Rancaekek, Info Burinyay – — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Demokrat, H. Saeful Bachri, menggelar pengawasan penyelenggaraan pemerintahan tahun 2026 di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (27/3/2026). Ia memadukan agenda tersebut dengan silaturahmi dan halalbihalal 1447 Hijriah bersama konstituen.
Kegiatan berlangsung di Kampung Depok, Desa Linggar. Sejak awal, Saeful Bachri memanfaatkan forum ini untuk berdialog langsung dengan masyarakat. Selain itu, ia membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi terkait pelayanan publik dan kinerja pemerintah.
Dalam pemaparannya, Saeful Bachri langsung menyoroti pengurangan dana desa dari pemerintah pusat. Ia menilai kondisi ini menuntut desa bergerak lebih adaptif. Oleh karena itu, ia mendorong aparatur desa meningkatkan kreativitas dan memperkuat kolaborasi.
“Pengurangan dana desa harus kita jawab dengan inovasi. Desa perlu bergerak lebih kreatif dan tidak bergantung pada satu sumber anggaran,” ujar Saeful.
Selanjutnya, ia mengajak pemerintah desa menggali potensi lokal secara maksimal. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan pendapatan asli desa agar pembangunan tetap berjalan.
“Kita harus memaksimalkan potensi desa, meningkatkan pendapatan asli desa, dan mengelola anggaran secara efisien. Dengan langkah itu, desa tetap bisa maju,” katanya.
Di sisi lain, Saeful Bachri mengingatkan agar desa tidak terjebak pada kondisi pesimistis. Ia justru melihat situasi ini sebagai peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa. Dalam konteks tersebut, ia menyinggung peran strategis Koperasi Merah Putih.
“Jangan patah semangat. Kita harus melihat ini sebagai investasi jangka panjang. Jika kita kelola Koperasi Merah Putih dengan baik, maka desa bisa memperkuat ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, Saeful Bachri menegaskan bahwa ia rutin turun ke Rancaekek setiap bulan. Ia menggunakan kegiatan ini untuk memastikan jalannya pemerintahan tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
“Setiap bulan saya turun ke Rancaekek. Saya ingin mendengar langsung kondisi di lapangan dan menyerap aspirasi masyarakat,” jelasnya.
Kemudian, ia memastikan setiap masukan akan ia tindak lanjuti. Ia akan membawa aspirasi tersebut ke tingkat provinsi agar pemangku kebijakan segera merespons kebutuhan masyarakat.
“Saya akan menyampaikan semua masukan kepada Gubernur dan OPD di Jawa Barat agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Faisal Radi Sukmana, turut menghadiri kegiatan tersebut. Ia langsung mengapresiasi langkah Saeful Bachri yang aktif turun ke masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan pengawasan ini. Selain menjalankan fungsi legislatif, kegiatan ini juga memperkuat silaturahmi dengan masyarakat,” kata Faisal.
Lebih lanjut, Faisal menegaskan bahwa anggota DPRD memiliki kewajiban menyerap aspirasi masyarakat. Karena itu, ia menilai forum seperti ini sangat efektif untuk menjembatani komunikasi antara warga dan pemerintah.
“Tadi masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung. Ini penting karena anggota DPRD provinsi memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti di tingkat Jawa Barat,” jelasnya.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkuat fungsi pengawasan, tetapi juga mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut agar pembangunan daerah berjalan lebih responsif, adaptif, dan partisipatif.
