Selasa, Feb 3, 2026
Info Burinyay
Wisata

Kawah Putih Ciwidey Bersolek 2026, Akses Jalan Diaspal dan Fasilitas Wisata Ditambah

Jurnalis Info Burinyay Lily Setiadarma melaporkan langsung dari kawasan wisata Kawah Putih Ciwidey, Kabupaten Bandung, dengan latar panorama pegunungan.
Jurnalis Info Burinyay, Lily Setiadarma, melakukan peliputan di kawasan wisata Kawah Putih Ciwidey, Kabupaten Bandung. Pengelola Kawah Putih menyiapkan peningkatan fasilitas dan perbaikan akses jalan pada tahun 2026 guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung. - Foto:InfoBurinyay/Lee

Ciwidey, Info Burinyay – Objek wisata Kawah Putih Ciwidey, Kabupaten Bandung, terus meningkatkan kualitas layanan untuk wisatawan. Memasuki tahun 2026, pengelola menyiapkan berbagai peningkatan fasilitas guna memperkuat daya tarik destinasi wisata alam unggulan Jawa Barat tersebut.

Langkah ini muncul seiring meningkatnya minat kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. Selain itu, pengelola juga mengarahkan pengembangan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan kualitas pengalaman berwisata.

Site Manager Kawah Putih, Budi Kamal, mengatakan bahwa pengelola menempatkan perbaikan sarana dan prasarana sebagai fokus utama di tahun 2026. Menurutnya, akses jalan menjadi prioritas karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan pengunjung.

“Untuk tahun 2026, kami melaksanakan perbaikan sarana dan prasarana. Prioritas pertama adalah jalur jalan dari Pakiran menuju Kawah Putih. Insyaallah jalur tersebut akan kami aspal,” kata Budi Kamal.

Selain fokus pada akses, pengelola juga melanjutkan pembenahan fasilitas yang sudah berjalan sejak tahun 2025. Melalui langkah ini, pengelola berupaya meningkatkan aspek keamanan sekaligus mengantisipasi potensi risiko bagi wisatawan.

“Di tahun 2025 kami sudah melakukan pembenahan. Kami mengganti seluruh Jembatan Apung. Selain itu, kami memermanenkan dek di kawasan Saung Ibu sebagai bagian dari mitigasi keselamatan pengunjung,” ujarnya.

Selanjutnya, pengelola juga menambah fasilitas di area Plaza Kawah Putih. Tiga unit shelter baru kini berdiri dan siap digunakan pengunjung untuk beristirahat.

“Di area Plaza, kami membangun tiga titik shelter dengan fungsi yang berbeda. Namun, untuk ikon kawasan, kami tetap mempertahankan Saung Ibu,” jelas Budi.

Dari sisi operasional, pengelola mengatur jam kunjungan untuk menyesuaikan karakter wisata Kawah Putih. Pengunjung dapat menikmati suasana pagi lebih awal sebelum jam operasional reguler dimulai.

“Kami membuka kunjungan pagi mulai pukul 04.00 hingga 06.30 WIB. Setelah itu, jam operasional reguler berlangsung dari pukul 07.30 sampai 16.00 WIB,” kata Budi.

Meski terus berbenah, pengelola tetap menempatkan keindahan alam sebagai daya tarik utama Kawah Putih. Danau Kawah Putih dengan warna air khas masih menjadi ikon kawasan wisata tersebut.

“Daya tarik utama Kawah Putih tetap danau kawah. Itu adalah keindahan alami ciptaan Allah yang menjadi ciri khas kawasan ini,” ucapnya.

Untuk menunjang aktivitas wisata, pengelola juga menyediakan Jembatan Apung di area kawah. Fasilitas ini memberi ruang bagi pengunjung untuk menikmati panorama sekaligus berfoto.

“Pengunjung dapat menggunakan Jembatan Apung untuk berfoto dan menikmati pemandangan kawah dari dekat,” tambahnya.

Terkait tiket, pengelola menetapkan skema tarif berdasarkan jenis kendaraan yang digunakan. Skema ini bertujuan mengatur arus kendaraan dan menjaga kelestarian kawasan.

“Pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi dikenakan tarif kendaraan sebesar Rp179.000. Sementara tiket masuknya Rp31.000 per orang,” jelas Budi.

Sementara itu, pengunjung yang datang menggunakan kendaraan umum, roda dua, atau bus akan menggunakan layanan shuttle. Pengelola menerapkan sistem ini karena bus tidak dapat langsung naik ke area kawah.

“Untuk kendaraan umum atau bus, pengunjung menggunakan shuttle. Tiket masuknya tetap Rp31.000 per orang, dan tiket shuttle Rp32.000 per orang,” katanya.

Selain membahas fasilitas, pengelola juga mengimbau pengunjung untuk memperhatikan faktor keselamatan selama berwisata. Kondisi cuaca dingin dan potensi belerang menjadi perhatian utama.

“Pengunjung perlu berhati-hati, terutama saat cuaca ekstrem. Kami menyarankan pengunjung memakai pakaian tebal dan tidak datang dalam kondisi perut kosong,” ujar Budi.

Ia juga mengingatkan pengunjung untuk membatasi waktu berada di area kawah apabila kadar belerang meningkat.

“Jika belerang naik, pengunjung sebaiknya tidak berada di area kawah lebih dari 15 menit dan tetap menggunakan masker,” tambahnya.

Kesan positif juga datang dari wisatawan mancanegara. Marcus dan Esya dari Belanda serta Christina dari Zimbabwe mengaku menikmati keindahan Kawah Putih. Mereka menilai pemandangan di kawasan ini sangat unik dan menarik.

Selain itu, wisatawan asing tersebut juga menyukai kuliner khas yang tersedia di sekitar kawasan wisata.

Pengalaman serupa juga dirasakan wisatawan domestik. Irhas, pengunjung asal Padang, mengaku takjub saat mengunjungi Kawah Putih.

“Saya dari Padang. Saat ini saya sedang magang di Bandung. Karena akhir pekan, saya datang ke sini. Kawah Putih ini bagus dan menakjubkan. Di Padang tidak ada pemandangan seperti ini,” katanya.

Selain menikmati panorama alam, pengunjung juga dapat bersantai di Café Kawah Putih 2356. Kafe ini menyediakan beragam pilihan makanan dan minuman.

Karyawan Café Kawah Putih 2356, Hendri Aditya, menjelaskan bahwa kafe tersebut mengusung konsep kafe keluarga.

“Kami berbasis kafe, tetapi juga menyediakan makanan berat seperti nasi kari ayam, nasi ayam rempah, sapi, dan cumi,” ujar Hendri.

Untuk minuman, kafe ini menyediakan minuman hangat khas pegunungan.

“Kami punya bandrek dan suja gome. Untuk minuman manis, kami menyediakan karamel dan kopi gula aren. Minuman terlaris kami adalah suja gome dan bandrek,” katanya.

Selain itu, kafe ini juga menyediakan fasilitas pendukung bagi keluarga.

“Kami menyediakan playground anak dan area outdoor. Gazebo kami berjumlah enam unit dengan kapasitas empat sampai enam orang,” tambah Hendri.

Café Kawah Putih 2356 melayani pengunjung dari dalam dan luar negeri, termasuk wisatawan asal Malaysia yang datang melalui agen perjalanan. Kafe ini beroperasi mulai pukul 05.00 hingga sekitar pukul 18.30–19.00 WIB.

Melalui berbagai peningkatan fasilitas dan layanan tersebut, pengelola berharap Kawah Putih terus menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Bandung serta mampu memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi pengunjung.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.