Proses pengecoran jalan utama di kawasan Kopo Permai resmi dimulai Minggu malam, 26 Oktober 2025. Warga bersama pengurus Forum Silaturahmi Warga Blok (FORSABILL) turun langsung mengawasi pekerjaan yang menggunakan mesin molen agar hasil coran lebih kuat dan tahan lama.
Sejak malam pertama, suasana di sekitar lokasi tampak hidup. Warga menyiapkan penerangan tambahan dan membantu tim teknis yang bekerja hingga larut malam. Semangat gotong royong terasa jelas di setiap sudut lingkungan.
Wakil Ketua FORSABILL, Anton, menegaskan bahwa pengecoran ini menjadi simbol nyata perubahan yang lahir dari kebersamaan warga. “Akhirnya, jalan yang selama ini penuh lubang mulai dibenahi. Ini buah dari kerja sama, kesabaran, dan komitmen warga menjaga lingkungan,” ujarnya penuh semangat, Senin (27/10).
Anton menjelaskan bahwa tim memulai pengecoran dari sisi barat dan akan berlanjut ke arah timur hingga seluruh jalur tertutup cor beton. Ia memastikan pekerjaan berlangsung cepat tanpa mengabaikan kualitas. “Kami memakai molen supaya hasilnya lebih padat dan rata. Pekerjaan terus berlanjut setiap hari sampai tuntas,” katanya.
Menurut Anton, pengurus FORSABILL ikut mengatur lalu lintas warga agar aktivitas tetap lancar selama proses berlangsung. “Kami minta warga bersabar sedikit lagi. Saat ini jalan memang belum bisa dilewati sepenuhnya, tapi nanti hasilnya akan jauh lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras tim di lapangan yang terus berjaga hingga dini hari. “Teman-teman pengurus luar biasa. Mereka bukan hanya mengawasi, tapi ikut membantu, memastikan semua berjalan aman dan tertib,” tambahnya.
Warga pun memberikan dukungan penuh. Beberapa ibu rumah tangga menyediakan minuman hangat untuk pekerja, sementara para pemuda membantu menjaga area cor agar tidak terinjak kendaraan. Suasana kebersamaan itu menunjukkan kuatnya solidaritas warga Kopo Permai.
Dengan proses pengecoran yang terus berjalan, warga berharap pekerjaan bisa selesai dalam waktu dekat. Anton memastikan, setelah tahap ini selesai, jalan akan langsung dibuka kembali untuk umum. “Kami menargetkan semuanya rampung secepatnya. Hasilnya akan membuat warga bangga,” tutupnya.
Kini, Kopo Permai memasuki babak baru. Jalan yang dulu rusak berubah menjadi jalur kokoh yang mencerminkan semangat warganya — tangguh, kompak, dan penuh harapan.
