Jumat, Jan 16, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratKegiatan Organisasi

KNPI Ajak Pemuda Jabar Kolaborasi Bangun Daerah Lewat Dialog Kebangsaan

Dialog Kebangsaan dihadiri oleh unsur eksekutif, legislatif, dan OKP se-Jabar.
Dialog Kebangsaan dihadiri oleh unsur eksekutif, legislatif, dan OKP se-Jabar. (Foto:InfoBurinyay/yk)

Bandung, infoburinyay – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Korps Alumni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat menggelar Dialog Kebangsaan bertema “Peran Strategis Pemuda dalam Mewujudkan Indonesia Emas” di Gedung DPRD Jabar, Kamis (30/10/2025).

Acara ini menghadirkan para tokoh penting yang berkomitmen memperkuat peran pemuda sebagai motor pembangunan Jawa Barat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi I DPRD Jabar H. Rahmat Hidayat Djati, M.I.P., Wakil Ketua DPRD Jabar M.Q. Iswara, Kepala Kesbangpol Jabar Wahyu Mijaya, Kadispora Jabar Hery Antasari, serta alumni KNPI dan perwakilan OKP dari berbagai kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Rahmat Hidayat Djati menegaskan bahwa generasi muda memegang peranan penting dalam menjaga nilai-nilai demokrasi. Menurutnya, di era digital yang serba cepat, pemuda harus tampil sebagai penggerak perubahan dan penyeimbang opini publik.

“Pemuda harus bijak menggunakan media sosial. Setiap unggahan bisa berdampak luas. Karena itu, kita perlu berpikir jernih dan bertindak positif,” ujar Rahmat.

Ia juga mengingatkan bahwa aksi demonstrasi yang terjadi pada akhir Agustus 2025 menjadi pelajaran berharga. Para aktivis, menurutnya, dapat menyalurkan aspirasi dengan cara santun tanpa tindakan anarkis.

“Banyak anggota DPRD Jabar berasal dari dunia aktivis. Sekarang mereka menyalurkan semangat perjuangan lewat kebijakan publik. Itu contoh nyata bahwa aktivisme bisa berubah menjadi kekuatan konstruktif,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Jabar M.Q. Iswara (tiga dari kiri), Ketua Komisi I Rahmat Hidayat Djati (tiga dari kanan), dalam Dialog Kebangsaan yang digelar oleh Korps Alumni KNPI Jawa Bara
Wakil Ketua DPRD Jabar M.Q. Iswara (tiga dari kiri), Ketua Komisi I Rahmat Hidayat Djati (tiga dari kanan), dalam Dialog Kebangsaan yang digelar oleh Korps Alumni KNPI Jawa Barat. (Foto:InfoBurinyay/yk)

Selain itu, Rahmat menilai bahwa media sosial kini menjadi ruang utama untuk membentuk opini publik. Oleh sebab itu, literasi digital harus menjadi bagian dari gerakan kepemudaan.

“Melalui media sosial, kita bisa membaca apa yang dirasakan generasi muda. Namun, informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan gesekan sosial. Maka literasi digital menjadi keharusan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa DPRD Jabar terus membuka ruang kolaborasi dengan KNPI. Menurutnya, kerja sama lintas lembaga akan memperkuat pembangunan daerah yang berbasis partisipasi pemuda.

“DPRD Jabar siap mendukung program KNPI. Kami ingin memastikan setiap pemuda memiliki kesempatan berperan langsung dalam pembangunan,” ujar politisi PKB tersebut.

Momentum Sumpah Pemuda, lanjut Rahmat, tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Ia mengajak seluruh generasi muda menjadikan semangat 28 Oktober 1928 sebagai inspirasi untuk terus bersatu dan berinovasi.

“Para pemuda 1928 mampu melahirkan gagasan besar tanpa teknologi. Sekarang, dengan segala kemudahan digital, seharusnya kita bisa menghasilkan karya yang lebih luas untuk bangsa,” jelasnya.

Rahmat menekankan pentingnya kolaborasi lintas komunitas agar semangat kebangsaan tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jabar M.Q. Iswara menjelaskan bahwa DPRD berkomitmen menjaga pembangunan tetap berjalan, meski ada kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, efisiensi bukan pengurangan, tetapi penyempurnaan arah kebijakan.

“Efisiensi berarti menyesuaikan anggaran agar lebih efektif. Kami ingin memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai prioritas,” ucap Iswara.

Korps Alumni KNPI Jabar menggelar Dialog Kebangsaan di Rooftop Gedung DPRD Jabar, Kamis (30102025).
Korps Alumni KNPI Jabar menggelar Dialog Kebangsaan di Rooftop Gedung DPRD Jabar, Kamis (30102025). Foto:InfoBurinyay/yk

Ia menilai bahwa Jawa Barat memiliki potensi besar. Dengan jumlah penduduk mencapai 51 juta jiwa, mayoritas terdiri dari milenial dan generasi Z. Menurutnya, kelompok ini menjadi penentu arah masa depan Jawa Barat.

“Kalau ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka Jawa Barat harus berada di barisan depan. Generasi muda adalah mesin penggerak untuk mencapainya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia Korps Alumni KNPI Jabar Pam Riadi menegaskan bahwa organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga semangat kebangsaan. Ia menyebut KNPI sebagai wadah strategis bagi pemuda untuk menyatukan visi pembangunan daerah.

“KNPI adalah rumah besar bagi pemuda Jawa Barat. Kami siap bermitra dengan DPRD dan pemerintah provinsi untuk menghadirkan program nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pam Riadi menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pemuda sangat penting. Ia percaya bahwa perubahan besar akan lahir jika semua pihak berjalan bersama.

“Pemuda tidak boleh hanya menonton perubahan. Mereka harus terlibat langsung, menciptakan gagasan, dan bertindak nyata. KNPI siap mengawal semangat itu hingga Indonesia Emas 2045 benar-benar terwujud,” pungkasnya.

Dialog Kebangsaan ini menjadi ruang penting bagi pemuda dan pemerintah daerah untuk bertukar ide serta membangun sinergi. Selain memperkuat semangat nasionalisme, forum tersebut juga menghasilkan beberapa rekomendasi kolaboratif untuk mempercepat pembangunan Jawa Barat.

Dengan semangat kebersamaan, KNPI dan DPRD Jabar sepakat memperkuat partisipasi generasi muda di bidang sosial, ekonomi, dan politik. Melalui sinergi berkelanjutan, Jawa Barat diharapkan mampu menjadi pusat energi kepemudaan menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.