Jumat, Jan 16, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

3.100 Lansia di Jabar Diwisuda: Sekolah Lansia IRL Rayakan Angkatan Kedelapan di Soreang

Sekda Kabupaten Bandung Cakra Amiyana berada ditengah tengan Wisuda Angkatan VIII Sekolah Lansia IRL Jawa Barat di Gedung Budaya Soreang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Dr. H. Cakra Amiyana, S.T., M.A., berada ditengah tengah para Wisudawan Angkatan VIII Sekolah Lansia Indonesia Ramah Lansia (IRL) Jawa Barat di Gedung Budaya Soreang, Kamis 11 Desember 2025. (Foto:InfoBurinyay/Lidya)

Soreang, Info Burinyay – Sebanyak 1.652 peserta offline dan 1.400 peserta online dari dua belas daerah di Jawa Barat mengikuti Wisuda Angkatan VIII Sekolah Lansia yang digagas Indonesia Ramah Lansia (IRL) Jawa Barat. Mereka mengikuti prosesi yang berlangsung di Gedung Budaya Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis 11 Desember 2025.

Acara berjalan meriah sejak pagi. Para peserta datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Selain itu, ribuan lansia yang mengikuti secara daring dari Kabupaten Cirebon turut menambah semarak gelaran tersebut. Secara keseluruhan, jumlah wisudawan mencapai 3.100 peserta.

Prosesi wisuda dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Dr. H. Cakra Amiyana, S.T., M.A. Acara ini menjadi agenda rutin penutup program pembelajaran tahunan Sekolah Lansia. Selain itu, momentum ini menegaskan komitmen Jawa Barat dalam memperluas gerakan masyarakat ramah lansia.

Pada kesempatan itu, Direktur IRL Jawa Barat Dr. Susiana Nugraha, SKM., MN menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya hidup aktif dan sehat di usia lanjut. “Kami bersyukur karena para peserta terus menjalani hidup dengan aktif dan menjaga kesehatan. Mereka menjaga penyakit dan tetap cerdas dalam lingkungan sosialnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan hasil evaluasi program Sekolah Lansia tahun ini. “Sebanyak 1.652 wisudawan hadir offline dan 1.400 wisudawan mengikuti daring dari Kabupaten Cirebon. Totalnya 3.100. Tepuk tangan dulu untuk Kabupaten Cirebon,” katanya. Ia juga menegaskan perkembangan sekolah lansia yang kini tersebar cepat di seluruh kecamatan Kabupaten Cirebon melalui DPPKB.

Setelah itu, Susiana memberi apresiasi kepada Kota Bandung. “Kota Bandung pun terus berkembang. Rata-rata usia peserta 67 tahun. Ada yang berusia 60 tahun sebagai peserta termuda dan 92 tahun sebagai peserta tertua,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa peserta berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai tidak bersekolah hingga lulusan dokter.

Susiana juga menyoroti kerja sama baru dengan PWRI Jawa Barat. Kolaborasi itu fokus pada isu hipertensi, diabetes, dan kesehatan sendi. “Kami tidak menyurutkan semangat para lansia. Mereka ingin terus belajar,” katanya. Ia menegaskan bahwa mayoritas peserta menilai kondisi kesehatannya baik. Selain itu, kegiatan belajar juga menciptakan kebahagiaan dan memperluas pertemanan antarpeserta.

Ia menuturkan adanya kisah lucu selama kegiatan. “Ada peserta yang bertemu kembali dengan mantan pasangan di sekolah lansia. Cerita seperti ini menunjukkan bahwa hidup selalu memberi kejutan,” ujarnya. Menurutnya, gaya hidup aktif mampu mengurangi biaya kesehatan dan mencegah risiko penyakit berat seperti jantung, stroke, gagal ginjal, depresi, dan demensia.

Selanjutnya, Sekda Kabupaten Bandung Dr. H. Cakra Amiyana menyampaikan pesan motivasi. “Hari ini hari yang istimewa. Kita menyaksikan semangat luar biasa dari para lansia yang terus belajar. Semangat itu tidak mengenal usia. The age doesn’t matter,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kata-kata positif perlu diperbanyak. “Hindari kata-kata yang melemahkan. Gunakan kata yang penuh energi. Capaian hari ini bukti bahwa usia lanjut tetap bisa produktif,” ujarnya. Ia juga mencontohkan Jepang sebagai negara dengan angka harapan hidup tinggi. Menurutnya, masyarakat Jepang menjaga aktivitas hingga usia lanjut.

Cakra lalu menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. “Kalau kita merawat kesehatan, kita bisa berusia panjang dengan kondisi bugar. Ada wisudawan S1 yang lulus di usia 69 tahun, S2 di usia 73 tahun, dan S3 di usia 77 tahun. Ini bukti bahwa belajar tidak mengenal usia,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan BKKBN Jawa Barat, Elma Triyulianti Djadjuri S.Psi., MM., menyampaikan apresiasi atas tumbuhnya sekolah lansia. Ia menjelaskan perkembangan IRL sejak 2023. “Kami memulai dengan 10 sekolah lansia dari Bina Keluarga Lansia. Lalu bertambah menjadi 17 kabupaten kota pada 2024. Kini seluruh kabupaten kota di Jawa Barat sudah memiliki sekolah lansia,” katanya.

Ia menekankan bahwa program ini selaras dengan agenda Indonesia Emas 2045. “Bonus demografi puncaknya terjadi pada 2030. Jika dimanfaatkan dengan baik, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Ketua LLI Kabupaten Bandung H. Bambang Budi Raharjo M.Si turut memberikan pernyataan. “Kami menyambut baik kegiatan ini. Jumlah peserta selalu besar dan Kabupaten Bandung sering menjadi tuan rumah. Ini menunjukkan bahwa para lansia sangat antusias,” katanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Info Burinyay yang terus mendampingi kegiatan LLI.

Beberapa peserta juga mengungkapkan pengalamannya. Yuyun Turna Wijaya, peserta dari Cibeunying Kidul, mengatakan bahwa satu tahun belajar di sekolah lansia memberi perubahan positif. “Saya mendapat banyak arahan tentang kesehatan dan ilmu lain. Saya berterima kasih kepada Ketua PWRI Jawa Barat,” ujarnya.

Dari Cianjur, peserta bernama Siti Aisyah menyampaikan rasa bahagianya. “Saya senang mengikuti kegiatan ini. Saya mendapat banyak teman dan banyak pengalaman baru,” katanya.

Dengan selesainya wisuda angkatan kedelapan ini, IRL Jawa Barat berharap program sekolah lansia dapat menjangkau lebih banyak peserta pada tahun berikutnya. Selain itu, upaya menciptakan masyarakat ramah lansia di Jawa Barat diharapkan semakin kuat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.