Jumat, Jan 16, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan Desa

Dana Panas Bumi Dongkrak Pembangunan Desa Banjarsari

Pekerja dan alat berat sedang melakukan pengaspalan jalan desa di Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, sebagai bagian dari program pembangunan infrastruktur yang dibiayai dari dana bagi hasil panas bumi tahun 2025.
Proses pengaspalan jalan desa di wilayah Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Pembangunan infrastruktur ini menjadi prioritas Pemerintah Desa Banjarsari melalui pemanfaatan dana bonus produksi panas bumi sesuai arahan Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna. (Foto:InfoBurinyay/Denjaya)

Pangalengan, Info Burinyay – Pemerintah Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, terus mempercepat pembangunan infrastruktur desa melalui program unggulan Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna. Kepala Desa Banjarsari, Deni Sahidin, S.Ip., memastikan Dana Bagi Hasil Panas Bumi tahun 2025 langsung diarahkan untuk pembangunan jalan desa dan jalan lingkungan.

“Kami fokus memanfaatkan dana bagi hasil panas bumi untuk memperbaiki jalan gang dan jalan desa. Langkah ini mengikuti arahan langsung Bupati Bandung Kang DS,” ujar Deni di kantor desanya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi prioritas sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan Bupati Bandung Kang DS. Menurut Deni, sebagian besar jalan di Banjarsari kini sudah baik, tinggal beberapa titik yang masih perlu dibenahi.

“Dana bantuan dari bonus produksi panas bumi kami gunakan untuk memperbaiki jalan yang tersisa agar akses masyarakat makin lancar,” katanya.

Deni menjelaskan penggunaan anggaran tersebut berpedoman pada Peraturan Bupati Nomor 80 Tahun 2022 tentang pelaksanaan bantuan keuangan dari bonus produksi panas bumi. Ia memastikan seluruh program berjalan transparan dan sesuai hasil musyawarah warga.

“Warga di Dusun 3 sepakat agar dana diarahkan ke satu titik agar hasilnya lebih nyata. Total pembangunan mencapai panjang sekitar 3.200 meter,” jelasnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur hingga tahun 2029. Menurutnya, selama masa kepemimpinannya, semua jalan desa harus tertangani agar aktivitas ekonomi warga semakin meningkat.

“Saya optimis empat tahun ke depan seluruh jalan desa akan tuntas. Kami terus bergerak agar setiap warga merasakan manfaatnya,” ucap Deni.

Di sisi lain, ia juga memberikan pemahaman kepada warga mengenai tanggung jawab perbaikan jalan di area perkebunan. “Kami sampaikan bahwa jalan yang masuk wilayah PTPN menjadi tanggung jawab perusahaan. Namun kami berharap tetap mendapat ruang untuk membangun akses menuju perkampungan Sukaratu,” tambahnya.

Menurut Deni, program bonus produksi panas bumi terbukti membawa dampak positif. Warga kini lebih mudah beraktivitas dan hasil pertanian bisa terdistribusi lebih cepat. “Peningkatan infrastruktur ini benar-benar terasa. Masyarakat sangat terbantu dan bangga melihat perubahan yang terjadi,” ujarnya.

Selain infrastruktur, Deni juga berencana mengembangkan sektor ekonomi dan pariwisata desa. Ia menilai potensi alam Banjarsari sangat besar karena memiliki panorama indah dan tanah yang subur.

“Kami ingin mengembangkan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih dan BUMDes. Kami juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat lebih mandiri dan berdaya saing,” tutur Deni.

Ia berharap program bonus produksi panas bumi terus berlanjut setiap tahun. “Dana ini sangat membantu pelayanan publik dan membuka peluang ekonomi baru di Banjarsari,” katanya dengan penuh harapan.

Deni menambahkan, berdasarkan data DPMD Kabupaten Bandung, wilayah yang memiliki titik pengeboran panas bumi termasuk kategori ring satu. “Kami memiliki titik pengeboran di Dusun 1 Cibolang dan Dusun 2. Karena itu, kami mendorong agar Banjarsari ditetapkan sebagai ring satu,” pungkasnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.