Cileunyi, Info Burinyay – Visitasi akreditasi PKBM Imam Syafei Cileunyi dimulai pada Jumat, 14 November 2025 di Jalan Sadang No 66, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini mengusung tema Solusi Melanjutkan Studi, Karir dan Jembatan Kerja. Selain itu, proses visitasi berlangsung selama tiga hari, sejak 14 hingga 16 November 2025.
Sejak pagi, tim asesor BAN-PDM memasuki ruang pembelajaran dan memeriksa kesiapan fasilitas. Situasi berjalan intens, namun tetap terkendali. Selain itu, pihak PKBM menunjukkan kesiapan penuh dengan mengatur alur penyambutan, pendampingan asesmen dan penjelasan dokumen.
Asesor BAN-PDM, Drs. H. Muhlis, M.Pd., menyampaikan kesan awalnya setelah meninjau ruang belajar.
“Alhamdulillah saya tiba di PKBM Imam Syafei Cileunyi dan langsung memulai temu awal. Saya menjelaskan proses visitasi dan alurnya kepada pengelola,” ujarnya.
Ia melanjutkan penjelasan mengenai langkah awal visitasi. “Hari pertama kami langsung meninjau pembelajaran Paket A, Paket B dan Paket C. Saya juga melakukan wawancara awal dengan siswa,” katanya.
Ia kemudian memaparkan agenda lanjutan. “Setelah sholat Jumat, saya melanjutkan sesi wawancara dengan para tutor. Besok kami menggali data secara lebih mendalam karena seluruh warga belajar dan tutor dijadwalkan hadir,” jelasnya. Ia menegaskan pentingnya akurasi data. “Kami ingin mengumpulkan informasi yang valid agar laporan ke BAN-PDM bersifat objektif,” tambahnya.
Muhlis menilai fasilitas PKBM cukup baik, namun ia tetap menahan kesimpulan akhir.
“Saya melihat sarana cukup menunjang. Namun saya akan menyampaikan kesimpulan pada sesi penutupan karena kami masih memeriksa beberapa aspek,” ujarnya.
Asesor kedua, Dr. Hani Hanifah, M.Pd.i., juga menilai kesiapan PKBM Imam Syafei Cileunyi. “
Kami meninjau sarana prasarana dan memeriksa proses pembelajaran. Besok kami fokus menggali administrasi, kelengkapan data dan dokumen pendukung,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tiga hari visitasi memberikan ruang penilaian yang menyeluruh.
“Kami ingin memastikan seluruh standar akreditasi terpenuhi,” tambahnya.
Penilik Disdik Kabupaten Bandung, Ajat Sudrajat, S.Pd.i., M.Pd., turut hadir mendampingi visitasi. Ia memberikan apresiasi terhadap kesiapan PKBM.
“Pada hari ini PKBM Imam Syafei Cileunyi menyambut tim asesor dengan sangat baik. Proses visitasi berlangsung dengan terstruktur,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan.
“Kami mendorong lembaga pendidikan untuk terus meningkatkan mutu layanan. PKBM ini memiliki komitmen kuat dalam proses tersebut,” jelasnya.
PKBM Imam Syafei Cileunyi memulai kiprahnya pada 2012 setelah melihat banyak warga Cileunyi mengalami putus sekolah, kesulitan memperoleh pekerjaan dan tidak memiliki ijazah sederajat SMA. Selain itu, banyak anak belum melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP atau dari SMP ke SMA. Karena itu, Yayasan PKBM Imam Syafei Cileunyi hadir untuk memberi solusi pendidikan, pembinaan karir dan akses dunia kerja.
Lembaga ini memulai perjalanan dari sebuah rumah sewa di Perum Cibiru Asri C20. Ruangan tersebut menampung layanan Kelompok Bermain, TK, Madrasah Diniyah, PKBM dan Bimbel. Walau sederhana, lembaga tetap menjalankan pembelajaran Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA. Pemilihan nama Imam Syafei mencerminkan harapan besar agar lembaga mampu membawa cahaya ilmu bagi masyarakat.
Seiring perkembangan, PKBM Imam Syafei Cileunyi memperluas jangkauan layanan. Lembaga ini fokus pada pemuda menganggur, warga usia produktif yang belum lulus sekolah dan warga dewasa yang ingin memperoleh ijazah. Selain itu, lembaga terus memperbarui metode pembelajaran agar sesuai kebutuhan masyarakat.
Perjalanan lembaga semakin kuat setelah menerima berbagai dukungan pemerintah dan CSR. Pada 2016, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan hibah sarana prasarana. Pada 2019, lembaga memperoleh hibah pembangunan fasilitas ibadah. Lalu pada 2022, Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan ruang kelas baru di Jalan Sadang Cipadati. Dukungan tersebut mendorong kualitas layanan yang lebih baik.
Dengan berbagai dukungan, PKBM Imam Syafei Cileunyi meraih sejumlah capaian. Pengelola PKBM ini meraih Juara II Tingkat Kabupaten Bandung pada 2020. Pada 2024, PKBM menerima penghargaan sebagai PKBM dengan lulusan terbanyak dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Selanjutnya, pada 2025 lembaga mendapat penghargaan serupa dari Bupati Bandung.
PKBM ini sebelumnya memperoleh akreditasi BAN-SM pada 2019 dengan predikat Baik. Tahun 2025, lembaga kembali menjalani akreditasi melalui BAN-PDM untuk memperkuat standar layanan pendidikan. Pengelola, tutor dan warga belajar terlibat aktif selama proses penilaian.
PKBM Imam Syafei Cileunyi kini mengelola layanan Paket A, Paket B dan Paket C. Selain itu, lembaga menjalankan program unggulan berupa kelas Tahfidz, BTQ, Majelis Duha, kewirausahaan digital dan magang kerja. Program tersebut membantu warga belajar meningkatkan kompetensi agama, karakter, keterampilan digital dan kesiapan kerja.
Selain itu, PKBM menyediakan ruang pembinaan bagi warga belajar yang ingin mengembangkan usaha. Tim tutor membimbing mereka dalam proyek digital, pemasaran daring dan penguatan literasi kerja. Dengan demikian, PKBM tidak hanya memberikan ijazah tetapi juga menguatkan peluang karir.
Dengan berbagai keterbatasan, PKBM Imam Syafei Cileunyi terus berupaya memperluas layanan pendidikan. Pengelola melakukan inovasi pembelajaran, mengembangkan kurikulum dan memperkuat jaringan kerja sama. Lembaga ini ingin memastikan seluruh warga belajar mendapatkan kesempatan menuntaskan pendidikan dengan dukungan yang layak.
Visitasi akreditasi tahun ini menjadi momentum penting bagi PKBM. Melalui proses penilaian tiga hari, PKBM ingin menunjukkan konsistensi dan komitmen dalam memajukan pendidikan masyarakat. Seluruh tim berharap proses akreditasi membawa peningkatan mutu yang lebih kuat serta memperluas kepercayaan masyarakat terhadap PKBM Imam Syafei Cileunyi.
