Pasirjambu, Info Burinyay — SMP Negeri 1 Pasirjambu menutup rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Sekolah menggelar kegiatan tersebut di lapangan serbaguna SMPN 1 Pasirjambu, Desa Pasirjambu, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jumat (13/3/2026).
Sejak pagi hari, ratusan siswa mengikuti agenda penutupan dengan penuh antusias. Pertama, seluruh siswa melaksanakan salat dhuha berjamaah. Setelah itu, siswa melanjutkan kegiatan dengan tadarus Al-Qur’an. Selanjutnya, panitia menghadirkan tausyiah keagamaan yang memberikan penguatan nilai spiritual kepada para siswa.
Kemudian, sekolah memberikan apresiasi kepada siswa melalui penghargaan “Bintang Ramadan”. Panitia memilih perwakilan siswa terbaik dari kelas 7, kelas 8, dan kelas 9. Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas semangat siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pesantren Ramadan.
Selain itu, sekolah juga menyalurkan program sosial kepada para siswa. Pada kesempatan tersebut, panitia menyerahkan secara simbolis paket program KMPM atau Kadeudeuh Maneuh Pangbeberah Manah kepada 136 siswa penerima manfaat. Di sisi lain, OSIS SMPN 1 Pasirjambu juga menjalankan program berbagi dengan menyalurkan bantuan kepada 10 tenaga kependidikan di lingkungan sekolah.
Kepala SMPN 1 Pasirjambu, Hj. Kartika Prapti Diah Handayani, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan pesantren Ramadan tahun ini.
“Alhamdulillah hari ini kami menuntaskan seluruh kegiatan pesantren Ramadan dengan aman dan lancar. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru yang telah memfasilitasi kegiatan ini sehingga siswa dapat mengikuti setiap program dengan baik,” ujar Kartika.
Menurutnya, kegiatan pesantren Ramadan memberi manfaat besar bagi para siswa. Selain memperkuat pemahaman agama, kegiatan tersebut juga membentuk karakter dan kebiasaan positif di kalangan pelajar.
Kartika menilai para siswa memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut. Oleh karena itu, pihak sekolah berharap kegiatan pesantren Ramadan terus berlangsung secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.
Selain menutup kegiatan pesantren Ramadan, pihak sekolah juga mengingatkan para siswa mengenai agenda akademik selanjutnya.
“Karena hari ini juga menjadi hari terakhir kegiatan akademis di sekolah, maka mulai hari Senin siswa menjalani kegiatan belajar di rumah. Masa libur berlangsung dari tanggal 16 Maret sampai 30 Maret. Setelah itu siswa kembali ke sekolah pada 31 Maret 2026,” jelasnya.
Kartika juga menyampaikan pesan kepada seluruh siswa agar menjaga keamanan dan keselamatan selama masa libur.
“Saya berharap anak-anak dapat menjalani libur Lebaran dengan aman. Selain itu, mereka juga perlu menjaga diri dan tidak keluar rumah pada malam hari tanpa keperluan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Pasirjambu, Yadi Supriadi, S.Pd., menilai seluruh rangkaian kegiatan pesantren Ramadan berjalan sesuai rencana.
Menurutnya, sekolah telah menyusun berbagai agenda kegiatan selama pelaksanaan pesantren Ramadan. Seluruh panitia dan guru kemudian melaksanakan agenda tersebut secara terstruktur hingga hari penutupan.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar dan semua agenda yang telah direncanakan sekolah dapat terlaksana dengan baik,” kata Yadi.
Ia juga menjelaskan bahwa program santunan kepada siswa menjadi bagian dari kepedulian sosial di lingkungan sekolah.
“Penerima santunan berasal dari kelas 7, 8, dan 9 yang memenuhi kriteria tertentu. Jumlahnya lebih dari seratus siswa,” ujarnya.
Namun demikian, Yadi berharap kondisi ekonomi keluarga siswa semakin membaik pada masa mendatang.
“Mudah-mudahan pada tahun berikutnya jumlah penerima santunan bisa berkurang. Hal itu berarti kesejahteraan mereka semakin meningkat,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan siswa agar menjaga kesehatan dan perilaku selama menjalani aktivitas sehari-hari.
