Kamis, Feb 12, 2026
Info Burinyay
Peristiwa

Tanggul Jebol! 279 KK di Bojong Majalaya Diterjang Banjir Cisunggalah

Petugas kepolisian bersama warga membersihkan lumpur sisa banjir di permukiman RW 01 Desa Bojong, Majalaya, Kabupaten Bandung.
Sejumlah personel Polresta Bandung bersama aparat dan warga melakukan pembersihan material lumpur pascabanjir akibat luapan Sungai Cisunggalah di RW 01 Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kamis (12/2/2026). Banjir yang dipicu jebolnya tanggul tersebut merendam ratusan rumah dan menyebabkan kerusakan di sejumlah titik permukiman. - Foto:InfoBurinyay/Devi

Majalaya, Info Burinyay – Luapan Sungai Cisunggalah merendam wilayah RW 01 Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (12/2/2026) dini hari. Air masuk ke permukiman sejak sekitar pukul 23.15 WIB dan bertahan hingga pukul 03.00 WIB. Akibatnya, 279 kepala keluarga atau sekitar 600 jiwa terdampak banjir tersebut.

Pada pukul 03.10 WIB, petugas mencatat genangan meluas ke RT 01, RT 02, dan RT 03. Selain itu, tim pendata menemukan sedikitnya tujuh rumah mengalami rusak berat dan beberapa rumah lainnya rusak sedang. Air bercampur lumpur menerjang bagian belakang permukiman setelah tanggul jebol.

Ketua RW 01 Desa Bojong, Atep, menjelaskan banjir datang secara tiba-tiba dan langsung menggenangi ratusan rumah. Ia memastikan kejadian ini menjadi yang pertama dengan dampak sebesar itu di lingkungannya.

“RW 01 Desa Bojong menjelaskan ada bencana tadi malam pukul 11.15 WIB sampai jam 3 pagi. Terdampak 279 rumah atau 279 KK. Ada tujuh rumah yang rusak berat dan harus diperbaiki,” ujar Atep.

Menurutnya, jebolnya tanggul di bagian bawah permukiman memicu arus deras masuk ke rumah warga. Lumpur menutup lantai dan merusak perabotan. Karena itu, warga kini memprioritaskan perbaikan rumah dan pemenuhan kebutuhan dasar.

“Sebelumnya belum pernah kejadian seperti ini. Baru kali ini. Yang perlu dilakukan sekarang memperbaiki rumah dan bantuan pangan buat warga,” katanya.

Sementara itu, aparat mengevakuasi 18 warga ke lokasi aman. Di antara mereka terdapat dua lansia, satu balita, dan satu penyandang disabilitas. Setelah air surut, sebagian warga kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur yang masih menumpuk.

Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono turun langsung ke lokasi pada Kamis pagi sekitar pukul 06.35 WIB. Ia memeriksa kondisi tiga RT yang terdampak paling parah. Ia juga berdialog dengan warga yang rumahnya kemasukan lumpur.

“Kalau tadi saya tinjau langsung, ada tiga RT yang terdampak. Beberapa rumah lumpurnya masuk ke dalam, sehingga barang-barang warga banyak yang rusak,” ujarnya.

Aldi menegaskan, tiga rumah mengalami kerusakan cukup parah akibat tanggul yang jebol. Namun, sebagian besar bangunan masih berdiri kokoh meski lumpur memenuhi bagian dalam rumah. Oleh sebab itu, tim gabungan langsung mengerahkan armada untuk mempercepat pembersihan.

Pemerintah Kabupaten Bandung bersama BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait segera mengoordinasikan penanganan. Selain itu, pihaknya menghubungi Polda Jawa Barat untuk meminta tambahan personel.

“Kami bersama Pak Bupati dan dinas terkait segera mengupayakan pembersihan dan mengevakuasi warga yang rumahnya terdampak berat. Kami juga sudah menghubungi Kapolda dan akan dibantu pasukan tambahan,” kata Aldi.

Di sisi lain, tim kesehatan dari pemerintah daerah, Puskesmas, dan Polresta Bandung memeriksa kondisi warga secara berkala. Mereka memberikan layanan medis dan mengantisipasi potensi penyakit pascabanjir. Langkah ini penting karena genangan lumpur masih tersisa di sejumlah titik.

Kini, air telah surut dan kendaraan sudah melintasi akses jalan utama. PLN juga kembali menyalakan aliran listrik di area terdampak. Meski demikian, warga masih menemukan tumpukan lumpur tebal dan rongsokan yang terbawa arus.

Karena itu, masyarakat membutuhkan bantuan alat berat jenis backhoe untuk mengangkut material, serta truk sampah untuk mempercepat pembersihan. Warga juga memerlukan makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, perlengkapan mandi, serta kebutuhan khusus bagi bayi dan lansia.

Selanjutnya, pemerintah desa dan kecamatan akan menggelar pendataan lanjutan serta kerja bakti massal bersama stakeholder dan masyarakat. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem susulan. Dengan upaya terpadu tersebut, aparat menargetkan kondisi lingkungan kembali normal dalam dua hari ke depan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.