Bandung, Info Burinyay – – Persib Bandung membuka peluang besar untuk mencetak sejarah pada kompetisi BRI Superleague musim 2025–2026. Hingga pekan terkini, Maung Bandung mengoleksi 61 poin dan tetap memimpin klasemen sementara.
Di sisi lain, Borneo FC terus menempel ketat di posisi kedua dengan selisih tipis. Namun, Persib masih menyimpan satu pertandingan lebih banyak. Kondisi ini membuat posisi mereka tetap aman secara matematis.
Lebih jauh, peluang meraih hattrick juara semakin terbuka. Pengamat sepak bola, Wahyu Budiantoro, menilai kekuatan utama Persib terletak pada kedalaman skuad.
Ia menegaskan bahwa pelatih Bojan Hodak mampu mengelola rotasi pemain dengan sangat efektif. Ia tidak sekadar mengganti pemain, tetapi menyesuaikan strategi dengan karakter masing-masing.
“Ketika pemain lain disimpan, bukan berarti dia pelapis. Bojan memahami karakter pemain; kapan harus dimainkan dan kapan harus diistirahatkan. Semua adalah tim utama,” ujar Wahyu.
Selain itu, Wahyu juga menyoroti fleksibilitas lini depan Persib. Tim ini memiliki dua penyerang dengan karakter berbeda. Variasi tersebut membuat pola serangan menjadi lebih dinamis dan sulit ditebak.
Namun demikian, Wahyu mengingatkan pentingnya menjaga faktor non-teknis. Ia menilai aspek ini sering luput dari perhatian, padahal sangat menentukan.
Ia mengacu pada pengalaman saat era Arcan Iurie dan Mario Gomez. Saat itu, Persib gagal mempertahankan peluang juara karena masalah di luar lapangan.
“Selain pelatih dan manajemen, Bobotoh harus lebih waspada. Jangan sampai muncul sanksi yang merugikan tim. Kita pernah kehilangan peluang karena hal tersebut,” tegasnya.
Karena itu, peran Bobotoh menjadi sangat penting. Mereka perlu menjaga kondusivitas agar tim tetap fokus hingga akhir musim.
Sementara itu, peluang Persib semakin terbuka jika mampu menjaga tren positif. Wahyu memperkirakan tim bisa mengunci gelar lebih cepat jika meraih kemenangan dalam lima laga ke depan.
Dengan skenario tersebut, Persib berpotensi datang ke markas Persija Jakarta dengan status juara.
“Jika lima laga ke depan disapu bersih, maka saat tandang ke markas Persija nanti, Persib sudah berstatus juara. Itu sangat mungkin terjadi,” pungkas Wahyu.
Dengan demikian, Persib kini memegang kendali penuh. Konsistensi performa, kecerdasan rotasi pemain, dan stabilitas tim akan menentukan langkah mereka menuju gelar bersejarah.
