Kamis, Jan 15, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

UPI dan Sekolah Indonesia Singapura Resmi Jalin Kerja Sama Pendidikan

Penandatanganan kerja sama Program Studi Pendidikan Sosiologi UPI dengan Sekolah Indonesia Singapura disaksikan siswa di kampus SIS
Perwakilan Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia menyerahkan dokumen kerja sama kepada Kepala Sekolah Indonesia Singapura, disaksikan siswa SIS di Singapura, Selasa (13/1/2026). -Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Baleendah, Info Burinyay – Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjalin kerja sama dengan Sekolah Indonesia Singapura (SIS). Kedua lembaga menandatangani kesepakatan tersebut di kampus SIS, 20 A Siglap Road, Singapura, Selasa, 13 Januari 2026.

Melalui penandatanganan kerja sama ini, Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI memperkuat jejaring akademik internasional. Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sekretaris Program Studi Pendidikan Sosiologi UPI, Siti Komariah, Ph.D., menyampaikan bahwa pihaknya secara khusus memilih Sekolah Indonesia Singapura sebagai mitra strategis. Menurutnya, SIS memiliki peran penting dalam penguatan pendidikan Indonesia di luar negeri.

“SIS kami pilih sebagai bagian dari pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat Program Studi Pendidikan Sosiologi UPI,” ujar Siti Komariah.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan komitmen UPI dalam mendorong internasionalisasi pendidikan. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa memperoleh kesempatan belajar langsung di lingkungan pendidikan internasional.

Siti Komariah menambahkan bahwa salah satu bentuk implementasi kerja sama ini meliputi penempatan mahasiswa dalam Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K). Program tersebut memberikan pelatihan dan praktik mengajar bagi mahasiswa sebelum menyelesaikan masa studi.

Program P3K merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Melalui program ini, mahasiswa mengembangkan kompetensi profesional secara langsung di sekolah mitra.

“Program P3K membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata di sekolah. Mahasiswa mengasah keterampilan mengajar, administrasi, serta memahami dinamika kegiatan sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Program Studi Pendidikan Sosiologi UPI berencana menerapkan P3K di Sekolah Indonesia Singapura. Menurutnya, pengalaman tersebut akan memperluas wawasan mahasiswa dalam konteks pendidikan global.

Selain bidang pendidikan, kedua institusi juga menyepakati kerja sama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Program Studi Pendidikan Sosiologi UPI dan SIS berencana menyusun dan melaksanakan riset bersama.

“Kami juga berkomitmen mempublikasikan hasil kerja sama ini dalam jurnal terindeks dan bereputasi. Selain itu, kami membuka peluang kegiatan lain sesuai kesepakatan bersama,” kata Siti Komariah.

Sementara itu, Kepala Sekolah Indonesia Singapura, Semuel Kuriake Balubun, S.Pd., menyambut positif kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Sosiologi UPI. Ia menilai kolaborasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.

“Kami bersyukur dapat menjalin kerja sama ini. Kami dapat saling melengkapi, terutama di tengah keterbatasan jumlah guru di SIS,” ujar Semuel.

Menurutnya, SIS juga membutuhkan pembaruan informasi terkait berbagai kebijakan pendidikan di Indonesia. Melalui kerja sama ini, SIS dapat memperoleh akses langsung terhadap perkembangan kebijakan dan praktik pendidikan terbaru.

Selain itu, Semuel menyampaikan bahwa SIS telah terbiasa melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Selama ini, pihak sekolah aktif menjalin kerja sama daring dengan berbagai lembaga pendidikan di Indonesia.

Sekolah Indonesia Singapura berdiri pada 20 Mei 1969. Hingga kini, sekolah tersebut menjadi satu-satunya sekolah Indonesia yang beroperasi di Singapura. Pemerintah Indonesia menetapkan penyelenggaraan SIS melalui Surat Keputusan Bersama pada 7 Oktober 1967.

Pada 29 Maret 2016, otoritas Singapura mengakui SIS sebagai sekolah swasta. Sejak saat itu, lembaga tersebut menggunakan nama Sekolah Indonesia (Singapura) Limited atau SIS Ltd.

Saat ini, Sekolah Indonesia Singapura menyediakan layanan pendidikan untuk jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Peserta didik berasal dari anak-anak diplomat Indonesia, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia, ekspatriat, serta diaspora Indonesia di Singapura.

“Kami terbuka bagi warga negara Indonesia yang tinggal di Singapura dan mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada SIS,” kata Semuel.

Ia menegaskan bahwa SIS menyambut kerja sama strategis dengan Program Studi Pendidikan Sosiologi UPI secara antusias. Menurutnya, kolaborasi ini berpotensi berkembang dalam berbagai bidang.

“Kerja sama ini mencakup akademik, riset, pengabdian masyarakat, hingga internasionalisasi pendidikan. Kami menyambutnya dengan penuh suka cita,” pungkas Semuel.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.