Kamis, Apr 16, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

Ratusan Siswa SD se-Ciwidey Adu Bakat di Pentas PAI 2026, Seleksi Menuju Kabupaten Dimulai

Siswa SD se-Ciwidey tampil dalam lomba kosidah Pentas PAI 2026 dengan mengenakan busana muslim dan memainkan alat rebana di atas panggung
Sejumlah siswa SD menampilkan lomba kosidah dalam ajang Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Kecamatan Ciwidey 2026 yang digelar di SDN Babakan Tiga dan SDN Ciwidey VI, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari seleksi menuju tingkat kabupaten. - Foto:infoburinyay/lee

CIwidey, Info Burinyay — Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dari 32 sekolah di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, mengikuti Lomba Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat kecamatan, Kamis, 16 April 2026. Ajang ini mendorong siswa menampilkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat karakter keagamaan sejak dini.

Panitia memusatkan kegiatan di SDN Babakan Tiga dan SDN Ciwidey VI. Sejak pagi, peserta bersama guru pendamping memadati lokasi lomba. Selain itu, panitia mengatur jalannya kegiatan secara tertib sehingga seluruh rangkaian berjalan lancar.

Pengawas SD Kecamatan Ciwidey, H. Rodiya Permana, membuka kegiatan secara resmi. Ia menegaskan bahwa Pentas PAI menjadi bagian penting dalam pembinaan siswa.

“Hari ini kami melaksanakan Pentas PAI tingkat kecamatan dengan 378 peserta dari 32 sekolah. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju seleksi tingkat kabupaten,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi beberapa cabang lomba. Menurutnya, lomba praktik sholat berjamaah menunjukkan perkembangan yang cukup menonjol. Namun, ia tetap menyerahkan hasil akhir kepada dewan juri.

“Kami berharap para juara bisa melanjutkan ke tingkat kabupaten bahkan provinsi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KKG PAI Kecamatan Ciwidey, Deden Rusdiana, S.Pd.I., menjelaskan bahwa pihaknya rutin menggelar kegiatan ini setiap tahun. Ia menyebut panitia mempertandingkan delapan cabang lomba dengan total 378 peserta.

“Tahun ini kami melaksanakan Pentas PAI ke-16. Kegiatan ini menjadi bagian dari program berjenjang hingga tingkat nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, panitia akan mengirim juara pertama dari setiap cabang ke tingkat kabupaten yang rencananya berlangsung akhir Mei di Nagreg. Oleh karena itu, peserta harus menunjukkan kemampuan terbaik sejak tahap kecamatan.

“Kami menargetkan lahirnya peserta berkualitas yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi,” katanya.

Di sisi lain, Ketua PGRI Kecamatan Ciwidey, Hikmat Ramdani, S.Pd., menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai Pentas PAI mampu menggali potensi siswa secara optimal.

“Kami ingin kegiatan ini melahirkan siswa berprestasi sekaligus memberikan pengalaman berharga,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman mengikuti lomba akan membentuk mental siswa. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengejar juara, tetapi juga mengembangkan diri.

Panitia mempertandingkan delapan cabang lomba, yaitu Lomba Cerdas Cermat PAI (LCC), kaligrafi, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), lomba praktik sholat berjamaah (LPSB), dai cilik, adzan, dan kosidah.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Salah satunya datang dari Adira Azzahra, siswa kelas 4 SDN Margaluyu. Ia mengaku senang mengikuti lomba tersebut.

“Saya senang karena bisa bersilaturahmi dengan teman-teman dari sekolah lain. Saya berharap bisa meraih juara,” ungkapnya.

Perwakilan sekolah juga menunjukkan komitmen tinggi. SDN Simpang, misalnya, mengirim peserta di berbagai cabang lomba seperti cerdas cermat, MTQ, adzan, pidato, dan kaligrafi.

Dengan demikian, Pentas PAI 2026 di Kecamatan Ciwidey tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Kegiatan ini juga mendorong pembinaan karakter, meningkatkan prestasi, dan menyiapkan siswa menghadapi kompetisi di tingkat kabupaten hingga nasional.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.