Jumat, Jan 16, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Dadang Komara Dorong Akses Kerja Lewat GBK Bedas Digital Kabupaten Bandung

Kepala Disnaker Kabupaten Bandung H Dadang Komara memberikan keterangan saat peluncuran Gerai Bursa Kerja Bedas Digital 2026 di MPP Soreang
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung, H. Dadang Komara, S.T., M.T., menyampaikan keterangan kepada awak media usai peluncuran Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital Tahun 2026 di Mall Pelayanan Publik (MPP) Soreang, Kamis (8/1/2026). - Foto:InfoBurinyay/Lee

Soreang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung meluncurkan Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Mall Pelayanan Publik (MPP) Soreang, Kamis (8/1/2026). Melalui peluncuran ini, Pemkab Bandung memperkuat layanan ketenagakerjaan berbasis digital bagi masyarakat.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, secara langsung membuka kegiatan tersebut. Selain itu, sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta tamu undangan menghadiri acara peluncuran. Kehadiran lintas sektor ini memperlihatkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan ketenagakerjaan.

Kepala Disnaker Kabupaten Bandung, H. Dadang Komara, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pihaknya merancang GBK Bedas Digital sebagai sarana untuk mendekatkan layanan ketenagakerjaan kepada masyarakat. Menurutnya, digitalisasi layanan menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

“Alhamdulillah, hari ini Pak Bupati meluncurkan Gerai Bursa Kerja Bedas Digital pertama di Kabupaten Bandung. Kami memfungsikan gerai ini untuk mendekatkan pelayanan ketenagakerjaan kepada masyarakat,” ujar Dadang Komara.

Ia menegaskan bahwa GBK Bedas Digital memberikan layanan yang menyeluruh. Oleh karena itu, masyarakat dapat mengakses informasi lowongan kerja secara lebih mudah. Di sisi lain, perusahaan juga dapat memperoleh tenaga kerja sesuai kebutuhan mereka.

“Gerai ini melayani pencari kerja, penyedia lowongan kerja, serta perusahaan sebagai pengguna tenaga kerja. Dengan begitu, kami berharap gerai ini mampu menjadi solusi atas persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten Bandung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dadang Komara menjelaskan bahwa Disnaker Kabupaten Bandung tidak hanya berhenti pada peluncuran awal. Sebaliknya, pihaknya menyiapkan tahapan evaluasi dan pengembangan layanan secara berkelanjutan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan efektivitas GBK Bedas Digital di lapangan.

“Ke depan, kami akan mengevaluasi pelaksanaan gerai bursa kerja di delapan kecamatan. Setelah itu, sesuai arahan Pak Bupati, kami menargetkan penyelesaian gerai di seluruh 31 kecamatan pada tahun 2026,” ungkapnya.

Menurut Dadang Komara, perluasan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya nyata pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai persoalan ketenagakerjaan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses layanan secara merata tanpa harus datang ke pusat pemerintahan.

Dalam mendukung pengembangan sistem digital, Disnaker Kabupaten Bandung menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis. Pihaknya menggandeng PT Ready, Samsung, serta Kementerian Ketenagakerjaan untuk mendukung sistem dan regulasi layanan.

“Kami bekerja sama dengan mitra digital agar layanan ini mampu menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Bandung. Untuk tingkat kecamatan, kami optimistis tidak akan mengalami kendala jaringan internet,” katanya.

Meski demikian, Dadang Komara mengakui bahwa tantangan dapat muncul ketika layanan menjangkau wilayah pelosok desa. Oleh sebab itu, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi agar pelayanan tetap berjalan optimal.

Selain penguatan sistem, Disnaker Kabupaten Bandung juga menyiapkan sumber daya manusia. Saat ini, pihaknya merekrut 62 petugas penyuluh tenaga kerja sebagai mitra yang tersebar di seluruh kecamatan. Para petugas tersebut berperan aktif dalam memberikan pendampingan dan layanan kepada masyarakat.

“Kami berharap para petugas ini dapat mendukung pelaksanaan regulasi dan pelayanan. Mereka juga akan bersinergi dengan petugas antar kerja serta fungsional pengantar kerja,” tutup Dadang Komara.

Melalui GBK Bedas Digital, Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang cepat, inklusif, dan berbasis teknologi. Dengan langkah ini, pemerintah daerah berharap mampu meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.