24.6 C
Bandung
Rabu, Feb 4, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Organisasi

IIDI Bandung Gaungkan Ketahanan Keluarga Jelang Ramadhan 1447 H

IIDI Cabang Bandung bersama Majelis Ta’lim Mutiara Hati dan Majelis Ta’lim Asholehah foto bersama usai Tarhib Ramadhan 1447 H di Kota Bandung
Pengurus IIDI Cabang Bandung bersama Majelis Ta’lim Mutiara Hati dan Majelis Ta’lim Asholehah berfoto bersama usai kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah di Sekretariat Majelis Ta’lim Mutiara Hati, Jalan Sukahaji, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Rabu (4/2/2026). - Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Bandung, Info Burinyay – IIDI Cabang Bandung bersama Majelis Ta’lim Mutiara Hati dan Majelis Ta’lim Asholehah menggelar Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah di Sekretariat Majelis Ta’lim Mutiara Hati, Jalan Sukahaji Nomor 89, Kecamatan Sukasari, Kelurahan Sukarasa, Kota Bandung, Rabu, 4 Februari 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Ketahanan Keluarga di Tengah Berbagai Tantangan Zaman, Kemaksiatan dan Musibah Lainnya.” Panitia memilih tema ini sebagai respons atas kondisi sosial yang dinilai semakin kompleks dan membutuhkan penguatan peran keluarga.

Sejak pagi hari, jamaah dari berbagai wilayah mulai berdatangan. Mereka berasal dari majelis ta’lim, organisasi keagamaan, serta masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus persiapan spiritual menjelang bulan suci Ramadhan.

Panitia membuka acara dengan kajian dan tausiah keislaman. KH. Ir. Lutfi Hermawansyah, M.M., Sekretaris Umum PW Dewan Masjid Indonesia Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua MUI Jawa Barat, menyampaikan tausiah utama. Ia mengajak umat Islam mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh dalam menyambut Ramadhan.

Menurut KH. Lutfi, Ramadhan harus disikapi lebih baik dari tahun sebelumnya. Ia menekankan pentingnya kesadaran bahwa setiap Ramadhan bisa menjadi kesempatan terakhir bagi setiap Muslim.

“Kita harus menganggap Ramadhan ini sebagai Ramadhan terakhir. Jika setahun ini berakhir dan kita dibebaskan dari siksa, maka ini adalah kesempatan luar biasa,” ujar KH. Lutfi.

Ia menegaskan bahwa kesiapan menghadapi Ramadhan tidak cukup secara fisik. Umat Islam perlu membekali diri dengan ilmu agama dan perbaikan akhlak. Dengan langkah itu, tujuan Ramadhan untuk membentuk insan bertakwa dapat terwujud.

Sementara itu, Ketua IIDI Cabang Bandung, Hj. Lia Prihariadi Zakaria, menjelaskan latar belakang pemilihan tema ketahanan keluarga. Ia menilai kondisi sosial saat ini menghadirkan tantangan serius bagi keluarga Muslim.

“Kondisi sekarang sangat memprihatinkan. Dunia ini sedang tidak baik-baik saja. Banyak kejahatan dan musibah yang menjadi peringatan bagi kita semua,” kata Hj. Lia.

Ia menambahkan bahwa keluarga harus menjadi benteng utama menghadapi kemaksiatan dan krisis moral. Menurutnya, sikap saling menjaga dan mencintai pasangan menjadi fondasi penting dalam keluarga.

“Selagi pasangan masih ada, jaga dengan baik. Jangan terlena oleh keadaan. Kita harus peka terhadap kondisi sekitar,” ujarnya.

Selain kegiatan keagamaan, panitia juga menggelar aksi sosial. IIDI Cabang Bandung menyalurkan 350 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut menyasar yatim piatu, dhuafa, dan fakir miskin.

“Alhamdulillah, kami menyalurkan 300 paket sembako. Penerima berasal dari Sarijadi, Cililin, Cihampelas, Lembang, pesantren binaan, serta korban bencana di Cisaua,” jelas Hj. Lia.

Di sisi lain, suasana kegiatan berlangsung meriah. Musik BaKaRa Ukulele Bandung tampil menghibur jamaah. Panitia juga menghadirkan bazaar makanan, garasi sale, serta pembagian kadeudeuh kepada masyarakat.

Pembimbing Utama Haji dan Umrah Khalifah Tour, Ustad Dedi Hariadi, Lc., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi kolaborasi antar majelis ta’lim dan organisasi keagamaan.

“Tema ketahanan keluarga sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kegiatan ini memberi inspirasi untuk membangun keluarga yang utuh dan tangguh,” ujar Ustad Dedi.

Ia berharap Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik bagi umat Islam. Menurutnya, Ramadhan adalah madrasah selama 30 hari untuk memperkuat iman, ketaatan, dan akhlak keluarga.

Penasehat IIDI Cabang Bandung, Hj. Sofi Eddy Haswidi, juga menyampaikan pandangannya. Ia menyebut kolaborasi antara Majelis Ta’lim Mutiara Hati dan Majelis Ta’lim Asholehah telah terjalin secara konsisten setiap tahun.

“Kami selalu berkolaborasi untuk berbagi rezeki kepada masyarakat. Ini bagian dari komitmen dakwah sosial,” tuturnya.

Perwakilan IIDI Cabang Bandung, Ida Undang, berharap sinergi tersebut terus berlanjut. Ia menilai kolaborasi ini memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas di masa mendatang,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Majelis Ta’lim Asholehah, Hj. Iyus Burhan, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Tarhib Ramadhan ini.

“Alhamdulillah, kami menjalani Tarhib Ramadhan dengan bahagia. Semoga Ramadhan tahun ini membawa kegembiraan dan keberkahan,” ucapnya.

Melalui kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah ini, panitia mendorong masyarakat untuk tidak bersikap pasif. Panitia mengajak umat Islam bergerak cepat memperbaiki diri dan memperkuat ketahanan keluarga.

Panitia berharap Ramadhan menjadi momentum perubahan. Dengan kesiapan iman, ilmu, dan kepedulian sosial, masyarakat diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih baik dan bertakwa.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.