Sabtu, Apr 4, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratParlementer

Buky Wibawa Bongkar Strategi Besar: Budaya Harus Bertransformasi atau Tertinggal!

Buky Wibawa Karya Guna menyampaikan orasi ilmiah dalam perayaan Dies Natalis ke-58 ISBI Bandung di Gedung Kesenian Sunan Ambu
Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, memaparkan pentingnya transformasi dan inovasi budaya saat orasi ilmiah Dies Natalis ke-58 ISBI Bandung, Rabu (1/4/2026). - Foto:infoburinyay/yk

Bandung, Infoburinyay – Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, menegaskan pentingnya transformasi dan inovasi untuk menjaga keberlanjutan seni budaya di tengah percepatan digitalisasi. Ia menilai, seluruh pemangku kepentingan harus memperkuat ekosistem budaya secara terintegrasi agar mampu menjawab tantangan zaman.

Buky menyampaikan pandangan tersebut saat memberikan orasi ilmiah dalam peringatan Dies Natalis ke-58 ISBI Bandung di Gedung Kesenian Sunan Ambu, Rabu (1/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia langsung menyoroti dampak perkembangan teknologi terhadap dinamika kebudayaan.

Ia menjelaskan bahwa seni budaya membentuk sebuah ekosistem yang melibatkan banyak aktor. Karena itu, setiap elemen harus bekerja secara sinergis agar sistem tetap berjalan optimal. Ia menyebut peran seniman, kampus, komunitas, industri kreatif, dan pemerintah sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.

“Kelemahan satu unsur akan langsung melemahkan sistem secara keseluruhan. Karena itu, kita harus memperkuat semua lini secara bersamaan,” ujar Buky.

Selain itu, ia mengajak publik untuk mengubah cara pandang terhadap tradisi. Ia menegaskan bahwa tradisi tidak boleh berhenti pada bentuk lama. Sebaliknya, masyarakat perlu mengembangkan tradisi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Transformasi menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Kita menjaga akar budaya, sekaligus menghadirkan bentuk baru yang lebih kontekstual,” katanya.

Selanjutnya, Buky mendorong langkah konkret untuk menghidupkan tradisi melalui inovasi. Ia menggarisbawahi pentingnya digitalisasi sebagai medium utama untuk memperluas jangkauan budaya. Di sisi lain, ia juga mengajak pelaku seni untuk membangun kolaborasi lintas disiplin dan melakukan eksplorasi kreatif.

Namun demikian, ia mengakui berbagai tantangan masih menghambat penguatan budaya. Ia menyoroti kesenjangan akses teknologi yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Selain itu, ia melihat perlindungan terhadap pelaku seni belum berjalan optimal. Ia juga menilai literasi budaya masyarakat masih perlu ditingkatkan.

Dalam kerangka kebijakan, Buky merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ia meminta seluruh pihak untuk mengoptimalkan implementasi regulasi tersebut melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menempatkan ISBI Bandung sebagai aktor kunci dalam penguatan ekosistem budaya. Ia menilai kampus tersebut mampu mengintegrasikan pendidikan, riset, dan praktik kebudayaan dalam satu ekosistem yang dinamis. Bahkan, ISBI berpotensi memperluas jejaring hingga tingkat internasional.

Di akhir orasi, Buky kembali menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi. Ia mengingatkan bahwa inovasi harus tetap berpijak pada nilai lokal agar tidak kehilangan jati diri.

“Inovasi menjaga identitas tetap hidup. Karena itu, kita harus memperkuat ekosistem seni budaya sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan,” tegasnya.

Melalui momentum Dies Natalis ini, Buky mendorong institusi pendidikan seni untuk terus mengambil peran aktif. Ia berharap ISBI Bandung mampu memimpin penguatan ekosistem budaya yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.