Bandung, Info Burinyay — Dunia pendidikan di Kota Bandung kembali berduka. Konflik antarpelajar yang melibatkan siswa SMAN 5 Bandung dan SMAN 2 Bandung menewaskan seorang siswa. Peristiwa tersebut langsung memicu perhatian publik dan lembaga legislatif di Jawa Barat.
Komisi V DPRD Jawa Barat segera merespons kejadian itu. Para anggota dewan meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mengambil langkah cepat untuk meredam situasi. Selain itu, mereka juga meminta dinas memperkuat pencegahan konflik di lingkungan sekolah.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Iwan Koswara, menegaskan pemerintah daerah tidak boleh bersikap pasif ketika konflik pelajar terjadi. Ia menilai pemerintah harus menunjukkan langkah nyata agar kekerasan tidak meluas.
” Pemerintah melalui Dinas Pendidikan harus segera mengambil tindakan cepat dan tegas. Jangan sampai kejadian ini memicu konflik berkepanjangan. Jangan sampai ada balas dendam,” ujar Iwan pada Sabtu (14/3/2026) malam.
Selanjutnya, Iwan mengingatkan potensi aksi balasan yang sering muncul dalam konflik antarsekolah. Karena itu, ia meminta para siswa dan masyarakat menahan diri. Ia juga meminta semua pihak memberi ruang kepada aparat penegak hukum untuk menangani kasus tersebut.
Selain itu, Iwan menekankan pentingnya menjaga keamanan lingkungan pendidikan. Ia menilai sekolah, pemerintah, dan orang tua harus bekerja sama melindungi siswa dari kekerasan.
Menurutnya, penguatan pendidikan karakter perlu menjadi perhatian utama. Sekolah perlu menanamkan nilai dialog, kedewasaan, dan pengendalian emosi kepada siswa sejak dini.
“Keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama. Peristiwa ini harus menjadi pelajaran pahit agar pengawasan dan pembinaan terhadap pelajar semakin kuat,” kata Iwan.
Lebih jauh, DPRD Jawa Barat juga meminta Disdik meningkatkan pemantauan aktivitas pelajar. Sekolah tidak hanya mengawasi kegiatan di dalam lingkungan sekolah. Guru dan pihak sekolah juga perlu memantau aktivitas siswa di luar sekolah yang berpotensi memicu konflik.
Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah dapat mencegah konflik sejak awal. Selain itu, sekolah dapat membangun lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan mendukung perkembangan pelajar di Jawa Barat.