“Setelah menjalani ibadah puasa Ramadan, kami berharap siswa menunjukkan peningkatan sikap, perilaku, serta kemampuan kognitif mereka,” tambahnya.
Koordinator Pesantren Ramadan SMPN 1 Pasirjambu, H. Enjang Rohimat, S.Ag., M.M., menjelaskan bahwa panitia telah menjalankan kegiatan pesantren Ramadan sejak awal Maret.
Panitia mengawali kegiatan pada tanggal 2 Maret 2026. Selanjutnya, panitia menyusun berbagai program pembelajaran keagamaan hingga puncak acara pada 13 Maret 2026.
“Hari ini menjadi puncak kegiatan setelah kami menjalani seluruh rangkaian pesantren Ramadan sesuai dengan rencana yang telah kami susun,” ujar Enjang.
Menurutnya, kegiatan pesantren Ramadan memberikan pengalaman penting bagi para siswa SMPN 1 Pasirjambu. Oleh karena itu, ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman keagamaan para pelajar.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi siswa kelas 7, 8, dan 9 untuk semakin memahami ajaran Islam, khususnya dalam mempelajari Al-Qur’an,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pembentukan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemahaman agama tidak hanya berhenti pada teori. Para siswa juga harus menerapkan nilai akhlakul karimah dalam kehidupan mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Guru Bimbingan Konseling sekaligus Koordinator Program KMPM, Fiani Jannatun Nisa, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan berbagi menjadi bagian penting dalam rangkaian pesantren Ramadan.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan penutupan diawali dengan salat dhuha bersama. Setelah itu, siswa mengikuti tadarus Al-Qur’an dan tausyiah dari tim Guru Pendidikan Agama Islam.
Selanjutnya, panitia mengumumkan siswa penerima penghargaan Bintang Ramadan dari setiap tingkat kelas. Setelah itu, panitia menyalurkan bantuan melalui program KMPM kepada siswa penerima manfaat.
“Kegiatan KMPM melibatkan partisipasi siswa sejak hari pertama pesantren Ramadan. Anak-anak mengumpulkan infak melalui wali kelas masing-masing,” kata Fiani.
Setelah itu, wali kelas menyerahkan infak tersebut kepada tim KMPM. Selanjutnya, tim KMPM menyalurkan dana tersebut kepada siswa yang membutuhkan.
“Sebanyak 136 siswa menerima bantuan dari program ini sebagai bentuk kepedulian antar sesama pelajar,” jelasnya.
Selain program tersebut, OSIS SMPN 1 Pasirjambu juga menjalankan kegiatan sosial melalui program OSIS Berbagi.
“Pengurus OSIS menyisihkan sebagian uang jajan mereka untuk membantu para tenaga kependidikan. Program ini kemudian menyalurkan bantuan kepada 10 orang tenaga kependidikan,” ujarnya.
Fiani berharap kegiatan berbagi tersebut dapat menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para siswa sejak dini.
“Kami ingin menanamkan semangat berbagi kepada anak-anak agar kelak mereka terbiasa membantu orang lain,” katanya.
Salah satu siswa kelas 9F, Dewi Qurrota Ayudia Sekar Ningrum, mengaku merasa sangat bahagia setelah menerima penghargaan Bintang Ramadan.
“Alhamdulillah saya sangat senang hari ini. Apalagi saya terpilih sebagai Bintang Ramadan. Ini benar-benar kejutan karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan,” ujar Dewi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim Guru Pendidikan Agama Islam dan pihak sekolah yang telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam kegiatan pesantren Ramadan.
“Terima kasih kepada Kepala Sekolah dan tim GPAI yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar dan berpartisipasi dalam kegiatan ini,” katanya.
Menurut Dewi, kegiatan pesantren Ramadan memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para siswa.
Ia menilai bulan Ramadan menjadi momentum penting bagi pelajar untuk memperbanyak ibadah dan memperdalam ilmu agama.
“Daripada menghabiskan waktu libur hanya untuk tidur di rumah, lebih baik kita mengisi waktu dengan kegiatan positif seperti belajar dan membaca Al-Qur’an di sekolah,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Dewi berharap para siswa semakin termotivasi untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat semangat belajar.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berlangsung karena sangat bermanfaat bagi kami sebagai pelajar,” pungkasnya.
