Jumat, Apr 17, 2026
Info Burinyay
Parlementer

DPRD Jabar Tekan Pengelola Baru Bandung Zoo, Soroti Kematian Harimau dan Nasib Karyawan

Gajah di Kebun Binatang Bandung berdiri di area kandang terbuka di tengah sorotan pengelolaan dan kesejahteraan satwa
Seekor gajah berada di area kandang Kebun Binatang Bandung saat DPRD Jawa Barat menyoroti pengelolaan kebun binatang usai kematian dua harimau Benggala, serta mendorong peningkatan kesejahteraan satwa dan profesionalisme pengelola. - Foto:infoburinyay/yk

Bandung, Info Burinyay – DPRD Jawa Barat menyoroti langsung kondisi Kebun Binatang Bandung setelah kematian dua harimau Benggala, Huru dan Hara. Peristiwa ini memicu reaksi luas dari publik sekaligus mendorong evaluasi cepat terhadap sistem pengelolaan kebun binatang tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Tedy Rusmawan, meminta semua pihak segera berbenah. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi pada perlindungan satwa.

Tedy menyatakan bahwa proses pemilihan pengelola baru harus mengutamakan kompetensi. Ia mendorong pembentukan tim seleksi yang kredibel dan memiliki pengalaman di bidang konservasi satwa.

“Harapannya tim seleksi kredibel, diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan terkait pengelolaan satwa. Jangan sembarangan, karena ini butuh kompetensi khusus,” ujar Tedy di Bandung, Senin (06/04/2026).

Selain itu, Tedy meminta pengelola baru mempertahankan karyawan lama. Ia menilai para pekerja tersebut memiliki pengalaman penting yang mendukung operasional kebun binatang.

Ia menegaskan bahwa pengalaman para pekerja menjadi aset yang tidak tergantikan. “Jangan sampai mereka yang sudah mengabdi justru tidak bisa kembali bekerja. Mereka memiliki pengalaman yang sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Di sisi lain, kematian Huru dan Hara menjadi momentum evaluasi bagi semua pihak. Tedy menyampaikan rasa prihatin dan menyebut kejadian tersebut sebagai kehilangan besar bagi dunia konservasi.

Ia kemudian mendesak Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung untuk segera meningkatkan standar kesejahteraan satwa. Ia meminta kedua lembaga itu mengambil langkah nyata dan terukur.

Tedy juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada publik. Ia meminta pemerintah dan pengelola menyampaikan perkembangan secara jelas agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

“Karena ini sudah menjadi konsumsi publik, perlu dilakukan upaya-upaya ke depan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Publik butuh jaminan keselamatan satwa yang nyata,” pungkasnya.

Ke depan, DPRD Jawa Barat berharap pengelola baru mampu menjalankan sistem yang lebih profesional. Mereka juga menuntut komitmen kuat dalam menjaga kesejahteraan satwa serta melindungi keberlanjutan tenaga kerja.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.