Bojongsoang, Info Burinyay – Kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun 2026 berlangsung di GOR Desa Buah Batu, Jalan Batusari No. 51 A, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat, 20 Februari 2026. Agenda ini menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi NasDem Daerah Pemilihan Kabupaten Bandung, Dra. Hj. Tia Fitriani, serta Kepala Desa Buah Batu H. Asep Sobari.
Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus forum penyampaian aspirasi masyarakat desa. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program pemerintah provinsi di tingkat desa.
Dra. Hj. Tia Fitriani menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga dan para kader yang hadir. Ia menilai semangat masyarakat tetap terjaga meski kegiatan berlangsung pada hari kedua bulan Ramadhan.
“Alhamdulillah hari ini saya hadir di Desa Buah Batu. Kegiatan dipusatkan di GOR Desa bersama Pak Kades dan Ibu Kades selaku Ketua PKK. Walaupun memasuki hari kedua Ramadhan, para kader tetap semangat,” ujar Tia.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmennya untuk mengawal sembilan program unggulan Gubernur Jawa Barat. Menurutnya, pengawalan program menjadi tanggung jawab legislatif agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat desa.
“Saya akan terus mengawal sembilan program unggulan Pak Gubernur. Ketika program itu berjalan optimal, dampaknya tentu akan sangat luar biasa bagi masyarakat,” katanya.
Namun demikian, Tia juga menyoroti aspirasi yang muncul hampir merata di berbagai desa, termasuk Desa Buah Batu. Ia menyebut kebijakan Bantuan Provinsi (Banprov) yang hanya difokuskan untuk infrastruktur dinilai membatasi fleksibilitas kebutuhan desa.
“Banprov yang ditujukan hanya untuk infrastruktur membuat desa kesulitan karena kegiatan sudah terkunci. Padahal kebutuhan setiap desa berbeda. Ini akan saya sampaikan dalam program kepala daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Buah Batu H. Asep Sobari menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran anggota DPRD provinsi mampu meningkatkan motivasi pemerintah desa dalam menjalankan program pembangunan.
“Dengan adanya kunjungan Ibu Hj. Tia, semangat kami bertambah. Mudah-mudahan silaturahmi ini terus terjalin dan kami tetap semangat mengawal program Pak Gubernur,” ujarnya.
Selain persoalan Banprov, Asep juga menyampaikan persoalan banjir yang kerap melanda wilayahnya. Ia menjelaskan Desa Buah Batu berbatasan langsung dengan Kota Bandung. Aliran air dari wilayah Bandung Utara, menurutnya, masuk ke Desa Buah Batu dan bermuara di Kecamatan Bojongsoang sehingga memicu genangan dan banjir.
“Air dari Bandung Utara masuk ke Desa Buah Batu dan bermuara di Bojongsoang. Akibatnya terjadi banjir. Kami memohon kepada Pak Gubernur dan juga Pak Wali Kota agar ada solusi supaya air tidak meluap ke wilayah Kabupaten Bandung,” kata Asep.
Dengan demikian, forum pengawasan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi program, tetapi juga wadah konkret penyampaian kebutuhan daerah perbatasan. Ke depan, pemerintah desa berharap sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dapat menghadirkan solusi menyeluruh, khususnya terkait kebijakan bantuan dan penanganan banjir lintas wilayah.
