Paseh, Info Burinyay – Rapat Sinergitas, Koordinasi dan Harmonisasi Pelayanan RSUD Majalaya bersama unsur kewilayahan berlangsung di Aula Lantai 3 RSUD Majalaya, Jalan Cipaku No.87, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Kamis 20 November 2025.
Sejak awal kegiatan, suasana rapat menunjukkan komitmen kuat untuk memperbaiki layanan kesehatan secara menyeluruh. Selain itu, rapat ini dirancang untuk memperkuat hubungan antarinstansi yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.
Pada sesi pembukaan, Wakil Direktur Umum dan Sumber Daya RSUD Majalaya, Agus Heri Zukari, yang hadir mewakili Direktur RSUD Majalaya, menyampaikan pentingnya kolaborasi.
“RSUD Majalaya memikul amanah besar dalam pelayanan kesehatan. Kami harus memberikan layanan yang efektif, proporsional, dan selalu berorientasi pada keselamatan pasien,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk bergerak dengan visi yang sama.
Agus kemudian menjelaskan bahwa peningkatan pelayanan tidak dapat berjalan sendiri.
“Pelayanan rumah sakit sangat bergantung pada jejaring dan kerja sama sektoral. Karena itu, kita harus memperkuat koordinasi,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti adanya hambatan administratif yang muncul di lapangan. Ia menyebut bahwa kendala yang melibatkan BPS Kesehatan, BPS Ketenagakerjaan, SKPN dan Jasa Raharja sering berdampak langsung kepada pasien.
“Tantangan ini harus kita bereskan bersama,” tegasnya.
Selanjutnya, Agus berharap pertemuan ini menghasilkan langkah konkret.
“Kami ingin solusi nyata. Kami tidak ingin ada lagi masyarakat yang kesulitan saat berobat ke RSUD Majalaya,” ujarnya.
Untuk itu, ia menekankan perlunya alur kerja yang lebih ringkas dan mudah dipahami.
“Kita butuh sistem yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih kreatif,” tambahnya.
Ia menutup pernyataan dengan komitmen jelas.
“Setiap pasien harus pulang dengan kondisi lebih baik. Itu komitmen profesional yang selalu kami jaga.”
Setelah sesi rumah sakit, rapat beralih kepada pemaparan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Pada kesempatan itu, Dhiny Ocktariani, S.Kep., Ners., M.MRS., mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Ia membuka paparannya dengan menjelaskan arah transformasi sistem kesehatan nasional.
“Transformasi layanan rujukan bertujuan meningkatkan kualitas serta akses layanan kesehatan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa peningkatan standar rumah sakit menjadi hal yang sangat penting.
Dhiny kemudian memaparkan dasar regulasi yang memperkuat transformasi tersebut. “Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 memperjelas klasifikasi rumah sakit berdasarkan kemampuan layanan,” jelasnya.
Menurutnya, RSUD Majalaya telah menunjukkan perkembangan signifikan. “RSUD Majalaya sudah memenuhi 24 kemampuan layanan yang ditetapkan pemerintah. Ini pencapaian besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti layanan unggulan RSUD Majalaya. “Beberapa layanan sudah berada pada strata madya, seperti paru dan pernapasan, uronefro, ibu dan ginekologi, muskuloskeletal, infeksi dan parasit, alergi, imunologi dan reumatologi, serta endokrin, nutrisi dan metabolik,” paparnya.
Ia kemudian menegaskan bahwa kualitas RSUD Majalaya sudah sangat bisa diandalkan. “Masyarakat tidak perlu ragu. Layanannya sudah mumpuni,” ujarnya.
Setelah paparan kedua pihak, diskusi berlangsung semakin intens. Selain membahas persoalan administratif, peserta juga memberikan masukan mengenai penyelarasan mekanisme layanan. Karena itu, banyak gagasan baru yang muncul selama sesi dialog. Para peserta juga menyoroti perlunya komunikasi yang lebih efektif antara rumah sakit dan lembaga kewilayahan. Dengan demikian, berbagai hambatan dapat teratasi lebih cepat.
Pada akhir rapat, seluruh peserta menyatakan kesiapannya untuk memperkuat sinergi. Mereka sepakat bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan. Selain itu, rapat ini menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen lintas sektor. Dengan adanya koordinasi yang lebih solid, masyarakat diharapkan merasakan langsung dampak perbaikan layanan. Rapat ini menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang responsif, terjangkau dan berkualitas harus terus menjadi prioritas bersama.
