Pangalengan, Info Burinyay -Masyarakat Desa Tribakti Mulya terus mendesak pemerintah agar segera membangun SMP Negeri 6 Pangalengan. Harapan yang sudah lama tumbuh di tengah warga itu kembali menguat setelah proses pembayaran lahan sekolah belum juga terlaksana hingga akhir Oktober 2025.
Wartawan di lapangan menemukan bahwa proses administrasi pembayaran tanah untuk pembangunan SMPN 6 Pangalengan masih tertahan. Padahal, pemerintah sebelumnya berencana membayar lahan tersebut pada tahun 2025.
Kepala Desa Tribakti Mulya, Cahya Sukmana, S.Pd., menyampaikan bahwa keterlambatan ini terjadi karena adanya efisiensi dan perubahan alokasi anggaran di tingkat pemerintah daerah.
“Kami semula mendapat informasi pembayaran dilakukan tahun 2025. Tapi karena ada perubahan anggaran, pemerintah akan memprosesnya pada 2026 lewat APBD,” jelas Cahya saat ditemui, Jumat (31/10/2025).
Menurut Cahya, kwitansi yang sudah tertulis menyebutkan tahun 2025 sebagai waktu pembayaran. Namun perubahan kebijakan anggaran membuat jadwal bergeser ke tahun berikutnya.
Ia menegaskan, penundaan pembayaran ini berisiko besar. Pemilik tanah bisa saja berubah pikiran atau menaikkan harga jika menunggu terlalu lama.
“Kami khawatir kalau pembayaran mundur, pemilik tanah batal menjual. Kalau itu terjadi, desa harus mencari lokasi baru. Itu artinya proses pembangunan kembali dari nol,” ungkapnya.
Cahya menambahkan, masyarakat Desa Tribakti Mulya sudah menunggu pembangunan sekolah ini selama bertahun-tahun. Banyak orangtua berharap anak-anak mereka bisa bersekolah di wilayah sendiri tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat Pangalengan.
“Kami ingin pembayaran lahan segera terealisasi. Lahan sudah kami siapkan, tinggal dibayar. Kalau terlalu lama, harga tanah bisa naik dan pemiliknya berubah pikiran,” ujarnya.
Warga setempat juga mendukung langkah pemerintah untuk mempercepat pembangunan sekolah tersebut. Mereka menilai SMPN 6 Pangalengan akan membuka akses pendidikan yang lebih merata di wilayah selatan Kabupaten Bandung.
“Orangtua dan masyarakat menunggu realisasi pembangunan ini. Kami ingin SMPN 6 Pangalengan segera berdiri,” tutup Cahya Sukmana.
