Rancaekek, Info Burinyay – Peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di SMAN 1 Rancaekek menghadirkan semangat baru bagi para pendidik. Pada kegiatan yang berlangsung di Lapang Upacara SMAN 1 Rancaekek, Hj. Rusmiati, S.Pd., M.Si., selaku Kepala SMAN 1 Rancaekek, menyampaikan pandangan tegas tentang urgensi peningkatan kompetensi guru. Setelah mengikuti seluruh rangkaian acara, ia menegaskan bahwa kualitas guru memegang peran utama dalam memajukan pendidikan nasional.
Ia menilai slogan tahun ini, “Guru Bermutu Indonesia Maju”, mendorong guru agar terus bergerak. Selain itu, slogan tersebut juga mengajak guru untuk meninjau ulang metode mengajar mereka.
“Slogan ini mengingatkan kita bahwa kecerdasan bangsa tumbuh dari guru yang mau meningkat. Karena itu, setiap guru perlu belajar lagi, perlu memperbaiki kemampuan, dan perlu membuka diri terhadap perubahan,” ujar Hj. Rusmiati.
Ia menjelaskan bahwa kompetensi guru tidak hanya mencakup keterampilan mengajar. Selain itu, kompetensi juga mencakup pemahaman digital, penguasaan karakter peserta didik, dan kemampuan beradaptasi. Dengan begitu, guru dapat menciptakan ruang belajar yang relevan bagi kebutuhan generasi modern.
“Guru harus bergerak cepat. Perubahan terjadi setiap hari. Jika guru bergerak lambat, siswa akan tertinggal,” jelasnya.
Kegiatan peringatan HUT PGRI ke-80 pun menghadirkan suasana kebersamaan. Para guru mengikuti acara dengan antusias. Selain itu, momen ini juga membuka ruang refleksi mengenai peran guru di lapangan. Hj. Rusmiati menilai refleksi tersebut sangat penting bagi keberlanjutan mutu pendidikan.
“Setiap peringatan harus mendorong kita untuk mengevaluasi diri. Tanpa evaluasi, pendidikan tidak berkembang,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarpendidik. Menurutnya, guru dapat memperkuat kualitas pembelajaran jika mereka bekerja bersama. Selain itu, kerja sama tersebut membuka peluang bagi berbagai inovasi.
“Ketika guru saling mendukung, pembelajaran menjadi lebih kuat. Dampaknya langsung terasa pada siswa,” ucapnya.
Melalui momentum ini, ia mengajak seluruh pendidik di Rancaekek untuk terus berbenah. Ia percaya guru Indonesia mampu menjawab tantangan zaman.
“Jika guru terus belajar, bangsa ini akan berdiri lebih kokoh. Generasi emas lahir dari ketekunan kita hari ini,” tutupnya.
