Bandung, Info Burinyay – — Kader Partai Golkar Jawa Barat menegaskan komitmen menjaga soliditas menjelang Musyawarah Daerah (Musda). Pernyataan itu mengemuka dalam forum rapat pleno yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal pengurus di Jawa Barat.
Dalam pembukaan forum, pimpinan rapat menekankan pentingnya kesinambungan kepemimpinan. Ia menyatakan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu menjaga kekompakan organisasi. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa persatuan kader menjadi fondasi utama dalam menjaga marwah Partai Golkar di Jawa Barat.
Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh peserta rapat agar fokus pada stabilitas internal menjelang Musda. Ia meminta seluruh jajaran mengikuti arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Karena itu, ia berharap pelaksanaan Musda dapat berlangsung kondusif tanpa gesekan berarti.
“Kita harus memastikan besok bagaimana perintah DPP Partai Golkar terkait pelaksanaan Musda. Semua proses harus berjalan kondusif,” ujarnya.
Ia kemudian menambahkan bahwa Partai Golkar memiliki pengalaman panjang dalam mengelola dinamika organisasi. Oleh sebab itu, ia optimistis setiap perbedaan dapat diselesaikan secara dewasa. “Dinamika itu hal biasa. Namun yang paling penting, kita pastikan proses berjalan baik dan terukur,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bandung, H. Firman B. Sumantri, M.B.A., menyoroti pentingnya momentum halal bihalal sebagai sarana mempererat hubungan antar kader. Menurut dia, silaturahmi menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan internal partai.
“Melalui halal bihalal ini, kita perkuat silaturahmi dan saling memaafkan. Dengan begitu, kita bisa menghadapi Musda dengan suasana yang lebih sejuk,” ungkapnya.
Ia juga berharap pelaksanaan Musda dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Dengan demikian, hasil Musda nantinya dapat diterima semua pihak. Selain itu, ia menilai suasana kebersamaan saat ini menjadi modal penting untuk menghadapi agenda organisasi ke depan.
Di sisi lain, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Agung Yansusan, ST., S.Ag., M.U.D., mengajak seluruh kader untuk tetap bersatu dalam satu tujuan. Ia menegaskan bahwa kekuatan utama Partai Golkar terletak pada soliditas kader di semua tingkatan.
“Kita harus terus bersatu untuk membesarkan Partai Golkar. Itu fokus utama kita,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh kader untuk menjaga semangat kebersamaan. Ia juga mendorong seluruh elemen partai untuk bekerja secara kolektif demi meningkatkan elektabilitas Golkar di Jawa Barat. “Kita berdoa agar ke depan Golkar semakin jaya, baik di Jawa Barat maupun di Kabupaten Bandung,” tambahnya.
Selanjutnya, Ketua KIM-PG Jawa Barat, Yosi Wihara, SE., turut menyampaikan pesan kebersamaan dalam momentum tersebut. Ia membuka pernyataannya dengan ucapan selamat Idulfitri serta permohonan maaf kepada seluruh kader.
“Hari ini kita dalam rangka halal bihalal. Kita bangun silaturahmi dan kebersamaan,” katanya.
Ia kemudian menekankan pentingnya menjaga ketenangan dalam menghadapi Musda. Menurut dia, seluruh kader harus berpikir jernih dan tidak terpancing dinamika yang berpotensi memecah belah.
“Kita harus berpikir jernih dan dingin. Yang penting Golkar tetap solid, kuat, dan ke depan bisa menang,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa kondisi internal partai saat ini tetap terkendali. Ia menyebut seluruh proses organisasi berjalan dalam koridor kebersamaan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kader tidak terpengaruh isu-isu yang dapat mengganggu stabilitas.
“Tidak ada masalah. Semua sudah terkendali dalam kebersamaan dan kepanitiaan,” ujarnya.
Dengan demikian, rangkaian pernyataan para kader menunjukkan optimisme tinggi menjelang Musda Partai Golkar Jawa Barat. Mereka sepakat menjaga persatuan sebagai prioritas utama. Selain itu, mereka juga berkomitmen memastikan seluruh tahapan berjalan lancar, demokratis, dan kondusif.
Ke depan, soliditas internal diharapkan mampu memperkuat posisi Partai Golkar di Jawa Barat. Oleh sebab itu, seluruh kader diimbau tetap fokus pada tujuan bersama, yakni membesarkan partai dan meraih kemenangan dalam agenda politik mendatang.
