Bogor, Info Burinyay – Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, SE., memberikan apresiasi atas terbitnya Koran Langlang Budaya. Ia menyampaikan apresiasi tersebut dalam keterangan pers pada Minggu malam, 1 Februari 2026. Acara tersebut berlangsung di Villa Paul Sentul Cozy, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Erwan Setiawan menegaskan pentingnya keberadaan media berbahasa daerah. Ia menyebut bahasa Sunda sebagai bahasa ibu masyarakat Jawa Barat. Oleh karena itu, ia memandang media berbahasa Sunda memiliki peran strategis.
Selain itu, Erwan menilai Koran Langlang Budaya mampu menjadi sarana pelestarian budaya. Ia melihat media cetak daerah masih relevan di tengah perkembangan digital. Bahkan, ia menyebut media lokal memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat.
Lebih lanjut, Erwan mendorong pemanfaatan Koran Langlang Budaya di lingkungan pendidikan. Ia mengajak sekolah dan pendidik untuk mengenalkan koran tersebut kepada siswa. Menurutnya, siswa perlu terbiasa membaca dalam bahasa Sunda sejak dini.
“Koran Langlang Budaya ini sangat positif. Karena menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu, para siswa bisa belajar dan memahami bahasa Sunda dengan lebih baik,” ujar Erwan Setiawan.
Selanjutnya, Erwan menyoroti tantangan penggunaan bahasa daerah saat ini. Ia melihat pengaruh bahasa asing dan media digital semakin kuat. Namun demikian, ia meyakini bahasa daerah tetap bisa bertahan.
Di sisi lain, Erwan menekankan peran insan pers dalam menjaga kualitas bahasa. Ia meminta pengelola media tetap konsisten menggunakan bahasa Sunda yang baik dan benar. Dengan begitu, media dapat berfungsi sebagai rujukan literasi.
Erwan juga menyinggung pentingnya kualitas jurnalistik. Ia mengingatkan agar media tetap mengedepankan akurasi dan etika pers. Selain itu, ia mendorong inovasi dalam penyajian konten.
“Kami ingin Koran Langlang Budaya terus berkembang. Media ini harus menjaga kualitas berita. Media juga perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pembaca,” katanya.
Sementara itu, Erwan menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah bukan hanya tugas pemerintah. Ia mengajak masyarakat, pendidik, dan media untuk berkolaborasi. Kolaborasi tersebut ia anggap sebagai kunci keberlanjutan bahasa Sunda.
Lebih jauh, Erwan melihat Koran Langlang Budaya sebagai jembatan antara tradisi dan zaman modern. Ia meyakini media berbahasa daerah dapat tetap relevan. Keyakinan tersebut muncul jika media mampu membaca kebutuhan generasi muda.
Dengan hadirnya Koran Langlang Budaya, Erwan melihat peluang besar dalam penguatan identitas lokal. Ia menyebut media cetak daerah sebagai ruang ekspresi budaya. Ruang tersebut menurutnya harus terus dijaga.
Sebagai penutup, Erwan Setiawan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pelestarian budaya daerah. Ia memastikan pemerintah akan terus membuka ruang bagi inisiatif kebudayaan. Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat jati diri masyarakat Jawa Barat.
