Soreang, Info Burinyay – Festival Literasi Digital di Desa Rancatungku pada Rabu, 26 November 2025, menghadirkan perhatian besar terhadap keselamatan anak di ruang digital. Dalam acara itu, Bunda Literasi Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati, menegaskan bahwa orang tua harus bergerak sebagai penjaga utama bagi anak. Ia menilai gempuran konten negatif makin kuat, terutama dari judi online, sehingga keluarga perlu memahami cara mengawasi aktivitas digital anak.
Pada awal sesi, Emma menyoroti perubahan teknologi yang terus berkembang. Ia mengingatkan bahwa masyarakat harus mampu mengontrol teknologi, sebab anak kini tumbuh dalam lingkungan yang sangat terhubung dengan internet.
“Kita harus menguasai dunia digital agar tidak dikuasai olehnya,” kata Emma.
Ia kemudian mendorong orang tua untuk membimbing anak, mengajarkan etika digital, serta memastikan anak mengakses konten yang sehat.
Emma juga menegaskan bahwa pengawasan orang tua dapat memperkuat karakter anak. Ia menilai anak mudah mengikuti tren digital yang belum tentu bermanfaat. Karena itu, ia meminta keluarga untuk membangun komunikasi terbuka agar anak dapat merasa aman saat menghadapi tantangan digital. Melalui pola asuh tersebut, ia yakin generasi muda akan tumbuh lebih kuat dan mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.
Selanjutnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi, menyampaikan data terbaru mengenai kasus judi online. Ia memaparkan bahwa PPATK menemukan sekitar 182 ribu warga Kabupaten Bandung terlibat aktivitas judi online. Data itu menunjukkan bahwa Kabupaten Bandung menempati posisi kedua di Jawa Barat setelah Kabupaten Bogor. Teguh menilai angka itu sangat memprihatinkan karena aktivitas tersebut merusak kesehatan mental dan ekonomi keluarga.
Dalam penjelasannya, Teguh mengajak masyarakat untuk lebih teliti saat menerima informasi di media sosial. Ia melihat banyak warga tergiur dengan janji keuntungan cepat dari iklan judi online.
“Masyarakat harus bijak dalam bermedia sosial,” ujar Teguh.
Ia juga mengimbau warga untuk menghubungi call center 112 jika menemukan dugaan aktivitas judi online di lingkungannya. Menurutnya, laporan cepat dapat membantu pemerintah menindak pelaku dan mencegah penyebaran konten ilegal.
Pada sesi berikutnya, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, Uus Haerudin Firdaus, menyoroti dampak judi online terhadap kehidupan keluarga. Ia menemukan banyak pasangan yang mengakhiri pernikahan karena kecanduan judi online. Uus kemudian mengingatkan bahwa praktik itu melanggar hukum dan ajaran agama.
“Banyak keluarga hancur karena judol ini,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pelaku maupun penyebar konten judi online dapat menerima sanksi pidana.
Uus juga meminta masyarakat untuk ikut terlibat dalam gerakan literasi digital. Ia menilai literasi dapat membentengi warga dari ajakan judi online. Dengan literasi yang kuat, masyarakat dapat memahami risiko, menolak ajakan judi online, dan menjaga keluarga dari dampak buruknya. Ia kemudian mengajak warga membangun budaya digital yang sehat agar generasi muda mampu menghadapi perkembangan teknologi dengan karakter yang matang.
Festival Literasi Digital ini menghadirkan kolaborasi dari berbagai pihak. Panitia menyiapkan sesi edukasi, dialog publik, dan kegiatan literasi untuk keluarga. Semua kegiatan bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat tentang keamanan digital. Dengan kerja sama tersebut, Kabupaten Bandung berkomitmen membangun lingkungan digital yang aman, ramah keluarga, dan bebas dari ancaman judi online.
