Selasa, Feb 10, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Bupati Bandung–TNI Bangun Jalan Cipelah, Akses Ekonomi Rancabali Dipercepat

Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Dandim 0624 Letkol Kav Samto Betah menyerahkan simbolis dalam pembukaan TMMD ke-127 di Desa Cipelah Rancabali
Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi Komandan Kodim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav. Samto Betah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga saat pembukaan TMMD Reguler ke-127 di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Selasa (10/2/2026). - Foto:InfoBurinyay/Lee

Rancabali, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat membuka pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun 2026 di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Komandan Kodim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav. Samto Betah memimpin langsung pembukaan kegiatan tersebut pada Selasa, 10 Februari 2026.

Program TMMD Reguler ke-127 memfokuskan sasaran pada pembangunan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat Desa Cipelah. Melalui program ini, pemerintah daerah dan TNI membangun jalan beton sepanjang 1,5 kilometer. Jalan tersebut memiliki lebar 3 meter dengan ketebalan beton sekitar 20 sentimeter.

Pembangunan jalan itu menghubungkan Desa Cipelah dengan wilayah perbatasan Kabupaten Cianjur. Akses tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan mempercepat distribusi hasil pertanian warga setempat.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa pembangunan jalan melalui TMMD merupakan bentuk nyata keberpihakan APBD Kabupaten Bandung kepada masyarakat desa. Ia menyebut Pemkab Bandung menggunakan dua skema pembangunan jalan, salah satunya melalui Program TMMD Reguler ke-127 Tahun 2026.

“Melalui Program TMMD ke-127 ini, Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar dari APBD Kabupaten Bandung Tahun 2026,” kata Dadang Supriatna.

Bupati yang akrab disapa Kang DS tersebut menambahkan bahwa Pemkab Bandung secara aktif berkolaborasi dengan TNI Angkatan Darat. Kolaborasi ini, menurutnya, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto serta program strategis Kepala Staf Angkatan Darat.

“Kami berkolaborasi dengan TNI AD untuk membangun jalan di Program TMMD ke-127 tahun 2026 berdasarkan instruksi Pak Presiden Prabowo dan program strategis Pak Kasad,” jelas Kang DS.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan di Desa Cipelah akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kecamatan Rancabali memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor pertanian dan perkebunan.

Menurut Kang DS, jalan yang memadai akan memudahkan petani mengangkut hasil panen. Selain itu, akses yang baik akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Meski demikian, Bupati Bandung mengakui masih terdapat sejumlah ruas jalan lain yang membutuhkan perhatian. Ia menyebut Kampung Londok, Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, sebagai salah satu wilayah prioritas.

“Jalan sepanjang sekitar 20 kilometer di Kampung Londok Desa Sugihmukti menjadi prioritas untuk kami selesaikan tahun ini,” ujar Kang DS.

Pada tahun 2026, Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur jalan. Kang DS menyebut total anggaran berada di kisaran Rp200 miliar hingga Rp300 miliar.

“Pada triwulan pertama kami alokasikan sekitar Rp127 miliar. Setelah itu, kami tambah lagi sekitar Rp100 miliar,” katanya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav. Samto Betah menjelaskan bahwa TMMD Reguler ke-127 mencerminkan sinergi kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kodim 0624 bersama Pemkab Bandung dan stakeholder terkait melaksanakan TMMD selama 30 hari penuh.

“TMMD ini menjadi wujud kebersamaan antara Pemkab Bandung, Kodim 0624, stakeholder, dan masyarakat Desa Cipelah,” kata Samto Betah.

Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan Cipelah menjadi sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-127. Namun, Kodim 0624 juga menjalankan program nonfisik selama kegiatan berlangsung.

“Kami melaksanakan kegiatan nonfisik seperti penyuluhan dan sosialisasi wawasan kebangsaan dengan melibatkan sekitar 150 personel TNI,” jelasnya.

Lebih lanjut, Letkol Kav. Samto Betah menegaskan bahwa TMMD mencerminkan jati diri TNI sebagai tentara rakyat. Melalui kegiatan ini, TNI hadir langsung di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi berbagai kendala pembangunan.

“TMMD merupakan kegiatan manunggalnya TNI dengan rakyat. Jati diri TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional,” tandasnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.