Majalaya, Info Burinyay – – SMKN 1 Majalaya menggelar Education Fair 2026 di kampus sekolah yang berlokasi di Jalan Rancajigang No. 99, Desa Sukamukti, Kecamatan Majalaya, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Menembus Batas Menjemput Impian” dan menjadi ruang strategis bagi siswa untuk merancang masa depan setelah lulus.
Acara dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat (Hubinmas), Beni Rukasah Salmon, S.T., yang hadir mewakili Kepala SMKN 1 Majalaya, Catur Sujatmiko, S.Pd., M.M.Pd. Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung dinamis karena siswa aktif menggali informasi dari berbagai kampus dan alumni.
Beni menjelaskan bahwa Education Fair 2026 difokuskan untuk siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa SMK memiliki tiga orientasi utama, yaitu bekerja, melanjutkan, dan berwirausaha (BMW). Oleh karena itu, kegiatan ini hadir sebagai jembatan untuk memperkuat salah satu jalur tersebut.
“Melalui Education Fair ini, siswa dapat menggali informasi secara langsung mengenai perguruan tinggi. Dengan begitu, mereka bisa menentukan pilihan yang sesuai dengan minat dan impian masing-masing,” ujar Beni.
Selain itu, ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga mendorong keseimbangan antara lulusan yang bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya, sejumlah siswa berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri.
“Harapan kami ada keseimbangan. Tahun kemarin, dari 16 peserta, ada yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri. Ini menjadi motivasi bagi adik kelasnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Education Fair 2026, Herni Suryani, S.Psi., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda unggulan sekolah yang rutin digelar setiap tahun. Ia menilai kegiatan ini mampu menjembatani siswa dengan dunia kampus secara lebih nyata.
“Education Fair ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengenal kampus impian mereka. Kami ingin membantu mereka merancang masa depan sejak dini,” kata Herni.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa sejumlah perguruan tinggi turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Di antaranya Politeknik Negeri Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN, ISBI, serta berbagai kampus swasta lainnya. Kehadiran institusi tersebut memperluas wawasan siswa mengenai pilihan pendidikan.
Di sisi lain, kehadiran alumni juga memberi warna tersendiri. Mereka berbagi pengalaman secara langsung, sehingga siswa mendapatkan gambaran nyata tentang proses masuk perguruan tinggi.
Salah satu alumni, Winnie Puspa, yang kini menempuh pendidikan di Universitas Padjadjaran, mengungkapkan peran besar guru Bimbingan Konseling (BK) dalam prosesnya.
“Guru BK sangat membantu saya saat menentukan pilihan dan proses pendaftaran. Dukungan mereka sangat berarti,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh M. Ridwan Permana, alumni yang kini kuliah di Politeknik Negeri Bandung. Ia mengaku merasa bangga atas capaian yang diraih setelah melalui proses panjang selama tiga tahun di SMK.
“Saya sangat berterima kasih kepada guru BK yang telah membimbing sejak awal hingga proses pendaftaran selesai. Tanpa mereka, saya mungkin akan kesulitan menentukan jalur,” katanya.
Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Majalaya tidak hanya menghadirkan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan diri siswa dalam menentukan masa depan. Selain itu, sekolah juga memperkuat sinergi dengan dunia industri dan perguruan tinggi.
Ke depan, pihak sekolah berharap semakin banyak institusi pendidikan yang terlibat. Dengan demikian, akses informasi bagi siswa akan semakin luas dan merata.
Education Fair 2026 pun menjadi bukti nyata komitmen SMKN 1 Majalaya dalam mencetak lulusan yang siap bersaing, baik di dunia kerja, dunia usaha, maupun dunia pendidikan tinggi. (dev)
