Jumat, Jan 16, 2026
Info Burinyay
Peristiwa

Sales Leader Bangkit di Hari Sales Indonesia ke-14, Gen Z Didorong Uji Mental Sebelum Jadi Pengusaha

Deni Budiman, Ketua Komisi Profesi Sales Indonesia (KOMPROSI), saat diwawancarai dalam acara Bandung Sales Gathering Summit 2025 bertema “Be Strong When Things Go Wrong Leading Sales in The New Reality” di Bandung.
Founder Komisi Profesi Sales Indonesia (KOMPROSI) Deni Budiman, M.Pd., menjelaskan pentingnya daya tahan mental dan kepemimpinan adaptif bagi para sales leader di acara Bandung Sales Gathering Summit 2025 di Bandung. (Foto:InfoBurinyay/Denjaya)

Bandung, Info Burinyay – Suasana penuh semangat mewarnai Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika No. 112, Kota Bandung. Ratusan profesional penjualan dari berbagai daerah berkumpul dalam acara Bandung Sales Training Summit 2025 untuk memperingati Hari Sales Indonesia (HARINDO) ke-14. Acara ini digelar oleh Komisi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) Jawa Barat, dengan tema “Be Strong or Be Wrong: Leading Sales in the New Reality”.

Tema tersebut menggambarkan tantangan baru di dunia penjualan modern. Para sales leader dituntut tidak hanya mengejar target, tetapi juga bertransformasi menjadi pemimpin yang mampu menumbuhkan semangat dan kinerja tim. Dalam sesi utama, Founder Komisi Nasional Dedy Budiman, M.Pd., menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan emosional dan kepemimpinan.

“Sales bisa berkembang kalau emosinya bagus. Ketika seseorang punya emosi positif, dia lebih optimis dan penjualannya meningkat. Tapi kalau emosinya buruk, dia mudah frustrasi,” jelas Dedy dengan tegas.

Ia menambahkan bahwa peran atasan sangat berpengaruh terhadap stabilitas emosi tim.

“Atasan yang mampu mendidik dengan benar akan membentuk emosi positif. Emosi yang baik mendorong optimisme dan hasil penjualan yang tinggi,” ujarnya.

Dedy juga membedakan dua jenis kepemimpinan dalam dunia sales: transformational leader dan transaksional leader. Menurutnya, pemimpin transformatif harus hadir untuk membimbing, bukan sekadar menekan.

“Jangan hanya memaksa tim untuk jualan, tapi bimbing mereka. Pemimpin sejati menumbuhkan semangat dan menginspirasi timnya,” kata Dedi sambil tersenyum.

Ia pun menutup dengan pesan ringan, “Dukung saya supaya semua sales bisa jualan lebih banyak.”

Perayaan tahun ke-14 ini juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh pelaku penjualan di Indonesia. Dedy mengingatkan bahwa profesi sales memiliki peran besar dalam perekonomian nasional.

“Dari empat orang yang bekerja, satu orang itu sales. Data BPS menunjukkan 145 juta orang bekerja di Indonesia, dan 30 juta di antaranya adalah sales,” ungkapnya.

Ia mendorong para sales agar lebih bangga dengan profesinya.

“Kalau Anda kerja jadi sales, banggalah. Profesi ini luar biasa. Anda bisa mendapat insentif, jalan-jalan, dan penghasilan tanpa batas. Kalau mau sukses dan punya masa depan cerah, jadilah sales,” katanya penuh semangat.

Acara ini juga menyasar generasi muda. Dedi melihat banyak anak muda ingin langsung membuka usaha tanpa melatih mental terlebih dahulu. Ia menasihati mereka untuk mulai dari dunia penjualan.

“Gen Z, kalau mau cuan dan buka usaha, boleh. Tapi sebelum itu, uji mental dulu dengan jadi sales. Sales tidak berisiko, tidak perlu modal, tapi bisa membentuk karakter,” ucapnya.

Menurutnya, pengalaman menjadi sales akan melatih ketahanan mental sebelum seseorang terjun menjadi pengusaha.

“Setelah lulus dari dunia sales, baru silakan jadi pengusaha. Karena kamu sudah punya mental dan ilmu yang kuat,” tambahnya.

Kegiatan Bandung Sales Training Summit 2025 berlangsung dinamis. Peserta mengikuti berbagai sesi pelatihan dan motivasi dari para pakar dan pelatih penjualan nasional. Setiap sesi dirancang untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta strategi penjualan di era digital.

Selain itu, acara ini juga menjadi ruang kolaborasi antarprofesi sales dari berbagai daerah. Peserta saling berbagi pengalaman, membangun jaringan bisnis, dan merancang strategi kolaboratif untuk meningkatkan daya saing. Momen ini menegaskan bahwa dunia sales bukan sekadar aktivitas menjual produk, tetapi juga proses membangun nilai dan kepercayaan.

Dedy berharap kegiatan tahunan ini mampu menginspirasi lebih banyak orang.

“Saya ingin melihat semakin banyak sales yang bangga dengan profesinya. Semoga anak-anak muda, mahasiswa, dan siswa SMK juga mulai memahami pentingnya dunia sales,” tuturnya optimis.

Ia menutup dengan pesan inspiratif, “Kalau semakin banyak orang yang bangga jadi sales, ekonomi Indonesia pasti tumbuh lebih cepat. Karena di balik setiap transaksi, ada semangat untuk membangun negeri.”

Dengan semangat transformasi dan kebanggaan profesi, Hari Sales Indonesia ke-14 menjadi momentum kebangkitan para sales leader untuk memimpin dengan hati, berpikir strategis, dan terus berkontribusi pada kemajuan ekonomi bangsa.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.