25.1 C
Bandung
Jumat, Mar 27, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Pemerintahan

Rancabali Bergerak Cepat! Sampah, PKL, dan Parkir Liar Disikat Usai Idul Fitri

Camat Rancabali H. Mamet Slamet menyampaikan sambutan dalam rapat koordinasi dan Halal Bihalal tingkat kecamatan di aula kantor kecamatan
Camat Rancabali H. Mamet Slamet, S.IP., M.Si memberikan sambutan saat rapat koordinasi yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal tingkat kecamatan. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi atas capaian penghargaan Kabupaten Bandung, sekaligus menekankan evaluasi libur Idul Fitri, penanganan sampah, parkir liar, serta mengajak seluruh desa melaksanakan operasi bersih serentak dan memperkuat program inovasi KARASA. - Foto:infoburinyay/lee

Rancabali, Info Burinyay – Pemerintah Kecamatan Rancabali menggelar rapat koordinasi terpadu yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal tingkat kecamatan. Kegiatan berlangsung di aula kantor kecamatan dan menghadirkan seluruh unsur pemangku kepentingan wilayah.

Sejak awal kegiatan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) hadir bersama para kepala desa, ketua BPD, ketua LPMD, pengurus BUMDes, ketua koperasi desa Merah Putih, tokoh MUI, pengelola wisata, PKK desa, hingga perwakilan organisasi perangkat daerah tingkat kecamatan. Kehadiran lintas sektor ini memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat pengambilan keputusan strategis di wilayah Rancabali.

Pada pembukaan rapat, camat Rancabali, H. Mamet Slamet, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi dari Bupati Bandung atas capaian 67 penghargaan selama satu tahun masa jabatan periode kedua. Selain itu, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut lahir dari kolaborasi aktif antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pengelola sektor pariwisata. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk menjaga konsistensi kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Selanjutnya, forum langsung membahas evaluasi libur Idul Fitri. Secara khusus, peserta menyoroti penanganan sampah di sepanjang jalan dan kawasan wisata. Di sisi lain, rapat juga menilai penertiban pedagang kaki lima serta parkir liar yang memicu kemacetan di sejumlah titik strategis Rancabali. Dengan demikian, peserta menyepakati perlunya langkah cepat dan terukur untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan pada periode berikutnya.

Sebagai tindak lanjut, camat mengajak seluruh kepala desa dan pengelola wisata melaksanakan operasi bersih serentak pada Senin pagi. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan citra kawasan wisata Rancabali sebagai destinasi unggulan.

Suasana usai rapat koordinasi dan Halal Bihalal tingkat Kecamatan Rancabali yang digelar di aula kantor kecamatan. Kegiatan ini dihadiri Forkopimcam, kepala desa, BPD, LPMD, pengelola wisata, serta berbagai elemen masyarakat. Dalam forum tersebut, peserta membahas evaluasi libur Idul Fitri, penanganan sampah, parkir liar, serta rencana operasi bersih serentak dan penguatan program inovasi pelayanan KARASA. Foto:infoburinyay/lee

Di sisi agenda pembangunan, rapat turut membahas persiapan Hari Jadi Kabupaten Bandung dan Hari Jadi Kecamatan Rancabali. Para peserta merumuskan konsep kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas, sehingga momentum peringatan mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Lebih lanjut, forum juga mengulas dukungan terhadap program prioritas pemerintah. Rancabali saat ini memiliki sembilan SPPG dalam program MBG, dengan tujuh unit telah beroperasi dan dua lainnya berada di kategori 3T yang belum aktif. Selain itu, pembangunan gerai baru Koperasi Desa Merah Putih di Desa Alamendah terus berjalan. Sementara itu, program Sekolah Rakyat menjadi fokus tambahan dalam upaya pemerataan akses pendidikan.

Tidak hanya itu, rapat menegaskan keberlanjutan inovasi KARASA atau Kecamatan Ngantor di Wilayah Desa. Program ini telah meraih peringkat ketiga inovasi daerah dan mendapat apresiasi langsung dari Bupati Bandung. Dalam implementasinya, layanan hadir setiap hari di dua RW dengan dua sesi waktu, yaitu pukul 09.00–12.00 dan 13.00–16.00. Antusiasme warga terlihat tinggi karena program ini memangkas jarak layanan yang sebelumnya cukup jauh dari kantor kecamatan.

Pada penutup kegiatan, camat menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat. Ia mengakui masih terdapat kekurangan dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri, seraya berharap kebersamaan ini mampu memperkuat pelayanan publik dan pembangunan di Rancabali.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.