkarangtaruna.com dan Karang Taruna Akademik. Keduanya kami rancang untuk meningkatkan kesejahteraan pemuda, mengurangi kemiskinan, dan menekan angka pengangguran di Jawa Barat,” ujar Imam.

Imam menjabarkan bahwa Karang Taruna Akademik memiliki tiga program utama. Pertama, kelas kewirausahaan digital marketing. Melalui program ini, Karang Taruna bermitra dengan perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran digital. Para peserta akan berlatih langsung bersama praktisi industri agar mampu bersaing di dunia kerja digital.

“Peserta kelas kewirausahaan kami prioritaskan untuk pemuda yang putus sekolah. Mereka yang belum memiliki ijazah SD, SMP, atau SMA bisa ikut pelatihan. Setelah lulus, mereka akan memperoleh dua sertifikat, yakni dari Karang Taruna Akademik dan pendidikan formal setingkat SD, SMP, atau SMA,” jelasnya.

Imam menekankan, hasil dari program ini sangat nyata. Peserta bisa melanjutkan pendidikan atau langsung bekerja di wilayahnya. “Kami ingin memastikan setiap peserta memiliki kemampuan kerja dan akses pendidikan. Dengan itu, mereka bisa menata masa depan dengan lebih baik,” tambahnya.

Setelah menjelaskan bidang kewirausahaan, Imam beralih ke program literasi dan jurnalistik. Ia menilai, kemampuan menulis dan berpikir kritis menjadi kunci dalam membentuk karakter pemuda. Karena itu, Karang Taruna membangun platform kabarkarangtaruna.com sebagai wadah literasi sosial dan pelatihan jurnalistik.

“Melalui kabarkarangtaruna.com, kami memberi ruang bagi kader untuk menulis, berbagi cerita, dan mengasah kemampuan jurnalistik. Artikel mereka akan kami tayangkan di portal itu. Bahkan nanti, kumpulan tulisan terbaik akan kami terbitkan menjadi buku,” ungkap Imam.

Menurutnya, kegiatan menulis tidak sekadar hobi, tetapi bentuk kontribusi sosial. Setiap tulisan kader dapat menginspirasi masyarakat dan memperluas kesadaran sosial di tingkat RT dan RW. “Kami ingin literasi menjadi gerakan bersama. Melalui tulisan, pemuda bisa membangun karakter, memperkuat empati, dan memicu perubahan sosial,” tuturnya.

Imam kemudian menjelaskan program ketiga, yaitu kelas komisioner. Program ini dirancang untuk kader Karang Taruna yang ingin berkarier di lembaga publik, baik di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi.

“Kami ingin membekali pengurus Karang Taruna agar siap bersaing menjadi komisioner. Mereka akan belajar tentang komunikasi publik, proses seleksi, dan strategi kepemimpinan,” terang Imam.

Pelatihan ini melibatkan para tokoh dan mantan komisioner berpengalaman di Jawa Barat. Melalui kelas tersebut, peserta belajar langsung dari praktik nyata. “Kami tidak hanya memberi teori, tapi juga membuka jaringan agar peserta memahami dunia kelembagaan publik,” tambahnya.

Imam berharap ketiga program ini menjadi energi baru bagi Karang Taruna Jawa Barat. Ia menilai, peningkatan kapasitas pemuda harus berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi dan sosial.

“Dengan adanya Karang Taruna Akademik dan kabarkarangtaruna.com, kami ingin membantu pemerintah Jawa Barat mewujudkan program Jabar Istimewa. Kami berkomitmen membantu menekan pengangguran dan memperkuat kesejahteraan sosial,” ujarnya tegas.

Menurut Imam, Karang Taruna harus bertransformasi menjadi organisasi yang kreatif, adaptif, dan produktif. “Pemuda masa kini butuh ruang belajar yang fleksibel. Mereka butuh peluang usaha dan akses digital. Karang Taruna harus menjawab kebutuhan itu dengan inovasi,” katanya.

Lebih jauh, Imam mendorong kolaborasi lintas sektor agar program pemberdayaan berjalan efektif. Ia percaya kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan akan mempercepat hasil nyata di lapangan. “Kita tidak bisa jalan sendiri. Pemerintah memberi kebijakan, perusahaan membuka lapangan usaha, dan masyarakat mendukung dengan aksi nyata,” jelasnya.

Suasana acara tasyakur terasa hangat dan penuh semangat. Para peserta yang hadir berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Hadir pula perwakilan Dinas Sosial, organisasi kepemudaan, dan tokoh masyarakat yang memberi dukungan penuh terhadap program baru tersebut.

Perayaan ini menjadi simbol tekad baru Karang Taruna Jawa Barat dalam memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan. Melalui kombinasi pendidikan, pelatihan, dan literasi, Imam Syafei ingin menjadikan Karang Taruna sebagai motor penggerak transformasi sosial di daerah.

“Karang Taruna adalah rumah besar bagi pemuda yang ingin tumbuh. Kami ingin mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan berani berinovasi. Inilah semangat 65 tahun Karang Taruna, semangat untuk terus berbuat dan membawa perubahan,” pungkas Imam Syafei dengan optimisme.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.