26.1 C
Bandung
Selasa, Mar 31, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Hanya 9 Desa Siap Pilkades PAW, Bupati Bandung Warning Keras Soal Netralitas!

Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin rapat koordinasi Pilkades PAW bersama Forkopimda dan Kapolresta Bandung di Rumah Dinas Bupati Soreang
Bupati Bandung Dadang Supriatna (tengah) memimpin rapat koordinasi persiapan Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) di Rumah Dinas Bupati, Soreang, Senin (30/3/2026). Rapat dihadiri Kapolresta Bandung, unsur TNI, kepala OPD, dan jajaran Forkopimda untuk memastikan kesiapan, netralitas panitia, serta keamanan pelaksanaan Pilkades PAW di 9 desa yang telah siap. -Foto:infoburinyay/diskominfo

Soreang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung mempercepat persiapan Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW). Bupati Bandung, Dadang Supriatna, memimpin langsung rapat koordinasi pada Senin, 30 Maret 2026, di Rumah Dinas Bupati, Soreang. Sejumlah kepala OPD, jajaran Forkopimda, dan Kapolresta Bandung hadir dalam pertemuan tersebut.

Bupati membuka rapat dengan menegaskan tujuan utama kegiatan ini. Ia ingin memastikan seluruh tahapan Pilkades PAW berjalan optimal, tertib, dan aman. Selain itu, ia meminta semua pihak memperkuat koordinasi sejak tahap awal. Saat ini, dari 13 desa yang merencanakan pemilihan, baru 9 desa menyatakan kesiapan.

“Dari 13 desa, yang bisa melaksanakan baru 9 desa. Saya tekankan kepada panitia agar bertindak adil, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, baik bakal calon maupun calon yang akan mengikuti kontestasi,” ujar Dadang Supriatna.

Selanjutnya, Bupati menyoroti pentingnya netralitas panitia. Ia meminta panitia bekerja profesional dan menjaga integritas. Dengan langkah tersebut, panitia dapat menjaga kepercayaan publik. Di sisi lain, pemerintah daerah juga mendorong transparansi dalam setiap tahapan pemilihan.

Kemudian, Bupati mengarahkan perhatian pada aspek keamanan. Ia menegaskan bahwa Kapolresta Bandung memegang komando pengamanan selama proses berlangsung. Ia juga meminta seluruh unsur terkait mendukung langkah tersebut agar situasi tetap kondusif.

Selain keamanan, Bupati mendorong penyebaran informasi secara luas. Ia meminta panitia aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat. Panitia bisa memanfaatkan papan pengumuman, forum warga, hingga jaringan RT dan RW.

“Informasi harus disebarluaskan secara terbuka. Jangan sampai masyarakat tidak mengetahui siapa saja calon pemimpin mereka. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati mengingatkan para bakal calon kepala desa tentang tanggung jawab yang akan mereka emban. Ia menegaskan bahwa Pilkades PAW bertujuan melanjutkan masa jabatan, bukan memulai periode baru. Oleh karena itu, setiap calon harus memahami program yang sudah berjalan.

“Siapapun yang menjadi calon harus memahami dan meneruskan amanah kepala desa sebelumnya, termasuk program yang belum terselesaikan,” tambahnya.

Untuk menjaga stabilitas setelah pemilihan, Bupati memberi peran penting kepada para camat. Ia meminta camat memfasilitasi kesepakatan antar bakal calon. Dengan begitu, para calon siap menerima hasil pemilihan secara lapang dada.

“Ini penting untuk meminimalisasi potensi konflik setelah pemilihan,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono menegaskan kesiapan jajarannya. Ia memastikan seluruh personel akan mengawal jalannya Pilkades PAW secara maksimal. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan.

“Kami siap mendukung dan mengamankan pelaksanaan Pilkades PAW. Semua akan direncanakan dengan baik dan dilaksanakan secara transparan, sehingga situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan seluruh tahapan Pilkades PAW berjalan lancar dan demokratis. Pemerintah juga berharap pemimpin desa terpilih mampu melanjutkan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.