Visitasi akreditasi di PKBM Imam Syafei memasuki hari terakhir pada Minggu, 16 November 2025. Kegiatan berlangsung di Jalan Sadang No 66, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Selama tiga hari, proses akreditasi yang digelar Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar Menengah (BAN-PDM) berjalan intensif. Tema besar kegiatan kali ini adalah Solusi Melanjutkan Studi, Karir dan Jembatan Kerja.
Sejak hari pertama, suasana visitasi berlangsung kondusif. Para asesor meninjau seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan di PKBM Imam Syafei. Selain itu, tim asesor juga memastikan bahwa proses pembelajaran, manajemen lembaga, hingga iklim belajar berjalan sesuai standar mutu nasional. Karena itu, rangkaian penilaian berjalan dinamis dan diwarnai dialog terbuka antara asesor, pengelola, serta pendidik.
Di hari penutupan, Kepala PKBM Imam Syafei, Imam Syafei, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukurnya. Ia menjelaskan bahwa visitasi akreditasi bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum untuk memperbaiki kualitas lembaga. Ia menegaskan bahwa hasil visitasi akan menjadi catatan penting bagi peningkatan mutu pembelajaran, terutama bagi warga belajar yang mengambil program Paket A hingga Paket C.
“Fuji syukur kepada Allah SWT. Hari ini adalah penutupan visitasi akreditasi PKBM Imam Syafei yang berlangsung pada 14, 15, dan 16 November 2025. Semangat visitasi ini adalah semangat kami berbenah, memperbaiki diri serta memperkuat saran, masukan, maupun kekurangan yang terjadi,” ujar Imam Syafei.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa semua catatan asesor akan menjadi dasar peningkatan program pendidikan. Ia menyampaikan bahwa PKBM Imam Syafei berkomitmen memperluas dampak sosialnya, terutama bagi warga belajar yang putus sekolah atau belum bekerja. Menurutnya, PKBM harus menjadi jembatan menuju pendidikan yang lebih tinggi, sekaligus meningkatkan peluang kerja.
“Kami berharap PKBM ini bisa menjadi bagian dari jaminan peningkatan kesejahteraan warga belajar. Banyak yang datang dalam kondisi putus sekolah, menganggur, atau belum memiliki keterampilan. Karena itu, kami ingin membantu mereka memiliki skill, kelebihan, serta kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja,” lanjutnya.
Untuk mendukung itu, PKBM Imam Syafei menyediakan berbagai program. Bidang keagamaan diisi dengan program baca tulis Al-Qur’an, tahfiz, dan majelis duha. Selain itu, bidang kewirausahaan menghadirkan produk unggulan seperti bawangku, desain grafis, dan jasa kampanye digital. Program tersebut terus dikembangkan agar warga belajar mampu membangun usaha mandiri ataupun masuk dunia kerja.
Selanjutnya, Imam Syafei menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan visitasi. Ia menyebut Kepala Dinas Pendidikan, Penilik Disdik, serta seluruh asesor yang terlibat. Ia juga berterima kasih kepada mitra kampus seperti UIN Sunan Gunung Jati Bandung, Uninus, STAI Al-Jawami, serta mitra usaha seperti IMN Bisnis Group, PT Barisarana Media, CV Indomutu Prakarya, hingga platform bukaizin.id. dan PT. Burinyay Media Cipta Kreasi
“Terima kasih kepada semua pihak. Kami sangat bersyukur atas dukungan kampus, perusahaan, dan media yang selalu menjadi energi bagi kami. Semoga kami bisa istiqomah dan berjuang memberi solusi bagi anak-anak yang ingin melanjutkan studi dan karir,” tuturnya.
Sementara itu, Tim Asesor BAN-PDM Jawa Barat, Dr. Hani Hanifah, M.Pd.i., menilai pelaksanaan visitasi di PKBM Imam Syafei berjalan lancar. Ia menjelaskan bahwa visitasi menggunakan empat komponen penilaian. Komponen tersebut terdiri dari kinerja pendidik, manajemen kepala sekolah, iklim lingkungan belajar, serta hasil pembelajaran. Semua komponen itu diperiksa melalui klarifikasi, observasi, dan wawancara dengan seluruh unsur lembaga.
“Alhamdulillah kegiatan visitasi akreditasi di PKBM Imam Syafei berjalan dengan lancar. Instrumen kami menilai empat komponen utama yang semuanya sudah kami klarifikasi dan observasi. Kami berharap visitasi ini mampu mendorong PKBM Imam Syafei lebih berbenah untuk meningkatkan mutu,” kata Dr. Hani.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran menjadi fokus utama. Menurutnya, PKBM Imam Syafei memiliki potensi besar untuk tidak hanya unggul di tingkat lokal, namun juga di level yang lebih luas. Karena itu, visitasi ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi peningkatan kualitas lembaga secara menyeluruh.
“Semoga ke depannya PKBM Imam Syafei tidak hanya unggul di wilayah lokal, namun juga mampu bersaing di kancah jenjang selanjutnya,” tambahnya.
Penilik Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Ajat Sudrajat, S.Pd.i., M.Pd.i., juga menyambut baik hasil visitasi. Ia menilai proses tiga hari berlangsung objektif dan maksimal. Menurutnya, kesungguhan asesor memastikan seluruh data dan praktik di lapangan sesuai fakta.
“Alhamdulillah hari ini kita menyelesaikan rangkaian kegiatan selama tiga hari, mulai Jumat sampai Minggu. Saya sangat berterima kasih kepada tim asesor yang bekerja objektif dan maksimal. Semoga nilainya nanti sesuai kondisi nyata,” ujar Ajat.
Selain itu, ia berharap visitasi dapat memacu lembaga untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Ia menegaskan bahwa PKBM merupakan salah satu tulang punggung pendidikan nonformal yang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, peningkatan mutu harus terus berjalan.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Imam Syafei, Ustad Ayi Cucun Mulyana, S.Ag., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya visitasi. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan sejak hari Jumat hingga Ahad berjalan tanpa hambatan berarti. Ia mengapresiasi kerja asesor dan penilik yang mendampingi kegiatan hingga tuntas.
“Alhamdulillah visitasi akreditasi PKBM Imam Syafei berjalan lancar sejak hari Jumat hingga Ahad. Kami mengucapkan terima kasih kepada para asesor, Ibu Dr. Hani dan Bapak Drs. H. Muhlis, serta kepada Pak Penilik yang selalu mendampingi proses ini,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar akreditasi ini menjadi pintu peningkatan kualitas pendidikan. Menurutnya, peningkatan mutu di PKBM Imam Syafei akan berdampak langsung pada warga belajar.
“Harapan kami, dengan adanya akreditasi ini mutu pendidikan di PKBM Imam Syafei semakin meningkat. Semoga ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Jawa Barat yang istimewa,” tegas Ayi.
Dengan demikian, penutupan visitasi akreditasi PKBM Imam Syafei menandai langkah baru menuju peningkatan mutu pendidikan nonformal. Melalui dukungan asesor, yayasan, pemerintah, serta mitra kampus, lembaga ini berkomitmen menciptakan solusi nyata bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan, membangun karir, dan memperoleh jembatan menuju pekerjaan yang layak.
