Dayeuhkolot, Info Burinyay – Drs. H. Bambang Budi Raharjo, M.Si mengapresiasi keterlibatan aktif warga dalam kegiatan perbaikan jalan lingkungan di wilayah RT 01/RW 04, Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Menurutnya, semangat gotong royong warga menunjukkan kepedulian nyata terhadap pembangunan lingkungan.
Tokoh masyarakat Kabupaten Bandung itu menilai warga tidak hanya menunggu bantuan, tetapi justru bergerak bersama menyelesaikan persoalan infrastruktur dasar. Ia melihat langsung bagaimana kolaborasi antarwarga mampu mempercepat proses perbaikan jalan.
“Ngahaturkeun nuhun pisan kangge masyarakat nu aktif partisipasi gotong royong ngarengsekeun jalan di lingkungan. Ieu luar biasa sareng mantap,” kata Bambang Budi Raharjo saat memberikan tanggapan.
Pada kesempatan yang sama, Camat Dayeuh Kolot Drs. Asep Suryadi, MSi., menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan. Ia menilai warga membangun jalan bukan sekadar memperbaiki akses, tetapi juga menjaga nilai kebersamaan dan solidaritas sosial.
Camat juga mendorong masyarakat untuk terus menjaga budaya gotong royong. Ia menyebut partisipasi warga sebagai elemen penting dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.
Sementara itu, warga RT 01/RW 04 membentuk Tim Pelaksana Kegiatan Perbaikan Jalan secara resmi untuk memastikan pekerjaan berjalan tertib. Tim tersebut melibatkan unsur pengurus RW serta perwakilan dari seluruh RT di lingkungan RW 04.
Ketua RW 04, Hendri Pribadi, memimpin peran sebagai pelindung dan penasihat kegiatan. Tim kemudian menunjuk Ir. Egey Julianda sebagai ketua pelaksana. Untuk mendukung kinerja tim, warga mempercayakan posisi wakil ketua kepada Daddy Windrian, SE.
Selanjutnya, Zainur, M.Pd menjalankan tugas sebagai sekretaris. Sementara itu, Sasanawati mengelola keuangan kegiatan sebagai bendahara. Selain pengurus inti, tim juga melibatkan anggota dari RT 01 hingga RT 06 yang fokus pada pengelolaan dana dan pengawasan lapangan.
Melalui pembagian tugas yang jelas, tim mampu mengatur alur pekerjaan secara efektif. Warga bekerja bergiliran dan saling membantu sesuai kemampuan masing-masing. Pola kerja ini membuat proses perbaikan jalan berjalan lancar.
Di sisi lain, keterlibatan lintas RT menciptakan rasa tanggung jawab bersama. Warga tidak lagi memandang kegiatan sebagai urusan satu RT saja, melainkan sebagai kepentingan bersama dalam satu lingkungan RW.
Bambang Budi Raharjo menilai model kerja seperti ini layak menjadi contoh bagi wilayah lain. Ia menegaskan bahwa pembangunan berbasis partisipasi warga mampu menciptakan hasil yang lebih berkelanjutan.
Dengan selesainya perbaikan jalan lingkungan tersebut, warga kini menikmati akses yang lebih aman dan nyaman. Melalui kolaborasi antara tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, dan warga, masyarakat RT 01/RW 04 menunjukkan bahwa gotong royong tetap menjadi kekuatan utama pembangunan desa.
