Jumat, Jan 16, 2026
Info Burinyay
Parlementer

Dr. Cecep Suhendar Tegaskan Peran Strategis Guru di Era Digital pada Peringatan HUT PGRI ke-80 di Rancaekek

Ketua Komisi D DPRD Kab Bandung saat diwawancarai pada acara Peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025 di Rancaekek.
Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., Ketua Komisi D DPRD Kab Bandung, memberikan pernyataan usai mengikuti Peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025 yang digelar PGRI Rancaekek di SMAN 1 Rancaekek, lengkap dengan deretan piala lomba dan peserta upacara sebagai latar kegiatan. (Foto:InfoBurinyay/Denjaya)

Rancaekek, Info Burinyay – eringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025 di Rancaekek menghadirkan perhatian besar terhadap penguatan profesi guru. Pada kegiatan yang berlangsung di Lapang Upacara SMAN 1 Rancaekek, Selasa 25 November 2025, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., menyampaikan pandangan tegas mengenai peran guru di tengah percepatan digital.

Dalam kesempatan itu, Dr. Cecep menegaskan bahwa guru selalu memegang fungsi keteladanan. Ia menjelaskan bahwa guru layak dibaca dan ditiru karena membawa ilmu sekaligus sikap yang membangun karakter siswa. Ia kemudian menambahkan bahwa konsistensi moral seorang guru menentukan kualitas generasi mendatang.

Seiring meningkatnya laju transformasi digital, Dr. Cecep menilai bahwa tuntutan pendidikan ikut berubah. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah memperbaiki regulasi yang mengatur profesi guru dan dosen. Dengan langkah tersebut, ia berharap kebijakan pendidikan memberikan perlindungan yang lebih jelas bagi pendidik. Ia juga melihat bahwa aturan yang berpihak dapat meningkatkan kepercayaan guru dalam menjalankan tugas di ruang kelas.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua. Ia menyampaikan bahwa satuan pendidikan membutuhkan dukungan penuh keluarga agar proses pembelajaran berjalan selaras. Ia juga mengusulkan fakta integritas antara guru, sekolah, dan orang tua. Dengan cara itu, setiap pihak memahami perannya saat siswa mengikuti seluruh aturan sekolah.

Ia menegaskan bahwa wibawa guru harus tetap kuat. Karena itu, ia meminta orang tua menghargai proses pendidikan yang diterapkan sekolah. Ia melihat bahwa pendekatan disiplin sering menimbulkan salah paham, sehingga ia ingin mencegah kondisi tersebut terjadi di Rancaekek. Ia pun mengajak semua pihak menjaga kehormatan profesi guru.

Lebih jauh, ia menilai bahwa guru membutuhkan dukungan kebijakan yang stabil. Ia menjelaskan bahwa transformasi digital menuntut peningkatan kompetensi yang berkelanjutan. Dengan dukungan regulasi yang jelas, guru dapat beradaptasi tanpa kehilangan peran humanis mereka. Ia menekankan bahwa pendidikan modern tetap membutuhkan sentuhan kepribadian dari tenaga pendidik.

Kegiatan PGRI Rancaekek tahun ini menghadirkan antusiasme dari para guru, pengurus organisasi, dan tamu undangan. Melalui momentum tersebut, PGRI Rancaekek memperkuat komitmen dalam memperjuangkan martabat profesi guru. Dengan semangat kebersamaan, seluruh peserta berharap peringatan HUT PGRI ke-80 mampu memacu peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung.

Acara di SMAN 1 Rancaekek itu sekaligus membuka ruang refleksi bagi dunia pendidikan. Dengan hadirnya tokoh seperti Dr. Cecep, kegiatan ini tidak hanya berlangsung sebagai seremoni, tetapi juga menjadi diskusi tentang arah masa depan profesi guru. Ia pun berharap seluruh guru di Rancaekek terus menguatkan dedikasi di tengah perubahan zaman.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.