25.9 C
Bandung
Selasa, Mar 3, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratPemerintahan

Wagub Jabar Erwan Setiawan Tegaskan Penindakan Pelanggaran Lahan dan Relokasi Aman Warga Terdampak Longsor Cisarua

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meninjau lokasi bencana tanah longsor di Cisarua Kabupaten Bandung Barat bersama tim gabungan penanggulangan bencana
Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, SE., meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026), untuk memastikan proses pencarian korban, penindakan pelanggaran lahan, serta rencana relokasi warga terdampak berjalan aman dan terukur. - Foto:InfoBurinyay/erwansetiawan

Bandung Barat, Info Burinyay – Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, SE., menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menangani bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Ia memastikan proses pencarian korban, penegakan hukum, serta rencana relokasi warga berjalan secara terukur dan berbasis keselamatan.

Erwan Setiawan menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung wilayah terdampak longsor pada Minggu (25/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memimpin koordinasi lapangan bersama unsur pemerintah pusat, daerah, serta tim gabungan penanggulangan bencana.

“Saat ini kami terus bekerja. Relawan, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas, dan seluruh unsur terkait berada di lapangan untuk mencari korban yang masih belum ditemui. Kami berharap upaya bersama ini dapat segera menemukan para korban,” kata Erwan.

Selain memprioritaskan pencarian korban, Erwan menekankan pentingnya langkah tegas terhadap pelanggaran tata guna lahan. Ia menyampaikan bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia memberikan arahan langsung agar pemerintah segera menindak pihak-pihak yang melanggar aturan alih fungsi lahan.

“Tadi Pak Wakil Presiden meminta kami segera menindak pelanggar, khususnya yang berkaitan dengan alih fungsi lahan. Pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah hukum,” ujarnya.

Menurut Erwan, kawasan terdampak longsor merupakan lahan pertanian dan kawasan hutan yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan. Ia menilai kerusakan fungsi lahan meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana.

“Ini lahan pertanian dan lahan hutan. Pemerintah akan mengembalikan kawasan ini ke fungsi awalnya, yaitu sebagai hutan,” kata Erwan.

Sejalan dengan pemulihan lingkungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan rencana relokasi bagi warga terdampak. Namun, Erwan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memindahkan warga ke lokasi yang berisiko.

“Masyarakat memang akan direlokasi. Namun kami tidak ingin relokasi ke tempat yang tidak aman. Pemerintah akan melakukan mitigasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Untuk memastikan keamanan lokasi relokasi, Erwan memastikan pemerintah segera berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Geologi. Pemerintah akan menggunakan kajian teknis sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Sesuai arahan Pak Wakil Presiden, kami bersama Kepala BNPB akan segera berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk menentukan zona yang aman bagi relokasi warga,” kata Erwan.

Lebih lanjut, Erwan menegaskan bahwa penanganan bencana harus berjalan beriringan dengan upaya pencegahan jangka panjang. Ia menilai penataan ruang yang disiplin menjadi kunci utama.

Di akhir kunjungan, Erwan mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan mematuhi aturan tata ruang. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat akan memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana.

“Pemerintah terus berupaya maksimal. Namun kesadaran bersama sangat dibutuhkan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.