Jumat, Jan 16, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Organisasi

FPRB Kabupaten Bandung dan IDEP Gelar Simulasi Peringatan Dini Banjir Berbasis Masyarakat

Peserta simulasi peringatan dini banjir mengikuti pengarahan FPRB Kabupaten Bandung dan Yayasan IDEP di GSG Kelurahan Rancaekek Kencana.
Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bandung bersama Yayasan IDEP Selaras Alam memberikan pengarahan kepada peserta simulasi peringatan dini banjir berbasis masyarakat di Gedung Serba Guna Kelurahan Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis (18/12/2025). Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Rancaekek, Info Burinyay – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan Yayasan IDEP Selaras Alam menggelar simulasi peringatan dini Program Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Masyarakat. Kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Kelurahan Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis, 18 Desember 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, sejak 16 hingga 18 Desember 2025. Selama pelaksanaan, panitia melibatkan unsur pemerintah, relawan kebencanaan, dan masyarakat setempat secara aktif.

Selain itu, simulasi dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman banjir yang kerap melanda wilayah Rancaekek Kencana. Oleh karena itu, peserta mengikuti rangkaian materi, diskusi, hingga simulasi lapangan menyerupai kondisi bencana sesungguhnya.

Ketua FPRB Kabupaten Bandung, Cecep Yusup Mulyana, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Menurutnya, kesiapan menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak banjir.

“Harapannya, pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana, khususnya banjir, bisa lebih baik. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama melaksanakan kegiatan kemanusiaan,” ujar Cecep.

Lebih lanjut, Cecep menekankan bahwa masyarakat harus siap menghadapi bencana kapan pun terjadi. Ia menyebut kesiapsiagaan sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau relawan.

“Pada intinya, masyarakat memang harus sudah siap menghadapi bencana. Kesiapsiagaan itu mutlak dan harus dibangun bersama,” katanya.

Sementara itu, Lurah Rancaekek Kencana, Tito Sumitro, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas lembaga tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberi dampak positif bagi penguatan kebersamaan warga.

“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terima kasih kepada FPRB Kabupaten Bandung, BPBD, serta Yayasan IDEP Selaras Alam. Kami mendukung penuh kegiatan ini,” ujar Tito.

Menurut Tito, simulasi ini menjadi momentum penting bagi Kelurahan Rancaekek Kencana. Ia menyebut kebersamaan dan persatuan warga semakin terlihat dalam upaya meminimalkan risiko banjir.

Selain itu, Tito menyampaikan bahwa kegiatan ini mendorong terbentuknya kelompok kebencanaan di tingkat kelurahan. Ke depan, kelompok tersebut akan berkolaborasi dengan berbagai lembaga masyarakat.

“Upaya konkret seperti normalisasi drainase berbasis masyarakat sangat diperlukan untuk meminimalkan dampak banjir di Kencana,” jelasnya.

Direktur Yayasan IDEP Selaras Alam, Awal, menuturkan bahwa simulasi peringatan dini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat. Ia berharap warga mampu mengenali tanda bahaya dan menyampaikan informasi secara cepat.

“Dengan simulasi ini, masyarakat bisa mengetahui peringatan dini dan cara menyampaikannya. Saat banjir terjadi, mereka sudah siap,” kata Awal.

Selain kesiapsiagaan, Awal juga menekankan pentingnya kepedulian lingkungan. Menurutnya, menjaga drainase dan mengelola sampah menjadi langkah nyata mencegah banjir.

“Harapannya, tidak ada korban dan tidak ada kerusakan ketika banjir terjadi,” tambahnya.

Ketua LPMK Rancaekek Kencana, Anton Sule, menyebut simulasi selama tiga hari berjalan dengan baik. Ia mengingatkan relawan agar mempersiapkan mental dan kesehatan.

“Kami tekankan kepada relawan agar siap mental. Kejadian bencana sering berada di luar prediksi,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua KSB Kelana Rancaekek Kencana, Rudi Kurniyanto, menyampaikan bahwa simulasi puncak dirancang menyerupai kondisi nyata. Ia berharap warga semakin tangguh menghadapi bencana.

“Kami berharap warga Kencana siap dan tangguh menangani bencana, khususnya banjir,” kata Rudi.

Rudi juga mengungkapkan jumlah peserta yang terlibat. Ia menyebut sebanyak 41 pengurus KSB Kelana turut serta, dengan dukungan sekitar 100 warga.

Selain itu, Rudi menegaskan bahwa KSB Kelana terus berkoordinasi dengan BMKG, SWR, dan BPBD. Koordinasi tersebut bertujuan mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat.

Peserta simulasi, Abah Mustopa dan Sucipto, menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai simulasi memberi pemahaman nyata tentang kesiapsiagaan.

“Kami mengajak masyarakat aktif di KSB. Setelah menerima informasi, warga harus bersiap, minimal menyiapkan dokumen penting,” ujar Abah Mustopa.

Melalui kegiatan ini, FPRB Kabupaten Bandung dan mitra berharap tercipta masyarakat Rancaekek Kencana yang lebih siap, peduli, dan tangguh menghadapi perubahan iklim serta risiko bencana banjir.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.