Jumat, Jan 16, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratParlementer

Dra. Hj. Tia Fitriani Tegaskan Komitmen Penguatan Perlindungan Anak dan Penanganan Stunting di Desa Jelegong

Dra. Hj. Tia Fitriani Anggota DPRD Prov Jabar Fraksi Nasdem sedang menyampaikan sosialisasi perlindungan anak di hadapan warga Desa Jelegong, dengan peserta duduk dan panitia acara berada di meja depan
Dra. Hj. Tia Fitriani Anggota DPRD Prov Jabar Fraksi Nasdem memaparkan materi perlindungan anak dan penanganan stunting dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan 2025 di GOR Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, yang dihadiri para kader dan warga setempat. (Foto:InfoBurinyay/Denjaya)

Rancaekek, Info Burinyay – Kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2025 berlangsung di GOR Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 6 Desember 2025. Sejak awal kegiatan, Dra. Hj. Tia Fitriani Anggota DPRD Prov Jabar Fraksi Nasdem ini menunjukkan komitmennya untuk memperkuat perlindungan anak dan mempercepat penanganan stunting di wilayah tersebut.

Sebagai langkah pembuka, ia menyapa para kader yang hadir. Setelah itu, ia langsung memaparkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2021 tentang Perlindungan Anak. Melalui penjelasan itu, ia ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak anak dan pentingnya perlindungan keluarga.

Selanjutnya, ia mengaitkan isu perlindungan anak dengan situasi gizi balita. “Hari ini saya hadir di Desa Jelegong, difasilitasi Pak Kades dan Bu Kades. Saya menyampaikan Perda tentang perlindungan anak,” ujarnya. Ia menilai bahwa semangat warga terlihat sangat kuat.

Kemudian, ia menjelaskan kondisi stunting yang masih perlu perhatian.

“Di Jelegong ada lebih dari 400 balita di 23 RW. Para kader terus bergerak memberikan edukasi dan pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.

Ia juga memuji ibu hamil yang rutin memeriksakan kandungan melalui posyandu.

Untuk memperluas dampak program, ia menyampaikan rencana kolaborasi baru.

“Saya akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Jawa Barat agar bantuan peningkatan gizi balita segera hadir,” tegasnya.

Dengan begitu, penanganan stunting dapat bergerak lebih cepat.

Setelah membahas dukungan provinsi, ia beralih ke strategi peningkatan kapasitas kader.

“Saya sudah berdiskusi dengan Bu Kades mengenai pelibatan 204 kader PKK. Kami akan membuat pelatihan makanan sehat bersama FPPI Jawa Barat,” tambahnya.

Ia berharap kader mampu meneruskan ilmu itu ke seluruh keluarga balita.

Selanjutnya, ia menyampaikan pesan motivatif untuk para kader. “Ibu-ibu harus tetap semangat. Peran ibu sangat besar dan sangat penting bagi masa depan balita,” ujarnya. Ia ingin para kader terus menjaga kesinambungan program kesehatan desa.

Dalam sesi berikutnya, Kepala Desa Jelegong, Anen Rumdani, menyampaikan apresiasi. Ia melihat sosialisasi itu memberi pemahaman lebih kuat mengenai perlindungan anak.

“Saya berterima kasih kepada Ibu Tia Fitriani yang memberikan sosialisasi dan pendampingan terkait perlindungan anak serta penanganan stunting,” jelasnya.

Setelah menyampaikan pandangannya, Anen menegaskan komitmen desa. Ia memastikan seluruh kader bergerak bersama mendampingi ibu hamil dan balita. Ia juga menilai bahwa kolaborasi dengan provinsi dapat memperkuat upaya menekan angka stunting.

Akhirnya, kegiatan pengawasan ini menegaskan pentingnya kerja bersama. Dengan kolaborasi yang terus meningkat, Tia Fitriani yakin Desa Jelegong mampu memperbaiki layanan kesehatan anak dan menjaga kualitas tumbuh kembang keluarga secara berkelanjutan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.