Cicalengka, Info Burinyay – Seminar Kewirausahaan di Aula SDIT Bina Muda Cicalengka, Jalan Kapten Sangun No. 33 Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Minggu 30 November 2025 berlangsung dinamis sejak pagi. Kegiatan ini membawa tema Pendidikan Berkualitas untuk Melahirkan Wirausaha Unggul, Belajar Berkarya Berwirausaha, dan langsung menarik perhatian masyarakat karena programnya menyentuh persoalan ekonomi warga.
Sejumlah tokoh hadir dan terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Ketua Yayasan SDIT Bina Muda menyambut peserta sejak registrasi dibuka. Setelah itu, Ketua Harian DPD LPM Kabupaten Bandung Asep Shofana ikut mendorong kelancaran sesi pelatihan. Sekretaris DPD Kusnadi mengatur alur kegiatan bersama para pengurus dan anggota DPC LPM Kecamatan Cicalengka. Tokoh pemuda dan peserta dari berbagai wilayah juga memenuhi ruangan sehingga suasana terasa hidup sepanjang agenda berlangsung.
Ketua DPD LPM Kabupaten Bandung, H. Sahrul Gunawan, SE., M.Ag., membuka seminar dengan paparan strategis. Ia menjelaskan bahwa LPM terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan kapasitas ekonomi melalui pelatihan terstruktur. Ia menyampaikan pesan motivatif agar peserta berani berkembang di tengah tantangan ekonomi digital.
“Alhamdulillah hari ini kami berada di Cicalengka, di Desa Tenjolaya. Kami bersama teman-teman dari DPD dan DPC LPM ingin berbagi pengalaman,” ujar Sahrul.
Ia kemudian menegaskan bahwa dukungan aparatur desa sangat membantu peningkatan partisipasi warga.
“Pak Sekdes, Pak Andi, dan tim desa terus bergerak menyukseskan program. Hari ini kami memberikan motivasi ekonomi, materi digital marketing, serta akses pendidikan Paket A, B, C,” katanya.
Ia menilai peserta menyambut kegiatan ini dengan antusias sehingga LPM melihat peluang besar untuk memperluas program serupa ke wilayah lain.
“Kami ingin membangun prototipe bagi desa-desa lain. Saya berharap warga tidak menganggap kegiatan ini sebagai sesuatu yang politis. Kami murni ingin berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Bandung. Semoga semuanya berjalan lancar,” tegasnya.
Setelah sesi pembukaan, fasilitator menyampaikan materi inti. Imam Syafei, S.Pd., M.Pd., mengambil alih sesi pelatihan dasar wirausaha. Ia mengawal peserta dengan pendekatan praktis agar mereka dapat memahami strategi bisnis sejak tahap awal. Melalui metode bertahap, ia mengajak peserta mempelajari peluang ekonomi yang terus tumbuh di sektor digital.
“Kami mengakomodir warga yang belum bekerja atau belum punya persiapan kerja memadai,” jelas Imam. Ia lalu memaparkan rangkaian materi yang disiapkan tim fasilitator.
“Kami melatih wirausaha dasar, wirausaha digital, desain Canva, digital marketing dan teknik sales. Setelah itu, peserta bisa mengikuti pemagangan,” ujarnya.
Imam menekankan target LPM secara tegas. “Kami ingin mengurangi jumlah warga yang belum berpenghasilan. Kami ingin masyarakat memperoleh kesejahteraan melalui usaha mandiri,” tambahnya.
Pada sesi berikutnya, Ketua LPMD Tenjolaya, Teddy Ambari, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa masyarakat membutuhkan wadah untuk mengembangkan kemampuan wirausaha agar mereka mampu bertahan di tengah perubahan ekonomi.
“Saya berterima kasih karena kegiatan ini memberi motivasi besar bagi keluarga dan masyarakat,” katanya. Ia berharap program ini tumbuh menjadi kegiatan rutin.
“Harapannya, program pembinaan terus berlanjut sehingga masyarakat bisa berkembang lebih baik,” jelasnya.
Ketua DPC LPM Kecamatan Cicalengka, Romli Sastra, memaparkan proses panjang persiapan kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa 12 LPM di wilayah Cicalengka bergerak bersama untuk memastikan kegiatan ini berjalan efektif. Ia menegaskan pentingnya sinergi lembaga masyarakat dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami sudah lama menunggu kegiatan ini. Alhamdulillah kegiatan akhirnya terlaksana karena kerja sama LPM dan pemerintah setempat,” ungkap Romli. Ia kemudian menjelaskan peran kolaborasi tersebut.
“Kami mensinkronkan program peningkatan kualitas sumber daya melalui pendidikan. Semoga kegiatan ini mampu mendorong kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Ia juga memastikan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada satu pertemuan. “Setelah ini akan ada kelas lanjutan untuk pendalaman materi,” tambahnya.
Selain testimoni dari pengurus LPM, beberapa peserta seminar juga menyampaikan kesan positif. Riaty, peserta dari Nagreg, mengaku mendapatkan manfaat langsung karena ia menerima stimulan modal dari Ketua DPD LPM.
“Terima kasih kepada Bapak Sahrul yang memberi modal sebesar Rp500.000. Semoga berkah dan bermanfaat bagi usaha saya,” ucapnya.
Peserta lainnya, Titin Sugiantini dari Tenjolaya, menyampaikan apresiasi serupa. Ia menerima aplikasi usaha yang mendukung permodalan kecil.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Sahrul Gunawan yang memberi aplikasi sebesar Rp50.000. Semoga rezekinya berkah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, LPM Kabupaten Bandung kembali memperlihatkan komitmen kuat dalam mengembangkan ekonomi masyarakat. Program pelatihan, sesi motivasi, dan dukungan stimulan memberi peluang nyata bagi warga untuk memulai usaha mandiri. Selain itu, kolaborasi antara DPD, DPC, perangkat desa, dan elemen masyarakat menegaskan bahwa penguatan ekonomi lokal dapat tumbuh melalui sinergi yang berkelanjutan.
Untuk memastikan kesinambungan program, LPM merancang kelas lanjutan yang akan menampung peserta dari tahap awal. Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan pendampingan yang lebih mendalam. Program ini juga diarahkan untuk memperluas akses warga terhadap peluang usaha digital yang terus berkembang.
Dengan meningkatnya antusiasme masyarakat, LPM Kabupaten Bandung membuka peluang replikasi program ke desa-desa lain. Melalui pelatihan berkelanjutan, pemberian stimulan, serta pendidikan nonformal, LPM berharap masyarakat semakin mandiri dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga. Kegiatan ini menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak cukup dengan teori saja, namun perlu praktik yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
