Sabtu, Jan 17, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Perkuat Kesadaran Hukum Warga Warnasari

Pembukaan kegiatan pengabdian masyarakat Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten
Ketua Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ridwan Eko Prasetyo, S.H.I., M.H., menyampaikan sambutan pembukaan pada kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Penguatan Desa Sadar Hukum” di Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (12/11/2025).-Foto:InfoBurinyay/Iman

Bandung, Info Burinyay – Jurusan Hukum Tata Negara (Siyasah) Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali turun ke masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian di Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mereka berupaya memperkuat kesadaran hukum dan nilai-nilai syariah.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 12–13 November 2025, dan melibatkan 19 dosen serta tenaga kependidikan. Sejak awal, suasana tampak hangat dan penuh antusiasme. Acara dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Amin, M.Pd., serta menyanyikan lagu Indonesia Raya yang menumbuhkan semangat kebangsaan.

Dalam sambutannya, Ridwan Eko Prasetyo, S.H.I., M.H., selaku Ketua Jurusan Hukum Tata Negara, menegaskan pentingnya kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan masyarakat.

“Kami ingin agar masyarakat memahami hukum secara sederhana, sehingga bisa menerapkannya dalam kehidupan sosial sehari-hari,” ujarnya.

Setelah sambutan tersebut, Kepala Desa Warnasari membuka acara secara resmi. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan mengapresiasi kehadiran para dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“Program ini sangat membantu kami. Warga kini mendapat pemahaman baru tentang aturan dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Selanjutnya, sesi inti menghadirkan Prof. Beni Ahmad Saebani, M.Si., dan Dr. H. Chaerul Shaleh, M.Ag., selaku Wakil Dekan I Fakultas Syari’ah dan Hukum. Keduanya menjelaskan prinsip hukum tata negara dan nilai syariah yang relevan dengan kehidupan masyarakat desa. Mereka juga menekankan bahwa hukum bukan sekadar aturan, tetapi panduan moral untuk menciptakan keadilan dan keteraturan sosial.

Selain paparan materi, para dosen berdialog langsung dengan warga. Melalui diskusi ini, masyarakat dapat bertanya, berbagi pengalaman, dan mencari solusi atas persoalan hukum di lingkungannya. Dengan begitu, kegiatan terasa hidup, edukatif, dan memberi dampak positif secara langsung.

Kegiatan berlanjut dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan MUI Desa Warnasari. Suasana kebersamaan semakin kuat ketika para peserta dan warga melakukan sesi foto bersama. Momen tersebut menandai semangat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa.

Melalui kegiatan ini, Jurusan Hukum Tata Negara UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, mereka bertekad membangun kesadaran hukum yang adil, humanis, dan berkelanjutan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.